
Ekhem... sebelum lanjut, author minta support kalian ya dengan like dan vote dari readers semua...🙏
Jadi, jangan lupa kalian like, vote dan favoritin karya ini ya!!
Thankyou and enjoy!!!!!
...Happy reading guys...
Kini, Helena dan Xylon sudah berada di lantai bawah karena Xylon harus segera pulang. Helena mengantar Xylon sampai halaman rumahnya.
"Aku pulang," ucap Xylon sebelum masuk ke mobilnya.
"Dari tadi ngomongnya pake Aku kamu terus," ujar Helena
"Gapapa, sekalian buat latihan pas kita pacaran nanti," sahut Xylon mengedipkan sebelah matanya.
"Anj*r," desis Helena
Xylon terkekeh
"Aku pulang ya sayang..." godanya
"Dih apaan sih! sanah buruan pulang!" usir Helena
"Oke, see you tomorrow on a date,"
"XYLON!!" Helena memukul-mukul pria itu dengan wajah merajuk yang menggemaskan dan membuat Xylon tertawa senang karena terus menggoda gadis di hadapannya itu.
Sebelum Xylon masuk ke dalam mobilnya, ia mengeluarkan sesuatu yang ada di saku jasnya.
"What's that?" tanya Helena saat melihat Xylon memegang kotak bludru warna hitam.
Mata Helena membulat saat Xylon membuka kotak tersebut yang ternyata isinya adalah kalung yang sama persis dengan yang Xylon berikan sebelumnya.
Sebenarnya Xylon sudah menduga jika Helena akan merusak atau membuang kalung pemberiannya saat itu, jadi ia memutuskan untuk membeli lagi kalung yang sama persis dengan yang sebelumnya untuk mengganti kalung yang Helena rusak atau buang, dan benar saja dugaannya. Namun, kini mereka sudah berbaikan, jadi Xylon bisa memberikan kalung itu.
Helena beralih menatap wajah Xylon yang tengah tersenyum manis padanya. Kemudian, Xylon mengambil kalung itu dari kotaknya dan meminta Helena untuk memegang kotak tersebut, Lalu Xylon memakaikan kalung itu di leher Helena sembari menatapnya dengan tatap yang dalam dan penuh cinta.
Kini wajah Xylon dan Helena hanya berjarak 3 cm hingga mereka bisa merasakan hembusan nafas satu sama lain. Seolah terhipnotis, Helena tidak bergerak ataupun menghindar. Ia hanya diam mematung saat itu, sampai akhirnya suara klakson mobil mengejutkan keduanya yang tengah saling memandang itu.
Tin... Tin!
Baik Xylon maupun Helena sama-sama tersentak kaget, Xylon langsung menjauhkan wajahnya dari Helena.
Helena bersenderan di mobil Xylon sembari mengatur nafasnya dan menyentuh dada karena jantungnya berdegup kencang. Sementara Xylon, pria itu bersikap sok cool dan berusaha menetralkan jantungnya yang sama berdebarnya seperti Helena.
Sebuah mobil mewah yang telah mengejutkan kedua manusia itupun memarkir di samping mobil Xylon.
Saat pintu mobil itu terbuka, nampaklah Laura, Adelard dan Kevin yang baru saja pulang dari kegiatan jalan-jalan mereka hari ini.
"Mami papi?" gumam Helena saat menatap ke arah Laura dan Adelard.
'Mampus, gimana kalo mereka ngeliat terus salah paham,' batin Helena lalu ia melirik Xylon yang berada disampingnya, pria itu nampak tenang dan santai, sementara ia masih khawatir jika kedua orangtuanya akan salah paham.
"Eh ada Xylon, ayo masuk" ajak Laura
"Udah tadi Tante, ini saya baru aja mau pulang pas Tante dateng," ucap Xylon sembari menyalami Laura dan Adelard.
"Oh gitu, ada apa kesini? mau ketemuan sama Helena ya?" ujar Laura yang diakhiri dengan kekehan.
"Iya Tante, kalau gitu saya pulang dulu ya," pamit Xylon
"Iya hati-hati," ujar Laura dan Adelard
Xylon pun masuk ke dalam mobilnya dan segera pergi meninggalkan kediaman keluarga Williams itu, begitupun Helena dan yang lainnya segera masuk ke dalam rumah.
...----------------...
"Mami beli apa buat aku?" tanya Helena saat Laura mengeluarkan barang-barang yang ia beli.
"Gak ada," jawab Laura jahil
Laura pun terkekeh lalu memberikan dua paperbag untuk Helena.
Helena pun menerimanya dan mengeluarkan sebuah Box dari paperbag tersebut.
Ternyata isinya adalah sepatu dari Brand XYlina yang terbaru lalu Helena Kembali membuka paperbag yang satunya berisi tas Brand XYlina yang terbaru juga.
"Woahh, thankyou Mami!! Muachh," ujar Helena lalu memeluk dan mencium pipi maminya.
"Thankyou Papi," sambungnya pada Adelard sembari tersenyum manis.
"Sama-sama sayang, by the way tadi kamu sama Xylon ngapain?" ujar Adelard.
Deg
'Mampus gue, gue kira pada gak liat' batin Helena sembari memikirkan alasan yang akan ia berikan.
Terlihat Adelard dan Laura menunggu jawaban dari Helena. Sementara Kevin, anak itu sibuk dengan mainan yang baru ia beli.
"I-itu... ya... ya... ngobrol-ngobrol aja biasa," ucap Helena gugup.
"Eh tadi kayak mau kissing gitu," ujar Laura menyipitkan matanya.
"Mana ada," sahut Helena mengelak.
'Gue gak boongkan? emang bener kok gak ciuman, cuma posisinya aja yang kayak orang mau ciuman' batin Helena
"Yah ngelak, yaudah kalau gak mau ngaku mah,"
"Apa sih Mi! emang bener kok kita gak mau kissing, kalau kalian gak percaya dan mau tau tadi kita ngapain, nih liat," ucap Helena sembari menunjukkan kalung yang ada di lehernya.
"Wih, di kasih Xylon?" tanya Adelard
"Iya, dan tadi tuh dia cuma masangin aku kalung ini, mungkin aja Mami Papi liatnya kayak mau kissing, padahal posisinya yang bikin salah paham," jelas Helena
"Oh gitu, berarti Mami sama Papi ganggu kalian dong?" ujar Laura
"Iya Mi, harusnya kita jangan masuk dulu tadi ya hahahahahaha," timpal Adelard yang ikut menggoda putrinya.
"Apa sih! aku gak ada apa-apa ya sama Xylon," bantah Helena
"Eh iya, Cici kamu mana?" tanya Laura pada Helena, karena sejak tadi ia tidak melihat putri sulungnya itu.
"Kamar, kayaknya tidur," jawab Helena
"Yaudah Papi mau ke kamar, mau istirahat, besok-besok kalau mau mesra-mesraan jangan di luar ya!" ujar Adelard kembali menggoda Helena lalu bangkit dari duduknya.
"Papi!!!!" rengek Helena
Laura dan Adelard tertawa, mereka tidak menyangka putri dingin mereka bisa sangat dekat dengan seorang pria.
Laura pun menyusul suaminya pergi ke kamar, karena ia juga lelah dan ingin beristirahat.
"Kak, Ko Xylon kapan ke sini lagi? aku mau main PS sama Ko Xylon," ujar Kevin
"Ini lagi anak kecil ikut-ikutan ngomongin Xylon! dah ah pada nyebelin," kesal Helena yang kemudian bangkit dari duduknya dan pergi ke kamar.
Sementara Kevin, ia tidak mengerti ada apa dengan Kakaknya itu, padahal ia baru saja bicara.
"Freak," umpat Kevin
To be continued
Hello readers, mohon supportnya untuk novel aku ya.. yuk klik likenya sekarang. jangan lupa Votenya..
thankyou so much buat yang udah like dan baca novelku teruss!!
Sukses selalu buat kalian!!