Sincerity

Sincerity
Kepedean



Jam pulang sekolah


Helena hendak menghubungi supirnya karena ia sebelumnya ia lupa untuk meminta jemput pada supirnya itu.


"Helena, supir lo udah dateng?" tanya Acha


"Belum, ini mau gua telfon," jawab Helena


"Mau bareng gua?"


"Gak usah Cha, Lo duluan aja"


"Bener?"


"Iya Acha"


"Oke, gua duluan bye"


"Bye, hati-hati"


Acha pun masuk ke dalam mobilnya dan segera meninggalkan parkiran sekolah.


"Helena!!!" Seseorang mengagetkan Helena


"Yenaa!! you surprised me," ujar Helena


"Hahahaha sorry"


"Helena!!" panggil seseorang lagi


"Siapa lagi sih??" Helena menengok ke belakangnya dan melihat siapa yang memanggilnya.


"Xylon?" gumam Helena saat melihat bahwa Xylon yang telah memanggilnya.


'jadi dia beneran ke sini lagi? Sumpah gak paham lagi sama ni orang' batin Helena


"Helena ayo." Xylon meraih tangan Helena


"Wait, ngapain ke sini?" tanya Helena


"Jemput pacar," jawab Xylon


"Yaudah sana, ngapain megang-megang." Helena melepas tangan Xylon yang menggenggam tangannya.


"Stupid, You are my girlfriend," ucap Xylon


"WHAT???" teriak Kim Yena


Helena dan Xylon menatap ke arah Yena


'pasti yena salah paham' -Helena


"Helena, is it true that you are Xylon Rodriguez's girlfriend? (Helena, apa bener lo pacar Xylon Rodriguez?)" tanya Yena


"No-" penjelasan Helena terpotong


"Yes, we are dating," ucap Xylon memotong ucapan Helena.


"Ayo sayang." sambungnya menggandeng tangan Helena dan membawanya ke mobil.


"Wahhh this is good news, okay Helena I'll go home first, Bye!! Happy dating!!!! (Wahhh ini good news, oke Helena gua pulang dulu, Bye!! happy dating!!!!)" Yena melambaikan tangannya kemudian masuk ke dalam mobilnya.


"Yena!! You misunderstand! Don't be fooled by Xylon's words!! (Yena!! lo salah paham! Jangan ketipu oleh kata-kata Xylon!!)" teriak Helena


Namun, percuma Helena berteriak-teriak, karena Yena mulai melajukan mobilnya meninggalkan parkiran.


Setelah itu Helena menatap tajam Xylon


"Heh!! Udah gila ya?gimana gua jelasinnya nanti!?"  ujar Helena


"Gak usah jelasin apa-apa," ucap Xylon


"Very annoying ni orang," umpat Helena


"Udah buruan masuk"


"Gak"


"Helena!"


"Gak mau ya gak mau"


"Helena Jefferson"


"Gak mau ih, maksa banget"


Karena Helena kekeh tidak mau, terpaksa Xylon memaksanya.


"Buka pintunya!" ujar Xylon pada sang asisten yang menunggunya di dekat mobil.


"Baik tuan." sahut asisten Xylon yang langsung membuka pintu mobil.


"Heh, jangan macem-macem atau gua bakal teriak!" ancam Helena.


"Silahkan kalo ada yang mau nolongin lo"


'iya juga, tadi aja pak satpam hormat banget Ama Xylon dan pasti gak ada yang ngira Xylon jahat. Ck' -helena


"Yaudah lepas dulu!" ujar Helena


"Lo masuk mobil gua dulu," sahut Xylon


"Lepas! malu tau!!"


"Gak"


"Haishhh"


'Duh bestie gua dah pada pulang lagi, gimana dong, Natasya juga belum keluar-keluar, lama banget' -helena


Helena pun pasrah tangannya digandeng oleh Xylon.


'yaudahlah tadi juga dia gak jahat kan? Kan kan? Lagian dari pada gua nunggu pak Hadi dulu mending ngikut dia ajalah, pasrah aja gue' -Helena


Helena pun dengan amat sangat terpaksa masuk ke mobil Xylon.


Setelah itu Xylon juga masuk ke dalam mobilnya, disusul oleh Dev yang duduk di bangku depan samping supir.


diperjalanan


Suasana menjadi hening, tidak ada yang berbicara. Hingga akhirnya Helena pun bertanya pada Xylon untuk mencairkan suasana sekaligus mengobati rasa penasarannya.


"Xylon!" Panggil Helena


Xylon pun menengok ke arah Helena


"Apa alasan lo jemput gua?" tanya Helena


"Gapapa," jawab Xylon singkat


"Dih? Gak jelas, terus kenapa tadi pak satpam di tempat gua sekolah juga hormat sama lo?" tanya Helena kembali


"Gak tau"


"Percuma ngomong sama lo, jawabannya gak jelas! bikin kesel!"


"Up to me"


"CK"


Karena kesal, Helena pun menatap ke arah jendela.


Xylon hanya tersenyum melihat sikap Helena.


Namun, tiba-tiba Helena mengingat sesuatu.


"Xylon"


"Apalagi?" tanya Xylon


"Hm"


"Om Freddy yang punya Rodriguez Internasional high school, tempat gua sekolah?"


"Hm"


"Pantesan aja pak satpam kenal sama lo" ucap Helena


"Hm"


"Jangan 'hm' Mulu Napa! Hargain kalo orang lain ngomong." Helena sudah muak karena terus dijawab deheman oleh Xylon.


Xylon tidak merespon.


Helena mendengus kesal


"Orang gila, stress, sarap, seenaknya, gak jelas," gerutu Helena


"Siapa?" tanya Xylon


"Lo!!" jawab Helena dengan nada bicara meninggi


"Kok gua?"


"karna Lo nyebelin"


"Dih, Dasar cewek," ucap Xylon


"Dasar cowok," balas Helena


Asisten dan supir Xylon pun berusaha menahan tawa mereka karena mendengar pertengkaran Xylon dan Helena itu.


Helena pun menatap ke arah jendela dan menyadari sesuatu.


'lah ini kan bukan jalan pulang, gue mau dibawa kemana ini??' batin Helena.


"Kita mau kemana?" tanya Helena


"Liat aja nanti," jawab Xylon


"Iya, tapi Kapan anterin pulangnya?"


"Habis dari tempat yang mau kita datengin nanti"


"Ih mau kemana sih, masalahnya belum bilang mami papi!!" ujar Helena


Bukannya menyahut, Xylon justru mengeluarkan handphonenya dan terlihat menghubungi seseorang.


"Halo Om, apa kabar?" ucap Xylon pada seseorang di telepon


"Ya, baik juga"


"Om, Xylon minta izin buat bawa Helena dating"


'what? Dia minta izin sama papi? gila nih orang' batin Helena yang terus-terusan mengatai Xylon gila.


"Iya kita pacaran"


Helena terkejut mendengarnya.


"Woy woy jangan sarap please!" Ucap Helena yang langsung merebut handphone milik Xylon.


"Ha-halo Pi, gak bener itu Pi, papi tolongin Helena!! Helena mau diculik sama Xylon." ucap Helena saat sudah berhasil merebut handphone Xylon dan menempelkannya ke telinga.


"Halo? Papi? Halo???" Helena tidak mendengar jawaban dari papinya.


Kemudian Helena melihat layar handphone Xylon dan ternyata sejak tadi tidak ada sambungan telepon.


"Ishhh!!!"


Plakk


Helena memukul lengan Xylon.


Xylon malah tertawa melihat Helena.


"Lo percaya? Hahahahahahaha lo tenang aja, gua udah kasih tau papi lo sebelumnya kalau kita bakal dinner," ucap Xylon


"Bohong"


"Terserah"


Flashback On


di perusahaan XRueZ Group, terlihat Xylon yang tengah sibuk dengan berkas-berkasnya.


Kebetulan hari ini dia ada meeting dengan perusahaan WL Group, perusahaan milik Adelard Williams yang tak lain adalah papi tiri Helena.


Setelah selesai rapat, Xylon mengobrol dengan Adelard sekaligus ingin meminta izin untuk mengajak Helena makan malam.


"Oh dinner, boleh aja tapi jangan jauh-jauh tempatnya dan jagain Helena," ujar Adelard


"Iya, dan kayaknya kita gak dinner aja, Xylon mau ajak Helena jalan-jalan boleh?" tanya Xylon


"Lah Emang kalian pacaran?" Adelard bertanya balik


"Belum," jawab Xylon


"Oh, yaudah boleh. semangat dapetin hati Helena"


"Iya, thankyou om"


"Sip, yaudah om pergi dulu ya," pamit Adelard


"Iya om , hati-hati dijalan"


Flashback Off


"Kok berani banget?" tanya Helena


"Mau dating harus berani minta izin sama calon mertua," sahut Xylon


"Bentar, gue ngebug! maksudnya? Gimana-gimana?" Helena masih kurang paham.


Sebenarnya Helena mengerti maksud Xylon namun Helena tidak ingin jika ia salah dan malah menjadi kegeeran.


"Masih lemot ya?" ucap Xylon


"Bukan lemot!! Cuma pengen mastiin, Lo suka sama gue?" ucap Helena


"Lo pikir?" Xylon hanya menjawab dengan deheman


Helena pun tertawa


"Why are you laughing?" ujar Xylon


"Gapapa, lagian pede banget udah bilang kalo papi calon mertua hahahaha, gak usah kepedean deh kalo gue bakal Nerima Lo Hahaha." sahut Helena terkekeh


Xylon pun tersenyum lalu mendekatkan wajahnya dengan wajah Helena.


Deg deg


"Let's see," bisik Xylon sambil tersenyum nakal.


"Dih jangan ngarep!! anda kepedean," sahut Helena


"Oh ya? one day lo yang bakal ngejar-ngejar gua sama kayak cewek-cewek lain," ucap Xylon


"Gak! Gak mungkin haha, gak mungkin seorang Helena Jefferson ngejar-ngejar cowok, yang ada cowok ngejar-ngejar gue," sombong Helena


'ini gapapa kan sombong dikit? Orang kayak Xylon mah emang harus diginiin biar gak kepedean' batin Helena


"Ya lo bilang kayak gitu sekarang, liat aja nanti." ucap Xylon


Kemudian Xylon membenarkan kembali posisi duduknya.


"Hahaha terserah." Helena kembali tertawa