
ketika Edwin hendak mengejar Helena juga, seseorang menahannya
"tuan Edwin" ucap orang tersebut yaitu adelard
"biar saya yang biacarakan ini pada Helena" sambung adelard
Edwin berpikir sejenak, tidak mudah juga untuk berbicara pada Helena saat ini, jadi Edwin pun setuju.
"oke" jawab Edwin.
di satu sisi
Helena sedang berlari dan menuju rooftop hotel untuk menenangkan diri.
setelah sampai Helena berteriak frustasi dan menangis sejadi-jadinya.
"Helena" panggil seseorang yang tak lain adalah Xylon.
Namun, Helena tidak menggubrisnya
Helena terus menangis.
seketika Helena kembali teringat akan masa lalunya.
Xylon mendekat ke arah Helena lalu menyentuh bahu helena.
Helenapun membalikkan badannya dan langsung memeluk Xylon.
"Xylon.. hiks hiks.." lirihnya
"Sssttt.." Xylon berusaha menenangkannya
Helena melepas pelukannya dan menatap Xylon.
"kamu tau? dia itu papi kandung aku" ucapnya
Xylon mengangguk
"aku tau helena.."
"dia itu pengkhianatan, gak bertanggung jawab hiks.. dia.."
Flashback On
Helena Jefferson berumur 7 tahun.
Terdengar suara ribut dari luar kamar, gadis kecil itu segera melihat apa yang sedang terjadi.
ada kedua pasangan suami istri yang sedang bertengkar serta satu orang wanita muda yang tengah menonton pertengkaran itu sambil tersenyum puas.
ia melihat ke arah papinya, orang yang ia rindukan.
sudah lebih dari dua bulan papinya tidak pulang dan sekarang ketika pria itu pulang, Helena malah harus melihat kejadian ini.
papinya menghancurkan semua barang-barang yang ada didekatnya.
Lily begitu frustrasi.
"mami.. hiks" Helena menghampiri maminya, Lily pun memeluk putrinya itu yang menangis karena ketakutan.
"mami minta maaf sayang" ucap Lily terisak.
Harry, yang tak lain adalah adik Helena yang berumur 5 tahun itu terbangun dari tidurnya dan terkejut dengan apa yang terjadi.
"papi? papi udah pulang?" Harry hendak menghampiri Edwin, namun Lily segera menahannya.
"jangan Harry, dia udah bukan papi kamu lagi" ujar Lily
"mami.. Harry kangen papi" ucap bocah laki-laki laki itu.
"mami mohon sama kamu Harry, nanti mami jelasin semuanya sama kamu, kamu nurut ya sama mami?" tutur Lily
Harry pun mengangguk lalu ia memeluk maminya yang sedang menangis itu.
"mami.. Harry takut" ucap Harry yang semakin mempererat pelukannya pada Lily.
"jangan takut sayang, ada mami disini" Lily mencoba menenangkan putranya itu.
Edwin pergi mengemasi pakaian-pakaiannya dan memasukkannya ke dalam koper setelah itu ia pergi bersama selingkuhannya itu.
Flashback Off
"abis kejadian itu, mami papi cerai dan kita pindah ke Singapore karna Harry sakit kanker otak stadium akhir hikss.."
"sampai akhirnya harry meninggal. aku sama mami terpukul banget dan kita balik ke Indonesia buat pemakaman harry terus akhirnya kita menetap di Jakarta. papi gak ada disaat-saat aku dan Harry butuh. sampe akhirnya papi adelard Dateng ke kehidupan aku dan mami. papi adelard baik banget, papi adelard udah seperti papi kandung aku dan akhirnya mami nikah sama papi adelard. aku bisa ngerasain kasih sayang seorang ayah lagi berkat papi adelard hiks... hiks.." Helena yang sudah tidak kuat bercerita pun kembali terisak.
Xylon membawa Helena kembali ke dekapannya.
"udah Helena.. kalo kamu gak kuat ceritain jangan dipaksa" ucap Xylon lalu mengecup pucuk kepala Helena.
Helena menangis dalam dekapan Xylon sampai beberapa menit kemudian helena menjadi tenang.
***
di acara pesta, Edwin dan adelard begitu cemas dengan Helena. Edwin sangat menyesal dengan apa yang ia perbuat.
"tuan Edwin, anda harus sabar. gak mudah untuk buat Helena mengerti tapi saya pasti bakal berusaha kasih penjelasan pada Helena" ujar adelard
"iya tuan Williams, saya ngerti dan saya yang salah. terimakasih udah jaga putri saya, memberikan kasih sayang seorang ayah pada Helena dan merawat dia seperti putri anda sendiri" sahut Edwin
"anda jangan bilang begitu tuan Edwin, saya udah anggap Helena sebagai anak saya sendiri jadi anda gak perlu berterimakasih"
'hm, kalo gak salah tadi Xylon ngejar Helena, pasti mereka lagi bareng. apa telepon Xylon aja buat mastiin?' batin adelard
"kalo gitu saya permisi dulu tuan Edwin, saya harus telepon Xylon buat mastiin keberadaan Helena" ujar adelard
"iya, silahkan" sahut Edwin
adelard pun mencari tempat untuk menelfon Xylon.
di tempat lain, Xylon masih memeluk Helena dan menenangkannya.
tiba-tiba ponselnya berdering, Xylon mengambil ponsel yang ada di sakunya lalu melihat siapa yang menelfonnya.
setelah melihat ternyata adelard lah yang menelfon, Xylon pun melepas pelukannya dan mengangkat telphone.
"halo om, ada apa?" ucap Xylon ketika telponnya sudah tersambung
"halo Xylon, Helena ada sama kamu?" tanya adelard
"iya om, Helena ada sama saya" jawab Xylon
"yaudah kalo gitu, jaga dia baik-baik kalo sampe dia lecet sedikitpun, om sendiri yang bakal patahin tulang kamu"
"iya om tenang aja, saya bakal jagain putri om" ucap Xylon
"yaudah kalo begitu om tutup telphone nya"
"ya"
Setelah sambungan telphonenya mati, Xylon kembali menatap Helena.
"siapa? papi adelard?" tanya Helena
"hm" Xylon menjawab dengan deheman.
Xylon kemudian menangkup wajah Helena lalu berkata
"hel, jangan sedih lagi.. I'm here with you, make me a place to lean on for you. I will always be with you Helena Jefferson (Aku disini bersamamu, jadikan aku tempat bersandar untukmu. Aku akan selalu bersamamu Helena Jefferson)" ucap Xylon
"kamu tau? sebenernya aku gak suka sama marga itu, Jefferson haha berarti nama aku sama kayak pria penghianat itu dan sama juga kayak istrinya yang murahan itu" ujar Helena
"gak peduli, kalo emang dia ayah kandung aku terus kemana pas aku dan Harry butuh? dia juga gak peduli kan?"
"semua orang butuh waktu untuk berubah Helena, mungkin sekarang papi kamu udah sadar dengan semua perbuatannya dan kamu harus bisa maafin"
Helena membalikkan tubuhnya untuk melihat pemandangan dan menghela nafas.
"sebenernya aku udah maafin papi Edwin, tapi aku masih kecewa sama papi dan aku juga udah berusaha buat ngelupain semuanya. tanpa di minta pun aku udah maafin papi aku, dan aku juga udah ambil hikmahnya" ucapnya
"tapi aku gak tau gimana perasaan mami, aku juga harus jaga perasaan mami dan mami itu udah benci banget sama papi Edwin. aku gak mau ngecewain keduanya Xylon!" sambungnya
"hm aku ngerti, kamu coba bujuk mami kamu, karna kamu itu anak kandung tuan Edwin, tuan Edwin pasti kangen banget sama kamu Helena.. kamu juga sama kan?"
Helena tidak meresponnya.
kemudian air matanya kembali mengalir.
"aku kangen harry Xyl.." lirihnya
Xylon pun kembali memeluk Helena dan membelai rambutnya.
"udah jangan nangis lagi ya? Tuhan sayang sama Harry, makanya Harry dipanggil lebih dulu" ucap Xylon, lalu ia mengusap air mata Helena dan mencium keningnya.
Helena terkejut dengan perlakuan Xylon.
lalu ia menatap mata Xylon, kemudian Xylon pun tersenyum pada Helena.
"tadi kita mau dansa kan?" ucap Xylon mengalihkan topik.
"udah gak mood" sahut Helena lalu kembali menatap pemandangan.
"hmmm tapi aku pengen dansa sama kamu, gimana?" ujar
"sama yang lain aja, gak bisa?" sahut helena
"gimana ya, girlfriend aku cuma kamu"
"ck, males balik ke acara itu"
"yaudah kalo gitu dansa disini"
Helena yang mendengarnya langsung kembali mengalihkan pandangannya pada Xylon.
"maksudnya?" tanya Helena
Xylon tersenyum lalu meraih tangan Helena dan menaruh dipundaknya lalu ia langsung meraih pinggang Helena dan tangan yang satu bertautan dengan tangan Helena lalu ia mulai berdansa.
Helena yang kebingungan pun hanya bisa mengikuti laki-laki yang sedang berdansa dengannya tanpa musik sambil menatap wajah tampan itu.
Xylon pun mulai bernyanyi dengan merdu.
ia menyanyikan lagu 'Beautiful in white'
♪♪Not sure if you know this
But when we first met
I got so nervous I couldn't speak
In that very moment
I found the one and
My life had found its missing piece♪
♪So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight♪♪
Helena mulai mengerti pun ikut bernyanyi dengan Xylon sambil berdansa.
♪What we have is timeless
My love is endless
And with this ring I
Say to the world
You're my every reason
You're all that I believe in
With all my heart I mean every word♪
♪♪So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight♪♪
Xylon pun berhenti bernyanyi, begitupun Helena. mereka saling bertatapan.
Xylon menatap Helena begitu dalam.
'lho kenapa stop? terus ini kenapa ngeliatin gua kayak gitu? bikin nervous aja' batin Helena
"helena" ujar Xylon
"hm?"
"you look so beautiful tonight" ucap Xylon
"and you are so handsome in this suit" balas Helena
Xylon tersenyum
"jadi, kamu udah terpesona sama aku haha"
"hm"
mereka kembali terdiam dengan Saling menatap satu sama lain begitu dalam.
'i really love you helena' -Xylon
'Thank you for always being there for me and being my place to lean on, I think I've fallen in love with you Xylon' -helena
'apa gua tembak sekarang? tapi takutnya Helena belum Nerima gua' -Xylon
TBC