
Bugh
Helena menendang Alden dengan keras hingga pria itu tersungkur ke lantai.
Setelah itu, Helena memakaikan selimut pada Shelly yang sudah ia ambil sebelumnya di atas ranjang untuk menutupi tubuh Kakaknya.
"Kurangajar! harusnya Lo ikut hancur kayak Shelly!" kesal Alden.
"Gua gak takut!" sahut Helena menantang.
Ia melihat sekeliling kamar yang sepertinya sudah terasa sulit jika ingin bertarung, Helena pun berhasil memancing Alden keluar dari kamar tersebut.
Helena terus berlari hingga berhenti karena sudah tidak ada jalan lagi.
Alden beserta anak buahnya mengepung gadis itu hingga membuatnya kebingungan harus apa.
Sekarang, Helena benar-benar panik dan seakan tidak ada cara lain karena ia juga tidak membawa senjata apapun saat ini.
Helena juga sudah merasa lemas karena terus bertarung. tiba-tiba, ia pun melihat ke arah pintu di sebelah kirinya.
Dengan cepat, Helena langsung menendang anak buah Alden yang menghalangi pintu itu yang kemudian membukanya dan berlari keluar.
"Rooftop?" Helena mendengus. Mau tak mau ia harus melawan Alden dan anak buahnya lagi.
Bugh
Bugh
Bugh
Akhirnya, Dev beserta anak buahnya pun tiba disana dan langsung menolong Helena dengan menghajar Alden beserta orang-orangnya.
Helena yang memang sudah merasa lemas pun, merasa sangat bersyukur pada Tuhan karena mengirimnya bantuan lewat mereka.
Kemudian, anak buah Alden kembali bertambah 10 orang dan Helena pun terpaksa ikut melawan mereka, meskipun ia sudah merasa tidak memiliki cukup tenaga melawan banyak orang lagi.
Perkelahian itupun terjadi sekitar 3 menit, sampai akhirnya..
"Nona Helena!" Dev sempat terkejut dan hendak menyelamatkan Gadis itu.
"Kalian semua, berhenti sekarang juga! Atau Helena akan gue jatuhin dari sini!" seru Alden yang membuat Dev menghentikan langkahnya.
"Jangan ada yang maju, atau gua bakal bunuh cewek sialan ini," ancam Alden.
Dev mengisyaratkan anak buahnya untuk berhenti dan orang-orang Alden pun ikut berhenti sembari tersenyum puas seperti bosnya.
Kemudian, Dev kembali mengisyaratkan lewat mata pada anak buahnya yang agak dekat dengan posisi Alden dan Helena.
Anak buah Dev yang merasa dirinya diperintahkan lewat isyarat matapun mengangguk kecil dan perlahan mendekati Alden dengan tangan yang sudah memegang senjata.
Saat anak buah Dev akan menyerang Alden, tiba-tiba...
Dorr
Sebuah tembakan tepat mengenai kaki kanan Alden membuat semua orang langsung melihat siapa yang telah menembak pria itu.
Xylon. Ya, pria itulah yang telah menembak Alden.
Untungnya, Xylon membawa pistol dari mobilnya saat ia hendak masuk ke dalam hotel untuk berjaga-jaga. Dan benar saja, Xylon yang melihat Helena dalam bahaya pun langsung mengarahkan pistolnya ke arah Alden dan mengedorkan peluru ke kaki pria brengsek itu.
Helena yang melihat kedatangan Xylon pun langsung berlari ke arah pria yang ia cintai sekaligus pria yang telah menyelamatkannya setelah Helena berhasil lepas dari cengkraman Alden. Saat sudah berada di hadapan Xylon, gadis itupun langsung memeluknya dengan sangat erat.
"Hiks.. Xylon..." lirih Helena yang tak berhenti menangis saat sudah berada dalam dekapan Xylon. Sesekali Xylon mengecup pucuk kepala gadis itu dan mengusap-usap punggungnya berharap Helena sedikit tenang.
"Aku udah datang Helena, kamu tenang ya?" ucap Xylon yang kemudian menatap tajam ke arah Alden yang sedang meringis kesakitan sembari memegangi kaki kanannya akibat tembakan Xylon.
FLASHBACK OFF
LIKE LIKE LIKE LIKE!!
VOTE VOTE VOTE!!