
Malam hari, sesuai perkataannya tadi sore, Xylon menjemput kekasihnya yang ternyata masih bersiap-siap di kamarnya. Kini, ia berada di ruang tamu dan duduk di sofa di temani Adelard dan Laura.
"Berangkatnya mau bareng atau kalian belakangan?" tanya Laura pada Xylon.
"Tante sama Om duluan aja, saya sama Helena nyusul," jawab Xylon.
"Oke, Tante sama Om berangkat ya! kalau Helena masih lama, suruh pelayan aja buat manggil dia," tutur Laura.
"Iya, Tante," sahut Xylon.
Setelah itu, Adelard dan Laura pergi terlebih dahulu dan meninggalkan Xylon yang masih di ruang tamu menunggu Helena.
10 menit kemudian, Helena datang dengan membawa 2 buah sling bag XYlina dengan model yang berbeda.
Xylon memerhatikan penampilan Helena yang begitu cantik dan anggun dengan dress mewah berwarna putih yang panjangnya selutut dan rambut yang dibiarkan tergerai dan riasan wajah yang terlihat natural. Namun, justru menambah kecantikannya yang mirip dengan aktris Korea Selatan bernama Han so hee.
"Wow, cantik!" puji Xylon.
"Hehe, tapi aku galau pakai tas yang ini atau ini." Helena pun meminta pendapat Xylon sekaligus menyuruhnya untuk membantu memilih antara tas yang berada di tangan kanannya atau tangan kirinya.
"Duh, cewek ribet banget." ucap Xylon dengan nada yang meledek Helena.
"Ih! udahlah, pilihan aja sih, entar kita telat dateng ke acaranya!" ujar Helena yang merasa kesal karena Xylon malah meledeknya, padahal mereka hampir telat datang ke acara malam ini.
"Yang ini aja." jawab Xylon memilih tas yang berada di tangan kanan Helena.
"Oke, dari tadi kek! biar gak telat," ucap Helena.
'Lah? dia yang rempong' batin Xylon yang merasa sedikit tidak terima disalahkan. Tapi ia hanya bisa berkata di dalam hatinya.
Helenapun menyuruh pelayan untuk menaruh tas yang tidak dipilih itu ke kamarnya. Setelah itu, Xylon dan Helena pun pergi menuju mobil Xylon untuk berangkat ke acara pesta diadakan.
"Eh, aku baru sadar kalau malam ini kamu ganteng banget." ucap Helena yang merasa jika kekasihnya begitu tampan dengan pakaian yang dikenakannya.
"Aih, hahaha." Xylon hanya bisa terkekeh mendengar pujian dari kekasihnya yang telat itu.
"Ih beneran tau!"
"Iya aku tau, Sayang. Lagian aku emang udah ganteng dari dulu"
"Hm... iyain." Akhirnya Helena hanya mengiyakan ucapan kekasihnya itu.
Setelah menempuh perjalanan singkat sekitar 10 menit, mereka tiba di Jeffer Hotel. Helena sedikit terkejut saat mengetahui lokasi acara tersebut diadakan. Karena sebelumnya, tidak ada yang memberitahu dirinya dimana tempat pesta formal itu diselenggarakan. Helena menatap Xylon yang dengan santainya melepas seatbelt dan turun dari mobil lalu memutar untuk membukakannya pintu.
Helena turun dari mobil Xylon dan menatap kekasihnya seolah ia ingin kembali saja ke rumahnya.
"Kenapa, hm?" tanya Xylon yang menyadari jika dirinya tengah ditatap oleh gadis itu.
"Aku mau pulang." jawab Helena yang meminta untuk pulang pada Xylon.
"Jangan bercanda, baru juga nyampe. Ayo masuk." Xylon yang hanya menganggap ucapan Helena hanyalah candaan dan langsung menggandeng tangan kekasihnya untuk masuk ke dalam hotel tersebut.
'Xylon gak tau, kalau nanti gue ketemu Papi gimana?' batin Helena yang merasa khawatir jika ia akan bertemu dengan orang yang selama ini ia hindari.
Alhasil, ia hanya mengikuti Xylon dengan tangan mereka yang bergandeng mesra.
"Hi, Lo berdua!" sapa Kenzie yang tiba-tiba saja datang menghampiri kedua pasangan itu dengan segelas minuman di tangannya.
"Hi, Ko! ganteng banget." puji Helena pada Kenzie terang-terangan tanpa melihat wajah Xylon yang merasa kesal mendengar kekasihnya memuji pria lain.
"Kamu muji aku telat, giliran dia langsung dipuji?" ujar Xylon menatap Helena.
"Udahlah, masa gitu aja baper," sahut Helena dengan santai.
"Au nih, lakik bukan?" ledek Kenzie.
"Jir!" umpat Xylon.
"Wah, parah banget baru dateng. Ayo, ikut Papa ketemu rekan bisnis kita!" ujar Freddy yang tiba-tiba datang menghampiri Xylon dan menyuruhnya untuk menyapa dan mengobrol dengan para rekan bisnis mereka.
"Oh iya," sahut Xylon.
"Helena mau ikut?" sambungnya yang bertanya pada kekasihnya ingin ikut atau tidak.
"Engga, aku disini aja," jawab Helena.
"Oke, Kenzie! Lo jangan macem-macem!" ucap Xylon lalu memberi peringatan pada sahabatnya.
"Iya, santai aja napa! posesif amat," sahut Kenzie.
Helena hanya terkekeh melihatnya.
Setelah itu, Xylon mengikuti sang Papa untuk menemui beberapa rekan bisnisnya.
Melihat Xylon yang sudah pergi, Kenzie sedikit menyenggol lengan Helena dengan sikunya yang membuat gadis itu menoleh dan menatapnya penuh tanya.
"Besok si Natasya gak kemana-mana kan?" tanya Kenzie pada Helena mengenai Natasya.
"Ya ampun, aku kira apaan. Ya mana aku taulah, emang aku bodyguardnya?!" jawab Helena dengan sedikit kesal.
"Ya udah santai! namanya juga usaha," kata Kenzie.
"Ya udah, Koko mau ambil minum lagi bentar," izinnya yang dijawab anggukan oleh Helena.
Setelah Kenzie pergi, Helena menatap sekitarnya untuk mencari keberadaan Laura dan Adelard, orang tuanya.
"Hi, cantik!"
Seseorang menyapa Helena dari belakang yang membuat gadis itu membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang telah menyapanya itu.
"Eh, Kak Eric!" ucapnya terkejut.
Eric pun langsung memeluk Helena yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri.
Tak lama, mereka saling melepas pelukannya.
"Kirain cowok genit tadi yang nyapa." ucap Helena yang ditanggapi dengan kekehan oleh Eric.
Pria itu mengusap rambut Helena lembut dan bertanya pada Helena mengenai perasaan gadis itu ketika di Bali.
"Gimana waktu di Bali?"
"Seru banget, Kakak sih gak ada," jawab Helena.
"Ya sorry, lagian kamu udah tau kan tentang Agnez?"
"Iya, udah"
"Oh ya, Agnez kemana? denger-denger, dia gak pergi ke sekolah ya belakangan ini?"
"Hm... gak tau deh, capek sama kelakuan dia"
"Ish, Kak Eric gak boleh gitu!"
"Hm"
"Sayang!" ujar seorang gadis yang menghampiri Eric dan Helena.
"Sandra? sini!" sahut Eric yang kemudian merangkul gadis tersebut.
"Dia siapa? kenapa kamu peluk-peluk dia? kamu udah janji sama aku kalau kamu bakalan berubah, gak mainin cewek lagi!" ucap gadis yang bernama Sandra.
"Huh?" Helena dan Eric tampak saling melempar pandangan dan kembali menatap Sandra yang sepertinya gadis itu salah paham.
Tak lama, Kenzie datang dan menyaksikan keributan ini. Ia ingin bertanya, tapi sepertinya tidak ada kesempatan untuk dirinya menanyakan sebab Sandra merasa kesal pada Helena karena gadis itu yang sudah terlanjur emosi.
"Sandra, kamu salah-" Eric mencoba menjelaskan pada Sandra, tapi gadis itu langsung memotong ucapannya.
"Hey you! jangan kecentilan pake ngogodain sama meluk-meluk pacar gue segala, lu siapa?" ujar Sandra yang merasa kesal pada Helena dan sedikit mendorongnya.
Xylon yang sesekali menatap ke arah Helena pun meminta izin pada rekan kerjanya untuk menghampiri Helena sebentar karena ia melihat ada seorang gadis mendorong kekasihnya itu.
"Maaf, saya permisi sebentar," ucap Xylon.
"Oke, silahkan." jawab salah satu rekan bisnisnya yang mempersilahkan.
Kemudian, Xylon langsung menghampiri Helena dan yang lainnya dan bertanya tentang apa yang terjadi.
"Ada apa?"
"Gak tau gue juga, gue dateng si Sandra udah marah-marah," jawab Kenzie tak acuh.
Lalu tiba-tiba, Helena menarik lengan Xylon agar lebih dekat dengannya dan merangkul lengan pria itu dan berkata, "Nah, ini pacar saya, Mba!"
"Ada apa, Hel?" tanya Xylon.
"XYLON?" Sandra terkejut saat mengetahui bahwa Xylonlah yang menjadi pacar Helena.
"Iya, dia Xylon! Mba ketinggalan berita sih, emangnya gak tau ya kalau Xylon Rodriguez itu datingnya sama saya?!" ujar Helena.
"Ada apa sih, Hel?" tanya Xylon kembali.
"Masa Mba ini nuduh aku centil ke Kak Eric." adu Helena dengan mata yang menatap kesal Sandra.
Xylon yang tidak terima kekasihnya dituduh seperti itupun menatap Sandra dengan tajam.
"Kenapa Lo bilang gitu ke cewek gua?" tanyanya dingin.
"Di-dia... dia meluk-meluk Eric, pacar gue!" jawab Sandra sedikit takut.
"Lebih tepatnya, aku yang peluk Helena duluan," tambah Eric yang tidak mau Helena disalahkan. Sebab, dialah yang memeluk gadis itu terlebih dahulu.
"Kenapa?" tanya Sandra.
"Emangnya Lo gak pernah meluk temen cowok Lo?" kali ini, Kenzie yang menjawab.
Sandra terdiam lalu menatap sang kekasih meminta penjelasan.
"Tadi aku mau jelasin kamunya udah nge-cut aja, dengerin dulu lain kali!" tutur Eric.
"Jadi, dia ini Helena. Helena itu udah kayak adik aku sendiri, dia baik dan udah punya pacar. Kamu gak usah cemas, lagian Helena bukan tipe cewek yang kamu bilang kok." sambung Eric yang menjelaskannya pada Sandra dengan lembut.
Kemudian, Sandra kembali menatap Helena yang tengah dirangkul oleh Xylon.
"Bener?" tanyanya memastikan.
"Ya ampun, ni orang." Helena tidak habis pikir dengan kekasih Eric itu yang sulit untuk percaya itu.
"Serah Lo deh Mba!" ucapnya tidak mau ambil pusing, mau Sandra percaya atau tidak.
"Ka-kalau gitu... gu-gua m-minta maaf." Sandra pun meminta maaf dengan nada lirih.
"Apa? gak kedengeran!" ujar Helena yang memang tidak terlalu mendengar permintaan maaf Sandra yang lirih ditambah suara musik dansa di ruangan itu.
"Sorry... sorry banget, gue salah paham," ucap Sandra kembali.
"Oh... iya gapapa, gue paham kok," jawab Helena.
"Beneran Lo maafin gua?" tanya Sandra memastikan.
"Iyalah, apa alasan gua untuk gak maafin Lo coba?" sahut Helena.
"Kan tadi-"
"Udahlah skip, gua tau Lo gak mau Kak Eric main cewek di belakang Lo, gua paham banget. Buat Kak Eric, beneran berubah loh ya! jangan sakitin Kak Sandra!"
Helena memotong ucapan Sandra lalu memberi peringatan pada Eric agar tidak menyakiti Sandra.
Eric tersenyum sembari menganggukkan kepalanya dan berkata, "Ya pastilah, tenang aja!"
Xylon merasa bangga pada Helena yang mudah memaafkan seseorang dan masih bisa berkata baik walau sudah dihina.
"Gue jadi makin ngerasa bersalah, ternyata Lo orang baik!" ujar Sandra yang merasa sangat bersalah karena sebelumnya sudah menuduh Helena yang tidak-tidak.
"No problem. Sans sih, namanya juga salah paham, sekarang kan udah paham kan?"
"Iya"
"Oh ya, kita belum kenalan resmi. Aku Helena, Kak!" ujar Helena yang mengajak berkenalan dengan benar pada Sandra. Ia pun mengulurkan tangannya terlebih dahulu yang disambut dengan Sandra yang membalas jabatan tangan Helena.
"Sandra," ucapnya.
"Helena anak pinter," puji Kenzie mengusap kepala Helena seperti anak kecil. Entah pujian atau ledekan.
"Ih apa sih, kayak ke anak kecil aja!" kesal Helena yang menepis tangan Kenzie dan pria itu hanya bisa tertawa.
"Woy, woy, woy! ada apaan? gue ketinggalan topik apa nih?"
Entah dari mana dan kapan, Galang dan Alya tiba-tiba saja datang dengan heboh yang langsung menanyakan apa yang mereka bicarakan.
"Duh!!!" kesal Helena saat tidak sengaja tersenggol oleh Galang.
"Ada apaan? pada ngomongin apaan?" tanya Galang lagi.
"Hahaha, lo berdua ketinggalan! tadi Sandra sama Helena ada ribut-ribut, kasian banget gak nonton." jawab Kenzie sambil meledek Galang dan Alya.
"Yah... ketinggalan," kesal Alya.
"Ribut lagi dong! gak asik gak ribut," ucap Galang.
"Stres!" ujar Helena, Eric dan Sandra serempak.
Sementara Galang dan Alya hanya cengengesan.
"Sayang, wanna dance with me?"
Daripada mendengarkan ucapan manusia-manusia itu, Xylon pun akhirnya menawari sekaligus mengajak kekasihnya untuk berdansa dengannya.
"Kuy!" sahut Helena antusias.
Namun, ketika Xylon hendak meraih tangan Helena, seorang pria paruh baya memanggil nama kekasihnya.
"Helena!" ujar pria itu lalu menghampiri Helena.
"Pa-PAPI?!" Helena merasa sangat terkejut. Ia sudah menduga jika Pria itu akan datang ke acara ini dan hal yang paling ia hindari selama ini adalah bertemu dengannya.
Kenapa? Sebab, pria paruh baya itu adalah Papi kandungnya. Sudah bertahun-tahun lamanya ia tidak pernah bertemu Papi kandungnya lagi dan sekarang pria itu kembali muncul.
Bahkan, Helena sempat berharap jika pertemuannya dengan Papinya sepulang dari pertemuannya dengan Greisy adalah terakhir kalinya.
Mata Helena mulai berkaca-kaca ketika pria itu semakin mendekat.
Ada rasa kecewa dan rindu didalam hatinya. Ingin rasanya ia memeluk pria itu dan berkata bahwa ia merindukannya.
Tetapi kejadian bertahun-tahun yang lalu membuat Helena kembali merasa kecewa.
Ia segara pergi meninggalkan Roy, Xylon dan yang lainnya disana.
"Helena!" seru Xylon yang langsung mengejar kekasihnya itu.
To be continued
Jangan lupa like, vote dan komennya ya!!!
support selalu!
Makasih banyak buat yang udah selalu support karya aku ini ya!! ♥