
🤗 Happy Reading 🤗
Trrrrrt Trrrrrrt
Suara getaran dari ponsel yang berada diatas nakas berbunyi..
Anastasia berlari dari ruang walk-in closet.
Dia ingin mempersiapkan pakaian yang akan digunakan suaminya hari ini.
Anastasia meraih ponselnya melihat siapa yang meneleponnya,dia tersenyum lalu menggeser kata terima dari ponselnya.
"Hai bel!" sapa Anastasia kepada sahabatnya yang cerewet itu,menahan ponselnya dengan pundak dan tangannya masih sibuk mempersiapkan kebutuhan suaminya dari baju, celana, sepatu dan dasi. oh tidak kalau soal dasi suaminya jarang memakainya apalagi perjalanan bisnis.
"Akhir akhir ini susah banget sih dihubungi,Kemarin aku kerumah katanya kau pergi Tasia?" ucap Isabel dari seberang.
Anastasia hanya tersenyum, jika Isabel berada didepannya pasti cewek itu sudah menginterogasi dirinya. Beruntung saat ini mereka hanya bicara melalui lewat hp saja.
"Ada apa abel? " Bukannya menjawab ia langsung ke inti pembicaraan, Dia tahu watak isabel,jika ia menjawab pasti sahabatnya itu Nyerocos terus gak sudah sudah.
Tangan Anastasia masih sibuk mempersiapkan baju yang akan dibawa suaminya keluar kota.
"Bisakan aku main kerumah,ada yang ingin aku tanyakan."
"Kenapa gak langsung bicara sekarang aja bel?"
"Tega kamu ya,aku rindu Anastasia." Isabel mendengus kesal,dia sengaja menekan kata kata Anastasia, agar temannya itu tau kalau dia sedang marah,Anastasia hanya terkekeh.
"Bilang aja rindu kenapa harus ada embel kata kata lain" ucapnya Anastasia kembali. Dia sudah selesai mempersiapkan perlengkapan suaminya.
Aaron sudah selesai mandi,dia keluar hanya menggunakan handuk batas pinggang saja. Anastasia gugup pandangannya langsung berhadapan dengan dada Aaron yang tegap dan berisi sungguh lelaki yang sempurna.
"Tasia kamu masih disana halo..haloo tasia....?" isabel sudah memanggil sahabatnya itu. Anastasia tersadar, dia berlari menuju ruangan walk-in closet.Dia menutup pintu rapat rapat, dadanya bergemuruh. Untung saja suaminya tak melihat dia disana, Anastasia seperti ketahuan mengintip saja ya.Dia memegang dadanya.jantungnya berdetak.
"Tasia kamu masih disana?" tanya Isabel sudah mulai kesal, dari tadi Isabel hanya mendengar suara Anastasia tarik napas buang lagi. Sampai Isabel sendiri bingung apa yang terjadi dengan sahabatnya itu.
"Ya kamu datang saja sekarang Abel, aku menunggu dirumah." Ucap Anastasia kembali setelah ia sudah bisa mengatur napasnya.
"Siapa juga mau datang sekarang? kamu kenapa sih Tasia,apa kamu sakit atau jangan jangan Aaron memaksamu bercinta pagi pagi ya?" Tanya Isabel penuh selidik dia yakin suaminya itu lagi telanjang didepan Anastasia, membuat sahabatnya itu panik dan berlari.
"Oh bukan sekarang ya, ya sudah kamu besok datang ya..aku tunggu! " ucap Anastasia menutup ponselnya sepihak.
Biarlah Isabel marah, yang jelas ia ingin mengatur debaran jantungnya dulu.
sungguh akhir akhir ini pikirannya kacau karena Aaron.
"Apakah aku sakit ya? atau memang aku mempunyai riwayat penyakit jantung ? " Ucapnya sambil berpikir , Anastasia masih memegang dadanya. Ya, jantungnya masih berdebar.
Anastasia mengendap-endap keluar dari walk-in Closet. Dia membuka pintu kamar, mengintip keadaan kamarnya, dia ingin melihat suaminya sudah selesai apa belum atau jangan jangan sudah pergi dan tak menunggunya?
belum lagi dia keluar dari ruangan walk-in Closet, Aaron sudah berdiri didepan pintu ruangan walk-in closet itu
Anastasia kaget sampai mengeluarkan suara cukup keras, jantungnya hampir copot. Dia ketahuan mengintip suaminya.
Aaron masih santai dia tersenyum kepada istrinya itu, dia duduk kembali dan menatap istrinya dengan tatapan sayangnya.Sorot matanya sudah siap menembus jantung Anastasia saat ini.
Sementara Anastasia malu, dia hanya melirik Aaron. Dia mengagumi suaminya, sungguh dia tampan sangat tampan hari ini.Dia menggunakan baju ia pilih. Dia tak memakai dasi, memang Aaron tidak terlalu menyukai dasi. Dia hanya memakai dasi jika acara formal saja. Hari ini Aaron melakukan perjalanan bisnis keluar kota. Dia memang diajak agar ikut bersamanya. Anastasia tidak mau mengganggu pekerjaan suaminya, lebih bagus ia menghabiskan waktu dirumah dan berbicara dengan ibu Naomi.
"Belum pergi Aaron?" tanyanya setelah mereka berdua terhanyut dalam pikiran masing masing.
Anastasia menggeleng,ia menunduk tak berani menatap manik mata suaminya itu. Sungguh ia gak kuat melihat mata suaminya saat ini.
"Baiklah kalau begitu, tadinya aku berharap kamu ikut bersamaku. Aku ingin kita menghabiskan waktu dikota xx." ucap Aaron kecewa dan wajahnya sudah memelas seperti dibuat buat.
Namun bagi Anastasia kata kata menghabiskan waktu, membuat jantungnya kembali dipompa oleh debaran aneh yang dirasakannya. Sungguh kata kata itu membuat hatinya bergetar tapi pikirannya menolak.
"Aku berangkat dulu nas." ucap suaminya beranjak dan langsung mengecup kening istrinya dengan sayang. Anastasia tidak menolak, dia bahkan memejamkan matanya menikmati ciuman dari suaminya.
Mereka melangkah meninggalkan kamar, Anastasia menghantarkan suaminya.nampak Betran membuka kan pintu untuk tuannya itu, Setelah suaminya pergi,wanita itu melirik jam ditangannya,pukul 10.13 wib.
Dia memasuki dapur menemui ibu Naomi yang sibuk memasak.
"Selamat pagi ibu Naomi? " sapa Anastasia lembut dan memeluk wanita itu dari belakang.Naomi tersenyum dan membalikkan badannya agar berhadapan dengan nyonya nya itu.Selama ini Anastasia sudah menganggap Naomi adalah ibunya. wanita lembut dan tentunya keibuan.Dia sudah lama mengabdikan dirinya bekerja dirumah keluarga Donisius.Ya, bisa dikatakan semenjak Aaron berusia 5 tahun.
"Selamat pagi juga nyonya! " Naomi membalas sapaan wanita cantik itu.dan kemudian melanjutkan masaknya.
"Masak apa Bu?"
"Saya masak kesukaannya nyonya Anastasia. Tadi Tuan sudah berpesan agar nyonya dimasakin makanan kesukaannya nyonya semua." jawab wanita paruh baya itu dengan ramah.
" Benarkah bu? biar aku bantu ya Bu." Anastasia senang mendengar kata kata ibu Naomi, kemudian ia mengambil sesuatu untuk membantu ibu Naomi.
"Aku suka sekali makanan ini Bu Naomi, dulu ibuku selalu menyiapkan ini jika mau mendekati hari ulang tahunku.Ya, ibu akan memasak masakan ini tiap hari sampai dihari ulang tahunku tiba." ucap Anastasia mengingat kembali kenangan bersama orangtuanya.
" Kapan ulang tahun nyonya? aku bisa menyiapkan setiap hari buat nyonya Anastasia."
Mendengar itu Anastasia kembali memeluk wanita itu,Ada rasa kehangatan yang dia dapat dari wanita paruh baya itu.
Dia mengingatkannya kepada ibunya.
tak terasa buliran air mata sudah jatuh membasahi pipinya.
"Jangan menangis." ucap Naomi menghapus air mata wanita cantik itu.
"Nyonya sekarang sudah bahagia, Tuan Aaron sangat mencintai nyonya sekarang." ujar Naomi kemudian Ia lanjut memasak agar bisa menghilangkan rasa sedih dari wanita cantik itu.
"Waktu nyonya sakit, Tuan Aaron menyuruhku untuk memasak makanan ini nyonya." ucap Naomi sambil sibuk menyelesaikan acara masaknya.
sementara Anastasia menghentikan kegiatan mengiiris sayur yang ada ditangannya.
"Kapan Bu?" tanyanya kemudian.
"Kalau gak salah hari ketiga waktu nyonya dirawat dirumah sakit." jawab Naomi
"Tuan Aaron sampai gak sarapan lagi nyonya. ketika kotak makanan sudah siap untuk dibawa kerumah sakit.Tuan Aaron langsung pergi katanya nyonya gak mau makan, tuan Aaron sangat mengkhawatirkan nyonya pada saat itu." ujar wanita itu tersenyum seperti mengingat kejadian itu.
Anastasia terdiam, makanan itu gak sampai ke tangannya.
Apa mungkin suaminya itu tak jadi masuk karena dia bersama Lionel pada saat itu?
pikiran Anastasia mengingat ingat kejadian itu. Memang Anastasia masih marah akan kejadian yang menimpanya.
Kejadian buruk yang menghantuinya, Anastasia tidak mau mengingatnya lagi.
Hari ini dan seterusnya Anastasia akan membuka lembaran baru dan hidup bahagia dengan suaminya Aaron Donisius.
BERSAMBUNG 😊😊😊
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾
🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗