The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Tidak Terima



🤗 Happy Reading 🤗


* Satu bulan kemudian *


Felin memasuki kamar kakaknya, ia kesal mendengar cerita dari Betran bahwa Aaron menyimpan perempuan dirumah kakaknya.


"Bangun kak..." Perintah Felin sudah berkacak pinggang didepan Aaron,ia melihat lelaki itu masih masih bersembunyi dibawah selimut.


"Ayo kak bangunnnn...." Felin sudah setengah berteriak sambil menarik selimut kakaknya. Membuat Aaron mengerjapkan matanya berulang ulang, namun kembali tertidur lagi.


Betran hanya diam disamping istrinya, ia tak berani mengambil tindakan jika sudah melihat Felin marah, dunia seakan terbalik. Perubahan hormon kehamilan pada istrinya dapat memengaruhi emosinya. Peningkatan produksi hormon estrogen dan progesteron di awal-awal kehamilannya membuat Felin kadang marah dan kadang bahagia, itu yang membuat Betran harus lebih bersabar lagi.


"Ambilkan air, aku akan siram lelaki brengsek ini." ucap Felin mulai hilang kesabaran.sungguh ia tak terima apa yang dilakukan lelaki ini.Ia sudah dapat menebak gimana perasaan kakak iparnya. Apalagi Anastasia bekerja sama dengan Donisius grup.


"Kamu berisik sekali Felin? " ucap Aaron sudah duduk, ia melihat kemarahan Felin.


"Kenapa kakak membiarkan wanita sialan itu dirumah ini kak?" Tanya felin masih berkacak pinggang.


"Untuk sementara saja Felin tidak lama kok." ucap Aaron memelas.


"Kakak bilang untuk sementara, ini sudah satu bulan kak, aku lihat perangai dia sama kayak celin, wanita ular." ucapnya penuh emosi, ia menatap Aaron dengan sinis.Lelaki yang menyebalkan, mengaku hanya mencintai Anastasia. Tapi dia menyimpan perempuan dirumah ini.


"Aku gak mau tahu husir dia dari rumah ini, jika kakak tidak lakukan jangan harap aku akan datang kerumah ini lagi." ancam Felin sudah keluar dari kamar. Betran hanya mengangkat kedua bahunya dan menatap Aaron seolah mengatakan dia tidak mau ikut campur.


Ia sudah keluar mengikuti Felin. Langkahnya terhenti ketika istrinya sudah memutar tubuhnya dan menatap dirinya dengan tajam.


"Jangan kamu pikir, aku bisa memaafkan mu sekarang." ucap nya kepada suaminya yang nampak bingung.


"Kenapa sayang?" kata betran tak terima.


"Kenapa baru sekarang kau mengatakannya, setelah satu bulan kejadian ini."


"Aku baru tahu sayang.." ucapnya membela diri.


"Pokoknya saya tidak mau tahu, cari tahu tentang wanita itu. jika sampai besok kamu tidak mendapat informasi apa apa, jangan harap kamu tidur dikamar, mengerti? " Tegas Felin sudah tersenyum miring menatap suaminya seperti orang bodoh.


"Tapi sayang..???????"


"Jangan membantah.." Teriak Felin sudah mulai menjauh meninggalkan Betran yang masih berdiri.


***********


Anastasia berhasil menyelesaikan proyek yang ia kerjakan.Ia tak perlu mendekam dipenjara seperti yang dikatakan bapak direktur utama. Dia ingin cepat menyelesaikan proyek ini,hanya butuh satu bulan lagi.Ya, menunggu itu Anastasia harus berusaha lebih bersabar lagi untuk melihat tingkah Rebecca. Agar ia tak perlu melihat wanita rubah itu yang selalu sengaja bermanja manja ingin menyulut api cemburunya.


Sungguh ia tak sabar, apa karena efek rasa cemburunya yang besar, Anastasia mendatangai Rebecca dan mencekal tangannya.Menarik tangan wanita itu, hingga mereka sudah berada digudang proyek.Kemarahan Anastasia memuncak melihat Rebecca sudah satu bulan masih tinggal bersama Aaron. Wanita itu belum mau keluar dari rumah direktur utama, mungkin itu salah satu yang membuat emosinya membucah memenuhi rongga dadanya.


Melihat tangannya dilepas, Rebecca tersenyum sinis seakan mengejek Anastasia.


Sungguh saat ini ia bahagia, Rebecca berhasil membuat Anastasia marah.


"Apa kau sengaja melakukan semua ini Rebecca?" sinis Anastasia menatap Rebecca sedang melipat kedua tangannya di dada. Bukan jawaban yang ia dapatkan ia malah tertawa. Membuat Anastasia geram.


"Kenapa ibu Tasia? saya mencintai pak direktur utama jadi apapun akan saya lakukan untuk menahlukkan hatinya, Menyerahkan diri saja saya sudah siap, hanya tinggal menunggu waktu saja." ucap Rebecca terlihat garang namun kata kata


' Menyerahkan diri ' ia bisikkan ke telinga Anastasia, membuat ia emosi dan reflek membuat Anastasia mendorong tubuh Rebecca sampai terhuyung ke belakang namun tidak sampai terjatuh. Rebecca semakin tertawa,lama lama tawa itu menghilang dan menatap Anastasia dengan tatapan iblis nya , yang sudah siap mengoyak jantung wanita itu.


"Saya kan sudah bilang ibu Tasia, APAPUN itu akan saya lakukan." Rebecca menekan kata kata apapun agar wanita itu mengerti.Ia menatap Anastasia dengan sinis.


"Tinggalkan rumah Pak direktur Rebecca, apapun yang kau lakukan dia tidak akan tergoda denganmu." Ucap Anastasia tegas.


HAHAHAHAHA


Kembali Rebecca tertawa, sungguh kata kata itu menggelitik hatinya.


"Tinggalkan rumah Pak direktur maksud ibu? " ucap Rebecca mengulang perkataan wanita itu.Ia kembali tertawa, hingga membuat Anastasia geram dan ingin menamparnya.


"Siapa kau ingin menghusirku dari rumah pak direktur?" Tunjuk Rebecca dengan jarinya, ia sengaja menekan jarinya itu kedada Anastasia hingga membuat Anastasia terdorong kebelakang.Kemudian ia melanjutkan perkataannya.


"Kau adalah masa lalu terkelam dari pak direktur, masa lalu yang selalu menyakiti hatinya.Mantan istri yang bodoh meninggalkan suaminya.Jadi apa yang kau harapkan sekarang?" Geram Rebecca tersenyum miring.


"Aku ingin kembali mendapatkan cinta mantan suamiku..kenapa?" ucap Anastasia garang ,ia tak perduli jika ia seperti seorang mengemis cinta.


Ya, terpaksa Anastasia mengatakan itu , ia sudah hampir gila memikirkan cintanya, hatinya sakit. Perasaannya bergelora dan tak tertahan lagi.


HAHAHAHAHA


Tawa iblis memenuhi ruangan gudang, membuat bulu roma Anastasia bergidik.


"Kau mengatakan bahwa diriku tak berharga, kau lebih tak berharga dan lebih menyedihkan. Setelah kau mencampakkan Aaron kau datang untuk mengemis cintanya lagi.Apa kau tidak tahu Aaron sangat membencimu. Aaron sudah cerita semuanya bagaimana kau mencampakkan nya, dan pergi jauh meninggalkannya. sekarang kau berharap ingin kembali lagi padanya. cih menggelikan.." ucap Rebecca dengan nada suaranya yang cukup kental, matanya mendelik tajam seakan ingin menerkam wanita itu, ia menatap Anastasia seperti wanita rendahan.


"Aku yakin Aaron masih sangat mencintaiku, jangan buang waktumu untuk mendapatkan lelaki yang sama sekali tidak tertarik dengan wanita iblis seperti mu." sarkas Anastasia dengan tersenyum miring.


Lagi lagi Rebecca tertawa, Membuat Anastasia mengernyitkan keningnya.Wanita ini benar benar sudah gila.Apa dipikirnya dia sedang melucu? setiap yang ia katakan pasti wanita ini tertawa, benar benar wanita gila.


"Dasar wanita ******..." Belum lagi Rebecca melanjutkan kata katanya.


PLAKKKKKK


Dengan kekuatan penuh Anastasia sudah mengayunkan tangannya untuk menampar pipi Rebecca dengan begitu keras,membuat wanita itu terhuyung mundur sampai hampir kehilangan keseimbangan.


" Dasar wanita brengsek Jangan kau bangunkan macan tidur." Anastasia sudah emosi,ia meluapkan seluruh perasaannya yang bergejolak didalam jiwanya.Rasa cemburunya yang besar mampu membuatnya menjadi wanita garang.


"Kau selalu mengataiku wanita yang tak ada harga diri, wanita brengsek,jadi kau wanita seperti apa Tasia? Aku murni berusaha untuk mendapatkan cinta tuan direktur sementara kau, tidak tahu malu datang kembali mengharapkan cintanya.Saya rasa kata kata itu yang tepat untukmu, kau wanita yang tidak punya harga diri." ucap Rebecca tersenyum jahat.Ia masih memegang pipinya yang terasa sakit akibat tamparan Anastasia tadi.


"Kauuu..." Jemari kuat Anastasia sudah mencengkeram pundak Rebecca semakin mengencang,hingga meninggalkan rasa sakit.


"Apa yang kau lakukan ibu Anastasia?" Tiba tiba terdengar suara bariton seorang lelaki yang sangat Anastasia kenali.


Reflek Anastasia melepaskan cengkramannya dan mendorong Rebecca...


BERSAMBUNG.....


# Salam sehat untuk kita semua, jangan lupa bahagia 😘😘


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA SAYANG SAYANGKUUUU...🌾


🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗