The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Sama sama terluka



🤗 Happy Reading 🤗


Donisius grup menggelar acara dinner bersama para manager, yang telah sukses mencapai Proyek ini dengan baik.


Perhelatan ini sekaligus upaya kebersamaan untuk semakin memperkuat tali kemitraan yang terjalin selama Donisius grup berdiri.


Perusahaan telah menunjukkan pencapaian dan pertumbuhan serta prestasi yang positif.


Apalagi pengembangan proyek sudah hampir rampung dan sesuai dengan target yang diinginkan oleh Aaron Donisius.


Aaron akan memberikan penghargaan buat Anastasia Patricia karena telah sukses untuk mencapai Poyek ini dengan baik.


Aaron sudah menyiapkan strategi kedepan seperti apa yang akan dilakukan untuk membuat perusahaan Donisius grup lebih sukses lagi.


Manager Personal sudah melakukan Reservasi disebuah hotel berbintang yang ada dikota xx


Acara dinner telah berlangsung..


Kata sambutan pembuka dari Aaron Donisius grup selaku Direktur utama Donisius grup. Mereka berdiri menyambut kedatangan Direktur utama dan mereka kembali duduk setelah direktur utama sudah memberikan kata sambutan dan kembali duduk bersama mereka.


Acara dilanjutkan dengan jamuan malam, yang diiringi musik yang disediakan pihak hotel.Jamuan malam ini dilengkapi dengan acara ramah tamah dengan para tamu undangan yang khusus diundang untuk acara ini.


Betran menghampiri Anastasia yang duduk bersama timnya.


"Selamat malam nyonya Anastasia! " Sapa Betran mengulurkan tangannya kepada wanita itu.


"Selamat malam juga bapak wakil direktur!" Anastasia membalasnya. Melihat mereka sedang berbicara,para tim yang bersama Anastasia pamit undur diri untuk mengambil tempat yang lain. Mereka cukup tau diri.


Setelah timnya pergi Anastasia langsung bersikap biasa seperti yang dikatakannya dua tahun yang lalu Betran akan dianggapnya sebagai teman walau sekarang ia sudah menjabat sebagai wakil direktur.


"Lihat, mereka pergi setelah melihat wajah kakumu pak Betran." ucap Anastasia agak mencondongkan dirinya agar lebih dekat dengan Betran, ia setengah berbisik.


mendengar itu Betran hanya senyum dan kembali tanpa ekspresi.


"Selamat atas pernikahanmu Betran." ucapnya dengan tulus.


"Terima kasih nyonya Anastasia." jawabnya membalas dengan tersenyum tipis.


"Bagaimana kabar Felin?" tanya Anastasia kembali.


"Kabar Felin baik, masa masa kehamilannya cukup sulit, dia mangalami trimester pertama lumayan berat." ucap Betran fokus melihat Anastasia yang menikmati acara ini.


"Wah selamat pak Betran, sebentar lagi anda akan menjadi seorang ayah." ujar Anastasia penuh semangat.


"Terimakasih kasih Anastasia." jawab Betran masih dengan tatapan tak terbaca.


Tiba tiba lampu diruangan itu padam diganti dengan lampu remang. Mereka terdiam, Aaron sudah melangkah naik menuju panggung. Semua mata sudah tertuju pada Aaron yang duduk didepan piano..


"Sepertinya direktur utama ingin bernyanyi.." Bisik Betran.


Mereka semua fokus memperhatikan Aaron. Anastasia hanya menatapnya dari kejauhan saja. Tatapan kerinduan, lelaki yang berhasil mencuri hatinya. Aaron sudah berada diatas panggung. jiwanya meronta, hatinya berdesir, Anastasia menarik napasnya dalam dalam, agar pasokan oksigen didalam dadanya terpenuhi. Ia berusaha untuk tenang menikmati lagu yang akan dipersembahkan Aaron. Ia tidak mau melewatkan momen ini.


"Selamat malam semua,disini saya akan bernyanyi untuk seseorang yang pernah hadir didalam hidupku. Semoga anda semua dapat menikmati." Ucapnya sambil mengarahkan microfon kearahnya


Semua orang terdiam. Apalagi yang didepan mereka adalah seorang direktur utama.


Anastasia menundukkan kepalanya, hatinya terasa perih Aaron mengatakan seseorang yang pernah hadir, berarti dirinya hanya masa lalu. Sungguh menyakitkan....


Alunan dentingan piano mulai terdengar membuat mereka terdiam dan menikmatinya.


Jari jemari seorang Direktur utama sudah mulai menari diatas tuts melantunkan nada musik dari sebuah piano.


Dentingan piano yang seakan melengkapi emosi dan luapan hati dari Aaron Donisius. Seperti mewakili perasaannya saat ini.


Ia menyanyikan lagu yang berjudul if you're not the one yang dinyanyikan oleh Daniel Bedingfield.


Anastasia yang mendengar nyanyian itu merasakan hal yang sama.


Matanya sudah mengkristal penuh dengan air bening yang masih terkumpul dan tidak jatuh dipipi. Napasnya semakin tidak beraturan, tubuhnya gemetar ketika Aaron menyanyikan lagi itu dengan penuh penghayatan, sesekali matanya terpejam seolah nyanyian itu mengungkapkan perasaannya, ia terbawa suasana.


Ia semakin tak kuat, suara isakan tangisnya mulai terdengar membuat Anastasia menutup mulutnya, agar tidak terdengar oleh Betran yang masih duduk bersamanya. Beruntung cahaya lampu diruangan itu dibuat redup. mereka seakan terhanyut dengan lagu yang dinyanyikan oleh seorang direktur utama Aaron Donisius.


Betran bisa merasakannya, namun ia tidak mau mengganggu suasana hati Anastasia yang bersedih. Ia yakin mereka saling mencintai tapi tidak bisa bersatu karena terikat masa lalu yang suram.


*******


ini benar benar akhir dari kisah cintanya.Ia tersenyum pahit, hidupnya yang dijalaninya memang harus berakhir sampai disini.


Anastasia tak ingin menangis lagi, air matanya sudah kering tak tersisa.


Rasa sakit ini mengajarinya agar bisa lebih dewasa, lebih hati-hati dan jadi lebih baik lagi. Menangislah jika ingin menangis, bukan karena lemah, tapi menangis karena sudah berusaha kuat sekian lama.


Ya.. Anastasia sudah berusaha mungkin takdirnya bukan untuk Aaron.


Anastasia sedang berdiri di balkon apartemennya..melihat anak anak yang sedang bermain dibawah.Matahari pagi menyentuh kulitnya, ia menikmati suasana pagi ini sambil menyeruput teh hangat yang dia sediakan sendiri.


TING NONG TING NONG


Anastasia mengernyitkan keningnya, siapa orang bertamu pagi pagi begini ya? ia berjalan menuju pintu dan membukanya langsung.


Terlihat sosok yang ia kenali berada di pintu.


"Isabel? " ucapnya bingung


"hai...!" Sapanya melihat kedalam rumah Anastasia, ketika dirasanya aman ia langsung masuk begitu saja.


"Kenapa kamu tidak langsung masuk saja, kamu kan tau no pin apartemenku ? " ucapanya mendengus kesal dan langsung menutup pintu.


" Saya takut.." ucap Isabel tersenyum sendiri, membuat Anastasia menaikkan kedua alisnya.


"Takut apa?" ucap Anastasia mengulangi pertanyaannya.


"Aku sarapan dulu ya, aku bawakan makanan untuk kita berdua." ucap Isabel melangkah ke dapur. Ia sudah membawa menyiapkan makanan yang dibawanya diatas piring.


"Kamu gak kerja Isabel?" Tanya Anastasia menyusul ke dapur.


"Aku izin hari ini, sudah terlalu lama kita tidak bertemu Tasia, aku sengaja tidak mau mengganggumu." kata Isabel dengan senyum manisnya.


Anastasia semakin bingung tadi katanya takut, sekarang tidak mau mengganggu, Apa maksudnya?


"Hei.. dari tadi kamu bicara tidak jelas, tadi 'takut' dan sekarang 'menggangguku' apa maksudmu? " Tanya Anastasia sudah menatap Isabel dengan tatapan menyelidik.


"Ah..kamu jangan malu malu deh Tasia.."


"Sumpah aku gak ngerti maksud kamu itu apa Isabel?" Anastasia sudah mulai nampak kesal, Isabel memang terkenal membuat dirinya penasaran.


"Oke oke..biar aku habiskan sarapan dulu ya." Ucapnya tersenyum sambil mengedipkan kedua matanya berulang ulang.


Anastasia melangkah masuk kekamar, mengambil sesuatu barang milik Isabel yang tertinggal dirumahnya.


Bunyi ponsel yang ada diatas nakas tiba tiba berbunyi nampak nama Lionel terlihat dilayar ponselnya. Ia langsung menggeser tanda terima.


" Halo Lionel, apa kabar? " sapa Anastasia antusias, tangannya masih bergerak mengambil sesuatu yang ada dilaci nakas.


Isabel sudah menyusul masuk kamar.


"Kabar baik, kamu sehat?" .


"ehmmm, aku sehat." kata Anastasia menjawab pertanyaan Lionel, ia sambil menunjukkan benda itu ke Isabel,gestur tubuhnya seakan mengatakan bahwa barang itu punya Isabel yang tertinggal. Namun Isabel tanpa ekspresi, ia tidak merespon bahasa tubuh Anastasia. Ia malah menjatuhkan tubuhnya keatas tempat tidur.


"Bulan depan aku kembali, ada acara keluarga yang harus aku hadiri." ucap Lionel memberitahu.


"Benarkah? Aku senang sekali Lionel,aku tunggu kedatanganmu ya..soal Isabel tidak usah terlalu memikirkannya, dia sehat terus kok." Ucapnya sambil menatap Isabel yang bermalas malasan ditempat tidurnya.


"Oke baiklah, sampai bertemu bulan depan ya Tasia."


"Oke Lionel jaga kesehatan jangan lupa makan ya?" ucapnya tersenyum geli, memikirkan perkataannya yang mengatakan jangan lupa makan, Ya pastilah Lionel tidak lupa makan. Anastasia senyum senyum sendiri.


"Hei..bangun Isabel kenapa kamu tidur, kita belum selesai dengan pembicaraan kita tadi, ini aku balikin barang kamu yang tertinggal dikamar ini.."


BERSAMBUNG....😂


## Salam sehat buat kita semua, tetap jaga kesehatan jangan lupa bahagia ya..##


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA SAYANG SAYANGKUUUU,TERIMA KASIH 🌾


🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗