The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Memberi Perhitungan



🤗 Happy Reading 🤗


Felin sudah duduk bersama Betran diruang tamu, Ia sudah tidak sabar menunggu kedatangan wanita sialan itu. Setelah ia mengetahui dari suaminya bahwa Anastasia sedang sakit, ia langsung memaksa suaminya kesini. Dia akan memaksa wanita sialan itu keluar dari rumah kakaknya.Cih....Felin menatap sinis wanita yang sedang memasuki rumah kakaknya.


"Hebat kamu ya serasa nyonya besar yang


tinggal dirumah ini." ucap Felin sudah bangun dari duduknya, mendekati wanita yang tak punya harga diri itu.


"Selamat malam Felin..!" Sapa Rebecca seramah mungkin dan dengan senyum yang dipaksakan.


"Jangan sebut namaku dengan mulut kotormu itu." tengking Felin sudah mulai meninggikan suaranya.


Rebecca mendengus kasar, sehingga Felin dapat mendengarnya.


"Kamu memang wanita tak punya harga diri ya, satu bulan tinggal dirumah ini dan tidak mau keluar lagi. Apa perlu aku suruh security untuk menyeretmu keluar dari rumah ini? " Sinis Felin menatap wanita itu dengan tidak suka.Betran sudah bangkit dari duduknya dan berusaha untuk memenangkan istrinya.


"Sudah sayang, kuasai emosimu gak baik untuk bayi kita.." Bujuk Betran mendekati istrinya.


"Jangan menghalangiku sayang, aku ingin mencabik-cabik wanita sialan ini." kata Felin masih memancarkan emosinya .


"Tapi sayang..." tiba tiba Felin sudah mengangkat tangannya keatas, menunjukkan gestur tubuhnya agar ia tidak bicara lagi.lelaki itu mengerti dengan melihat gestur tubuh istrinya itu, Betran tidak bisa berkata apa apa, cukup hari ini dia menjadi penonton saja.


"Apa kamu pikir aku tidak tau kelicikanmu? kamu mengaku dan menangis didepan kakakku bahwa kamu ingin dibunuh dan diancam, setelah dicari tau tidak ada yang mengancammu apalagi ingin membunuhmu, Apa kau sengaja untuk mendekati kakakku?" ucapnya memandang remeh sama wanita yang ada didepannya. Namun apa yang dilihatnya,wanita itu santai dan menatapnya sinis, Felin sangat terkejut.


"Itu bukan urusanmu Felin, jangan buat dirimu terlalu sibuk mengurusi yang bukan urusanmu." Sinisnya menatap Felin dari atas sampai bawah.


Felin lagi lagi terkejut dengan apa yang didengarnya sontak matanya membulat sempurna.


"Apa?" tanya Felin sudah berteriak,Membuat Betran bangkit dari duduknya.


"Jaga bicara anda nona.." ucap Betran mendekati dua wanita itu.


"Ingat! Selagi pak direktur sendiri yang tidak mengusirku saya tidak keluar, anda tidak perlu repot-repot mengusirku dari sini. Karena yang punya rumah ini adalah Tuan Aaron Donisius, bukan kamu berdua.." Sarkas Rebecca melirik Felin dengan sinis.


Mendengar itu kemarahan Felin sudah tersulut.


"Apa????? Dasar wanita rendahan !!! " teriak Felin histeris meluapkan emosi jiwanya. Dengan kekuatan penuh Felin mengayunkan tangannya, namun dengan cepat Rebecca menangkapnya.


"Jangan sesekali anda menyebut diriku dengan wanita rendahan.Mulut anda tidak pantas mengatakan itu untuk saya." ucap Rebecca melepaskan tangan Felin dengan keras, hingga membuatnya hampir kehilangan keseimbangan, Dengan cepat betran sudah menangkap istrinya.


"Apa yang anda lakukan nona?" Geram Betran menatap Rebecca dengan tatapan tak terbaca.


"Apa anda buta wakil direktur utama? istri anda yang ingin menampar saya. Kenapa anda menyalahkan saya." ujar Rebecca membela diri. Sontak membuat Felin dan Betran terkejut.


"Wanita ini benar benar berbahaya, bagaimana bisa Aaron mempekerjakan wanita seperti ini." Betran berbisik pada batinnya. ia masih menatap wanita yang berdiri tepat didepannya.


Lelaki itu memeluk istrinya dari samping agar Felin tidak terpancing emosi lagi.


Rebecca hanya menatap sinis "Saya tekankan sekali lagi, jangan buang waktu anda mengusirku. Aku tidak akan pergi dari rumah ini." ucap Rebecca kembali dan melemparkan senyum miringnya kearah mereka. Ia sudah melangkah pergi masuk ke kamarnya.


"Ohh... tidak, bagaimana kak Aaron bisa menyimpan siluman dirumah ini sayang." ucap Felin mengatur napasnya, Ia sudah tidak tahan lagi. Napasnya tersengal menahan emosi. Tubuhnya sudah bergetar berulang ulang dia menggelengkan kepalanya.


"Tenangkan dirimu sayang, serahkan padaku biar saya yang urus hal ini. Kamu pikirkan kesehatanmu dan juga anak kita, jangan sampai kamu stres." Kata Betran berusaha menenangkan istrinya.


Ia sendiri saja tidak menduga hal ini akan terjadi. Secepatnya ia harus mengumpulkan bukti agar Aaron mempercayainya, jika hanya kata kata dia sendiri yakin Aaron tidak akan percaya. Karena wanita ini sangat bermulut manis. Bisa memutar semua apa yang terjadi.


********


Aaron melihat sekeliling rumah Anastasia, hatinya kembali berdesir.Detak jantungnya kembali berdetak. Perlahan-lahan ia berjalan menuju kamar wanita yang sangat ia cintai itu. Semakin ia mendekati kamar Anastasia, jantung Aaron semakin terpicu cepat dan ia terlihat gugup. Menarik napasnya dalam dalam memenuhi paru paru dengan oksigen membuat Aaron bahkan sulit untuk bernapas.


Ia sudah berada di depan pintu kamar Anastasia. Ia sudah memegang kenop pintu, berlahan lahan ia membukanya, daun pintu sudah terbuka Aaron mendorong kearah dalam.


Ia melangkah masuk...


DEG...


Jantung Aaron semakin terpompa berdetak lebih kencang, darahnya seperti mengalir cepat hingga membuatnya panas dingin.Ia melihat Anastasia tertidur dibalik selimut.



Hatinya bergetar melihat Anastasia nampak lemah dengan rambutnya ia kuncir sampai ke atas. Cinta ini masih sama, tidak berubah. Aaron sudah berdiri di depan Anastasia, ia mengamati wajah istrinya, cantik... Hatinya bergetar.


Aaron mendengar rintihan kesakitan keluar dari mulutnya namun matanya masih terpejam.


Dengan berlahan Aaron menyentuh kening Anastasia, tubuhnya menegang.


Tubuhnya sangat panas, dengan cepat Aaron keluar menuju dapur, mengambil wadah untuk tempat air..Ia sedikit gugup kerena suhu badan Anastasia sangat panas.


Dengan cepat ia sudah masuk ke kamar lagi. Aaron mengompres Anastasia dengan air hangat, menaruh kain ke kening Anastasia.


dilakukannya berulang ulang, ia meletakkan termometer ke mulut Anastasia, untuk mengecek suhu tubuhnya. ia mengatur suhu ruangan agar kondisi suhu sejuk selalu.


Jam sudah menunjukkan pukul 23.00 wib Namun suhu badannya tidak juga turun. Aaron nampak cemas. Panasnya juga belum turun turun. Apakah dirinya harus melakukan skin to skin ya, Bagaimana jika Anastasia marah, dan mencaci makinya.


huft... Aaron membuang napasnya berat Aaron masih berpikir.. Ia nampak mondar mandir dikamar Anastasia, melihat Anastasia mengigau membuat ia tak tahan.


Terserah saja, jika Anastasia marah dan mencaci makinya, Ia akan siap menerimanya. Yang jelas hari ini ia ingin memberikan pertolongan pertama buat istrinya itu.


Dengan cara skin to skin.


BERSAMBUNG....


## Aaron membuat skin to skin menempelkan permukaan kulit Aaron dengan Anastasia 🤣🤣🤣 ###


##Hayooo baper kan?##


## Salam sehat buat kita semua 😘 ##


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA SAYANG SAYANGKUUUU, TERIMA KASIH 🌾


🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗