
Malam harinya, mereka habiskan dengan makan malam bersama, lalu berpesta seperti bernyanyi-nyanyi sembari memainkan gitar dan menari di sertai minum jus.
"Hel, soal kamu yang pernah pacaran sama Eric, itu gak benerkan?"
Xylon yang duduk di samping Helena sembari menikmati jus pun bertanya pada sang kekasih soal apa yang dibicarakan Galang dan Kenzie sebelumnya. Ya walaupun ia juga yakin jika itu termasuk aksi jahil Helena, tapi ia ingin memastikannya langsung pada gadis itu.
"Ya enggaklah! kamu kayak orang beg* aja percaya tentang itu," kesal Helena menatap malas pacarnya.
"Aku cuma mau mastiin aja," ucap Xylon.
Helena hanya berdehem lalu kembali membenarkan posisi duduknya menghadap ke depan.
"Ya jangan marah, Hel!" ujar Xylon yang langsung panik ketika melihat tanda-tanda gadis ini merajuk.
"Iya!" sahut Helena tanpa menatap Xylon.
"Maaf, sayang!"
"Iya!"
"Wayolo!!! pacarnya ngambek ya?" seru Natasya meledek Xylon.
Sementara pria itu hanya menatap sekilas Natasya, dan membuat Natasya menyesal mengajak Xylon berbicara karena membuat dirinya sendiri malu karena tak dapat respon.
Viorenza yang melihat wajah Natasya yang kesalpun langsung terkekeh.
"Hahahahahaha, kasian!!!" ledeknya.
"Apa sih!" kesal Natasya.
"Woy woy woy!!! look at me gaesss!!!" seru Alya bertepuk-tepuk tangan agar semua orang menatap ke arahnya.
"Kenapa?" tanya Kenzie mewakilkan yang lain.
"Main truth or dare kuy!" ajak Alya pada mereka semua untuk bermain truth or dare yaitu permainan tentang memilih pertanyaan atau tantangan. Sangat pas sekali bukan, bermain permainan itu disaat-saat bersama sahabat seperti ini?
"Gas!!!" sahut mereka dengan semangat.
"Siapa yang mau download aplikasinya?" tanya Kenzie.
"Jangan di handphone ah, gak seru! pertanyaannya sama challengenya itu-itu aja," kata Vio.
"Nah true, hehehehe," ucap Helena membenarkan perkataan Vio dengan wajah yang sepertinya memiliki rencana.
"Tapi Hel, Lo jangan kejam ya kalau ngasih Challengenya!" ujar Natasya pada Helena karena sudah tahu betul sifat sahabatnya itu.
"Iya, ntar gua pikirin lagi," sahut Helena dengan cengiran.
"Awas aja Lo, kalau Challengenya yang enggak-enggak," ancam Natasya.
"Bac*t ah Sya, gece mulai!" seru Galang.
"Botol mana botol? ada botol gak?" ucap Alya mencari-cari sebuah botol untuk memulai permainannya.
"Wait, tadi gua ngeliat botol." kata Vio yang ikut mencari botol.
Setelah botolnya ketemu, Vio manaruh botol tersebut di meja di tengah-tengah mereka.
Botol pun diputar olehnya dan tak lama, botol tersebut berhenti tepat mengarah ke Arabella.
"Ara!!! truth or dare?" ujar Vio, Helena dan Natasya serempak.
"Ummm.... truth aja deh," sahut Ara.
(FYI: Arabella biasa dipanggil dengan Ara oleh geng Asyulo, sementara orang lain kebanyakan memanggilnya dengan Bella)
"Oke, gua yang kasih ya?" tanya Vio meminta persetujuan yang lain untuk dirinya memberi pertanyaan pada Ara.
"Ya," jawab Helena mewakili yang lain.
"Ara! cowok yang lo suka dan pernah Lo ceritain waktu itu siapa?"
Setelah mendapat persetujuan yang lain, Vio pun melontarkan pertanyaan pada Ara karena mengingat jika gadis itu pernah beberapa kali menceritakan orang yang dia suka, namun tidak memberi tahu namanya.
Ara tampak terdiam mendengar pertanyaan yang Vio tanyakan itu.
"Gak ada pertanyaan lain?" tanya Ara balik. Karena jujur, ia sulit menjawabnya.
"Gak ada! udah buruan jawab, siapa cowok yang lo suka waktu itu?" sanggah Helena yang juga penasaran siapa laki-laki yang disukai sahabatnya itu.
"Ganti pertanyaan aja ya?" pinta Ara.
"No, Ara!!!"
"Ih, tapi gak ada yang aku suka lho," ucap Ara.
"Bohong!" ujar Natasya, Helena dan Viorenza serempak yang mengetahui jika Ara tengah berbohong saat ini. Terlihat jelas dari mata dan cara bicaranya.
"Ya-ya udah, ada tapi temen jauh kok, lagian udah gak suka juga," jawab Ara.
"Gak nyambung! kita tuh nanya siapa yang Lo suka waktu itu, bukan masih suka atau gaknya!" ujar Helena sedikit kesal.
"Ih... privasilah!!" kata Ara.
"Enggaklah," sanggah Vio.
Ara terdiam, Helena yang menyadari hal itupun sepertinya sedang menebak sesuatu dalam pikirannya. Tetapi, ia juga mengerti jika Arabella tak dapat dipaksa, kasihan juga jika gadis itu tidak akan nyaman nantinya. Oleh karena itu, Helena pun segera mengalihkan pembicaraan.
"Udahlah skip, kelamaan!" serunya.
"Ara gak asik," ketus Vio
Arabella hanya bisa menyengir menanggapi Viorenza.
Untuk yang kedua kalinya, botol diputar oleh Vio dan mengarah ke Galang lalu berhenti.
"Kak Galang kena! hahahahaha, truth or dare?" ujar Helena.
"Hm...." Galang nampak berpikir sejenak lalu berkata, "Dare"
"Oke, siapa yang mau ngasih darenya?" tanya Helena pada yang lain.
"Gua-gua!" ucap Kenzie bersemangat.
"Anj, feeling gua gak enak," gumam Galang yang sudah merasakan jika Kenzie akan memberinya tantangan yang aneh-aneh.
"Listen to me, Lang! Lo jalan sambil jongkok, ngelilingin kita, sembilan putaran sambil bilang Kenzie ganteng!" ujar Kenzie.
"Najis!" ucap Galang tak terima saat mendengar jika ia harus mengucapkan 'Kenzie ganteng' selama berjalan jongkok.
"Gak boleh protes!" seru Natasya membantu Kenzie.
Galang berdecak kesal.
"Dih, sepuluh putaran aja sih, nanggung banget cuma sembilan," kata Helena.
"Oh ya, sepuluh putaran!" ujar Kenzie kembali.
"Oke," sahut Galang pasrah.
"Eh tapi masa jalan sambil jongkok doang sih Ko!" ujar Helena pada Kenzie yang merasa tantangannya kurang menyenangkan baginya.
"Kurang kejam ya?" tanya Kenzie yang dijawab anggukan oleh gadis itu.
"Udahlah jir, itu aja!" seru Galang yang ingin cepat-cepat agar bisa melanjutkan permainannya.
"Gini aja, hm..." Helena meletakkan jari telunjuknya pada dagu dan berpikir tantangan yang seru dan tentu saja kejam.
"Ini aja." ucap Xylon sembari memberi gelas yang berisi jus alpukat dan saus tomat yang sudah ia campur sebelumnya.
"What this is?" tanya Helena menunjuk gelas tersebut.
"Jus alpukat di-mix sama saus tomat," jawab Xylon.
"Nah iya, itu aja!" seru Alya menyetujui.
"Iwh..." Vio, Natasya dan Ara langsung merasa mual saat mendengarnya dan membayangkan rasa dari minuman tersebut.
"Oke, sini." Galang langsung mengambil minuman tersebut dan menghabiskannya.
Helena dan teman-temannya sudah merasa mual melihatnya.
Sementara Kenzie dan Xylon, mereka memerhatikan Galang sembari Kenzie menahan tawanya.
"Huekkk," Galang langsung memperagakan orang yang sedang muntah karena jujur, ia sebenarnya merasa sangat Eneg saat meminumnya.
Helena dan teman-temannya pun langsung tertawa melihat Galang yang sepertinya sangat menderita itu.
Setelah itu, giliran Helena yang kini memutar botolnya dan berhenti tepat mengarah ke dirinya sendiri.
"Mampus!" seru Galang yang langsung mendapat tatapan tajam dari Xylon.
'Lupa, ada pacarnya' batin Galang saat melihat Xylon yang menatap tajam dirinya.
"Truth or dare?" tanya Natasya dan Kenzie bersamaan yang membuat mereka salah fokus dan saling menatap lalu kembali fokus pada Helena.
"Eakkk!! ada yang eye contact, hahahaha," goda Helena pada mereka berdua.
"Dih, apaan sih anj*r!" kesal Natasya.
"Lu-" Helena belum selesai berbicara, tetapi suara Galang sudah memotongnya.
"Udah skip, truth or dare?" tanya Galang sebelum kedua gadis itu berdebat.
"Truth aja," jawab Helena.
"Gua yang tanya!" seru Xylon yang segera menghentikan Vio yang akan berbicara.
"Oke," sahut Vio pasrah.
Helena pun menoleh ke arah pacarnya dan menaikkan alisnya menunggu pertanyaan dari Xylon.
"Mantan kamu ada berapa dan terakhir kamu pacaran sebelum sama aku itu kapan?" tanya Xylon.
"Lah? nanyanya jangan itu g*bl*k," ujar Galang.
"Ya udahlah biarin," tutur Ara.
"Jawab, Hel," ujar Xylon yang menunggu jawaban dari kekasihnya.
"Mantan aku ada lima kalau gak salah, dan terakhir pacaran itu pas SMP, karena rencananya tuh aku udah gak mau pacaran pas SMA, tapi ternyata kamu bikin aku jadi pacar kamu, hahaha," jawab Helena terkekeh.
"Lima?" tanya Xylon terkejut sekaligus memastikan.
"Iya, tapi itu juga bukan bener-bener pacar, aku nerima mereka karena kasian sama terpaksa sih," jawab Helena kembali.
"Terpaksa? kasian? yakin?" Xylon terus memastikan apa yang ia dengar barusan dari gadis itu.
"Iyalah, soalnya dulu tuh aku mikirnya mereka udah susah-susah buat deketin aku, sering bantuin aku dan kasih sesuatu kayak misalnya barang gitukan... tapi aku gak cinta, jadinya aku gak enak kalau nolak mereka, lagian SMP masih bocil banget masa pacaran kan? tapi waktu pas SMA aku bener-bener mau ngilangin rasa gak enakan aku biar akunya sendiri juga nyaman, tapi ternyata pas kamu dateng dan sok akrab terus sering bantuin aku, ngelindungin aku, bikin aku happy, jadi tempat curhat dan gak tau kenapa perasaan suka ke kamu tuh muncul aja tiba-tiba, karena nyaman juga kalau sama kamu dan akhirnya terima pas kamu nembak di rumah sakit waktu itu," jelas Helena.
Xylon maupun Kenzie dan Galang tertegun mendengarnya. Sementara sahabat-sahabatnya Helena sudah mengetahui itu semua karena gadis itu sendiri yang sering menceritakannya.
"Oh iya gua inget, Lo tuh cuek and dingin gitu gak sih, terus akhirnya belum seminggu jadian udah putus?" ujar Viorenza yang mengingat ketika Helena berpacaran tanpa cinta saat dulu.
"Iya, gua kan sebenernya gak ngerti cara pacaran yang sweet dan kalian tau sendiri kalau gue geli an sama yang kayak gitu kan? nah, makanya gua dingin dan setiap gua jadian dulu tuh gak sampe seminggu udah putus," sahut Helena.
"Semoga sih gua sama Xylon enggak ya, yakan?" sambungnya menoleh ke arah Xylon agar menyetujui perkataannya.
Xylon menganggukkan kepalanya sembari tersenyum pada Helena.
"Jadi... aku first love kamu dong?" tanya Xylon.
"Bukan," jawab Helena dengan senyuman lembut.
"Terus, siapa first love kamu?" tanya Xylon kembali.
"Papi akulah," jawab Helena.
Xylon pun bernafas lega mendengarnya.
"Oke, next ya?" ujar Alya yang sudah bersiap memutar botolnya.
"Iya," sahut yang lainnya.
Setelah botol itu diputar, kini giliran Kenzie yang harus memilih antara pertanyaan atau tantangan.
"Nah good, truth or dare?" tanya Galang menepuk Kenzie yang berada di sampingnya.
"Dare," jawab Kenzie.
"Oke, darenya adalah Koko harus nembak cewek yang Koko suka," ujar Helena.
Kenzie menatap Helena karena dirinya belum siap akan hal itu, tetapi yang ditatap malah tersenyum dan memberinya dukungan lewat matanya.
"Hel!"
"Udahlah Ko, keburu orangnya diembat sama yang lain lho," ucap Helena sebelum Kenzie mengeluarkan kata-kata protesnya.
"Ya tapi kenapa harus sekarang?" ujar Kenzie tak terima.
"Kan dare!" seru Natasya.
Kenzie pun langsung menatap gadis yang berseru tadi dan menarik nafas lalu menghembuskannya.
"Oke kalau gitu," ucapnya.
Helena tersenyum mendengarnya, walaupun ia tidak yakin jika Natasya akan menerima Kenzie.
"Natasya!" panggil Kenzie pada gadis itu.
"Ya?" sahut Natasya.
"Lo jangan marah ya," ucap Kenzie.
"So, can you be my girlfriend?" sambungnya.
"WOAH!!!" Vio, Alya dan Ara langsung heboh dibuatnya. Natasya pun terkejut mendengarnya.
"What? gue?" tanyanya memastikan.
"Iyalah, Lo. masa kentut!" jawab Kenzie.
"Oh, ya gak mau lah!" ucap Natasya dengan santainya menolak mentah-mentah Kenzie sebagai pacarnya.
"Why Sya?" tanya Helena.
"Ya orang guenya gak suka, gimana?" sahut Natasya lalu bertanya balik pada Helena.
Kenzie menghembuskan nafasnya lalu berkata, "Ya udah, next"
"Eh, sorry ya Ko!" ujar Natasya yang tiba-tiba merasa bersalah dengan ucapannya yang ketus tadi.
"Gapapa, gua ngerti," sahut Kenzie.
Helena menatap ke arah ke arah pria itu, ia juga merasa bersalah karena tantangan yang ia berikan barusan.
'Harusnya gue jangan gitu, kasian Ko Kenzie' batinnya.
Botol kembali diputar oleh Kenzie dan berhenti tepat mengarah ke Xylon.
"Ih si any*ng, guenya kapan?" kesal Vio karena sejak tadi belum mendapat gilirannya.
Natasya dan Arabella tertawa mendengarnya dan menyuruh Vio untuk bersabar.
"Nah, truth or dare?" tanya Helena pada kekasihnya.
"Dare," jawab Xylon.
"Dare? Umm..." Helena nampak memikirkan tantangan yang pas untuk Xylon.
"Suruh nyanyi aja!" saran Ara.
"Oh iya, nyanyi! aku belum pernah denger kamu nyanyi," ucap Helena menyetujui saran Ara dan menyuruh Xylon untuk bernyanyi.
"Nyanyi apa?" tanya Xylon.
"Apa aja, yang penting nyanyi," jawab Helena.
Xylon pun menyuruh Galang memberikan gitarnya dan berpikir lagu apa yang akan ia nyanyikan.
"Oh, ini aja."
Xylon pun langsung memetikkan jari-jarinya pada snar gitar tersebut dan menyanyikan lagu Attention by Charlie puth.
...Oh-oh, ooh...
...♪You've been runnin' round, runnin' round, runnin' round throwin' that dirt all on my name...
...'Cause you knew that I, knew that I, knew that I'd call you up...
...You've been going round, going round, going round every party in L.A....
...'Cause you knew that I, knew that I, knew that I'd be at one, oh ♪...
...♪ I know that dress is karma, perfume regret...
...You got me thinking 'bout when you were mine, oh...
...And now I'm all up on ya, what you expect?...
...But you're not coming home with me tonight ♪...
...♪ ♪You just want attention, you don't want my heart...
...Maybe you just hate the thought of me with someone new...
...Yeah, you just want attention, I knew from the start...
...You're just making sure I'm never gettin' over you...
...you've been runnin' round, runnin' round, runnin' round throwing that dirt all on my name...
...'Cause you knew that I, knew that I, knew that I'd call you up...
...Baby, now that we're, now that we're, now that we're right here standing face-to-face...
...You already know, already know, already know that you won, oh...
...I know that dress is karma (dress is karma), perfume regret...
...You got me thinking 'bout when you were mine (you got me thinking 'bout when you were mine)♪...
...And now I'm all up on ya (all up on ya), what you expect? (oh baby)...
...But you're not coming home with me tonight (oh no)...
...♪You just want attention, you don't want my heart...
...Maybe you just hate the thought of me with someone new...
...Yeah, you just want attention, I knew from the start...
...You're just making sure I'm never gettin' over you, oh ♪♪♪...
Helena tak menyangka, jika suara Xylon bisa sebagus ini. Ia benar-benar terpesona oleh kekasihnya sendiri. Bahkan, sampai tak sadar jika Xylon sudah selesai bernyanyi.
"Helena..." panggil Xylon lembut dengan tangan yang menyentuh pundak gadis itu dan membuat Helena langsung tersadar.
"Eh, iya?" sahut Helena.
"GILA!!! BAGUS BANGET SUARA KO XYLON," puji Ara dan Alya serempak.
"Iya, keren banget cuy!" ucap Natasya menyetujui.
"DAMAGENYA BUKAN MAEN SIH," heboh Vio yang terpesona dengan aura Xylon saat bernyanyi. Begitupun dengan Natasya, Ara dan Alya. Terutama Helena.
"Pacar gue gitu," ucap Helena bangga danXylon terkekeh mendengarnya.
"Ya udah, next!" seru Helena dan merekapun kembali melanjutkan permainannya.