
Xylon baru saja selesai membersihkan dirinya. Ia mengambil ponsel yang berada di atas nakas dan menerima pesan dari salah satu tangan kanannya yaitu Dev.
Xylon membaca pesan tersebut yang ternyata artikelnya sudah dihapus dan berita yang tadi berada di seluruh sosial media pun sudah tidak ada.
Kemudian, Xylon pun menelepon Dev.
...📞📞📞...
^^^"Pak Dev, saya minta anda untuk bergerak lebih cepat untuk mengatasi semua ini. awasin terus Alden dan Rasya, jangan sampai lengah sedikitpun!!!"^^^
"Baik tuan muda, saya akan selalu mengawasi gerak-gerik mereka"
^^^"Hm, lalu bagaimana dengan Jeffer Group?"^^^
"Tidak ada yang mencurigakan tuan, mereka hanya melakukan kerjasama seperti perusahaan lain pada umumnya"
^^^"Walau bagaimanapun, tetap awasin mereka dan terutama nyonya Carine"^^^
"Baik tuan"
...📞📞📞...
Selesai mematikan teleponnya, Xylon pun pergi mengambil laptop yang berada di atas meja kerjanya.
Setelah itu, ia duduk di sofa kamarnya dan mulai mengutak-atik laptop tersebut.
Entah apa yang Xylon lakukan hingga terdengar suara beberapa orang yang sedang berbicara dari laptopnya.
Xylon mendengarkan dengan seksama dan teliti apa yang orang-orang itu sedang bicarakan.
...----------------...
Di sebuah ruangan, terlihat ada dua orang laki-laki dan seorang gadis yang sedang berbicara dan merencanakan sesuatu.
Seorang laki-laki yang kelihatannya lebih dewasa atau lebih tua dari laki-laki yang satunya dan gadis yang berada di ruangan itu juga sedang memarahi mereka.
"Gak becus kalian! gua pikir kalian itu cerdas dan bisa ngelakuin ini dengan baik," bentak laki-laki tersebut.
"Ini semua karena rencana basi dia!" ujar laki-laki lain sembari menunjuk ke arah gadis yang berada di sampingnya.
"Kok lu nyalahin gua sih sya? Lo juga setuju-setuju aja kan waktu itu?" sahut gadis tersebut tak terima.
"Gara-gara rencana Lo itu ya kita jadi dicurigain tau gak!!"
"Suruh siapa Lo mau-mau aja waktu itu?"
"Ck, stupid!"
"Apa Lo bilang????"
"Stop!" bentak pria yang lebih dewasa itu sembari menggebrak meja dan menatap tajam ke arah laki-laki dan gadis yang bertengkar itu dan membuat keduanya langsung terdiam.
laki-laki dan gadis itu adalah Rasya dan Agnez, sedangkan pria yang lebih dewasa itu merupakan kakak laki-laki Rasya yang bernama Alden.
"Maaf kak," ucap Rasya meminta maaf
"Hm, dan Lo Agnez! Lo harus lebih cerdik lagi dan lebih hati-hati! lo itu lagi mau ngehancurin dua orang yang notabenenya orang-orang cerdas dan jenius! dan dengan pedenya Lo bertindak seolah-olah ngejatuhin mereka itu gampang dengan tindakan ceroboh Lo dan bisa aja gua sama Rasya yang kena akibat kebodohan lu itu!" bentak Alden pada Agnez.
"Iya kak, maaf." sahut Agnez meminta maaf sembari menundukkan kepalanya.
Ceklek
Pintu ruang tersebut terbuka dan menampakkan seorang wanita yang sexy dan cantik masuk ke ruang itu.
"Tante Carine?" ujar Rasya dan Alden
"Ya, udah dapet rencana sebelumnya?" tanya Carine to the point.
"Ini lagi mikir," sahut Rasya.
"Ck, kalau kalian santai-santai begini, kapan selesainya??"
"Ini baru awal Tante," ujar Agnez yang ikut angkat bicara.
"True. jadi, Tante mendingan gak usah ngomel-ngomel gak jelas kalau gak ngebantu," ucap Rasya
"Siapa bilang gak ngebantu?" ujar Carine
"Jadi, Tante udah ada rencana?"
"Iya,"
Kemudian, Carine segera menjelaskan rencananya yang disimak baik oleh Rasya dan Agnez. Sementara Alden, ia nampak tak begitu peduli karena ia membebaskan ketiga orang itu untuk melakukan semau mereka selagi tidak merugikan dirinya nanti.
"Bagus rencana Tante," puji Agnez setelah selesai mendengarkan rencana dari Carine.
Carine tersenyum angkuh lalu ia beralih menatap Alden dan berkata, "Alden, gimana rencana kamu yang mau bales dendam itu?"
"Alden punya rencana sendiri dan Tante gak perlu tau, kalian juga jalanin aja rencana yang kalian mau. Tapi inget! hati-hati dan jangan sampai ngebuat gua rugi!" sambungnya yang beralih menatap tajam Agnez dan Rasya bergantian.
"Ya," sahut Rasya dan Agnez singkat
"Kak Alden! kalau boleh tau, Lo juga dendam sama Helena? karna apa?" tanya Agnez pada Alden. Ia hanya tau jika Alden hanya membenci Xylon. Namun, sepertinya dari pembicaraan Alden dan Carine, pria itu juga memiliki rencana untuk membalas dendam pada Helena.
"Bukan bales dendam, tepatnya pengen dapetin tu cewek," bukannya Alden yang menjawab, melainkan Rasya yang menjawab.
"Maksudnya?" tanya Agnez yang masih tidak mengerti.
To be continued
Hello readers, mohon supportnya untuk novel aku ya.. yuk klik likenya sekarang. jangan lupa Votenya..
thankyou so much buat yang udah like dan baca novelku teruss!!
Sukses selalu buat kalian!!