
"Rasya! are you crazy?" Helena terus memberontak agar bisa terlepas dari Rasya.
"What this is?" ucap Rasya saat melihat earpods yang terpasang di telinga Helena.
"Oh, jadi ini sebab lu terus pakai kupluk?" sambungnya.
"Iyalah, bodoh banget sih lu! hahahahahaha," jawab Helena sembari tertawa puas.
"Kurangajar!" Rasya merasa kesal karena bisa-bisanya ia ditipu oleh Helena.
"Helena!!!!!!!! Help!!!!!! Aaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!" terdengar suara teriakan minta tolong Shelly di earpodsnya dan sambungan telepon pun terputus.
"Ci Shelly?" gumamnya.
Lalu, Helena menonjok wajah Rasya dan mendorongnya agar menjauh.
"Akhhh..." pekik Rasya memegangi wajahnya yang terkena tonjokan Helena.
"Feel it!" Helena hendak pergi. Namun, kembali ditahan oleh Rasya.
"Lo gak akan bisa pergi dari gua!"
"Lepas beg*!!"
Helena menghempaskan tangan Rasya dan terjadilah perkelahian diantara mereka.
tiba-tiba, Rasya merasakan pusing dan kantuk yang berat. Helena pun tersenyum puas dan langsung menghajar Rasya dan mendorongnya ke ranjang.
"Kurangajar!" umpat Rasya dengan kantuk yang sudah tidak tertahankan.
Helena pun langsung keluar dari kamar tersebut dan berlari menuju kamar no 70.
Setibanya ia di dekat kamar itu, terlihat beberapa pria yang menjaga di depan kamar no 70.
"Oh my God!" gumam Helena.
"Oke, i can do it."
Ia pun nekat untuk menghampiri mereka dan melawannya seorang diri tanpa menunggu para bodyguardnya datang.
Helena maju dengan segala keberaniannya.
"Ngapain kamu kesini! pergi sana! atau..." ujar salah satu pria yang langsung mendapat tonjokan dari Helena.
"Kurangajar ni bocah," umpat pria tersebut. Sementara pria lain, langsung menyerang Helena dan perkelahian pun terjadi, meskipun ia sedikit kesulitan karena hanya seorang diri yang melawan 7 orang pria.
"Dengerin saya! saya datang kesini buat nyelamatin kakak saya, jadi tolong anda semua biarin saya!" ujar Helena di sela-sela pertarungan yang tidak dihiraukan oleh para pria itu.
"Akhhh," Helena merasa sakit pada bagian perutnya karena ditendang oleh salah satu dari mereka dan membuatnya terjatuh.
"Hahahahaha, anak kecil mau sok jagoan," ucap pria yang menendang perut Helena tadi dengan diiringi tawaan bersama yang lainnya.
Brukk
"Nona, pergilah!" ujar bodyguard tersebut.
Helena pun segera berlari ke kamar no 70 dan berusaha membukanya dengan paksa.
"Nona, biar saya yang buka," ucap salah seorang bodyguard yang dijawab anggukan oleh Helena.
Tak lama, pintu berhasil dirusak dan Helena langsung saja masuk ke dalam.
Betapa terkejutnya ia saat melihat Shelly yang sudah lemah akibat perbuatan bejat Alden. Alden pun ikut terkejut melihat kedatangan Helena beserta 2 orang bodyguardnya.
"Helena..." lirih Shelly
"Ck, punya anak buah gak ada gunanya," ucap Alden.
Brukk
Helena langsung menghajar Alden tanpa ampun dan jadilah mereka berkelahi.
(FYI: jadi, waktu Helena masuk, tenyata Alden habis selesai mencumbu si Shelly. jadi dia udah pakai baju ya guys hehe)
Sementara kedua bodyguard Helena yang ikut masuk tadi tengah melawan anak buah Alden yang malah bertambah 3 orang dan membuat mereka sedikit kewalahan.
"Helena... hati-hati..." lirih Shelly kembali dan berusaha untuk bangun.
"Akhh..." pekik Helena saat Alden berhasil menjatuhkannya.
Shelly yang melihat hal itupun tidak tahan dan mencoba menahan Alden agar tidak menyakiti adiknya. Namun, usahanya sia-sia. Ia malah didorong oleh Alden hingga tersungkur ke lantai dan kepalanya membentur ujung meja hingga mengeluarkan darah segar pada pelipisnya.
"Cici!!!" seru Helena hendak menghampiri Shelly. Namun, Alden kembali menyerangnya hingga ia harus menghadapi pria itu.
Saat itu juga, Shelly tengah memegang pelipisnya yang terasa perih. Kemudian, ia melihat ponsel Helena yang sepertinya terjatuh dari saku celana gadis itu.
Dengan cepat, Shelly membuka ponsel Helena dan untungnya tidak diberi password.
Shelly menghubungi kontak seseorang yang berada di paling atas pada room chat Helena.
Tak lama, telepon pun tersambung.
"Halo Hele-" ucapan orang tersebut terpotong karena Shelly yang langsung meminta tolong.
^^^"XYLON HELP! AAAAAAAAAA!!!!!!!!!"^^^
Shelly terkejut saat Alden menendang ponsel Helena yang berada di tangannya hingga layar ponsel tersebut pecah.
Bugh
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
To be continued
AYO LIKE, VOTE, KOMEN DAN SIMPAN DI FAVORIT!!!!!!