
Merekapun akhirnya sampai di sebuah tempat yang banyak sekali area permainan.
"Kok kesini?" tanya Helena
"Kan dating," jawab Xylon
"Huhh, terus ini sepi? Seluruh tempat lo sewa?"
"Iyalah." sahut Xylon yang kemudian turun dari mobilnya.
Namun, Helena malah terdiam sambil menatap sinis Xylon.
"Ayo turun, jangan marah-marah mulu!" ujar Xylon
"Iya iya." sahut Helena yang langsung turun dari mobil Xylon dengan wajah kesal.
Xylon pun mengulurkan tangannya dan terpaksa Helena menerima uluran tangan Xylon karena ia malas berdebat juga untuk mempersingkat waktu.
Mereka berjalan dengan bergandeng tangan.
Mata Helena langsung berbinar saat ada area untuk bermain ice skating, Sudah lama ia tidak bermain itu.
Xylon dan Helena pun berjalan memasuki area tersebut.
Helena sebisa mungkin menahan senyumnya karena tidak mungkin ia merasa sangat gembira dihadapan Xylon, jelas-jelas tadi ia menolak dan mengumpati Xylon.
"Gua tau Lo pasti seneng, jangan ditahan," ujar Xylon
Karena Helena sudah tidak tahan lagi, ia malah tertawa.
"Bagus tempatnya", ucap Helena
Xylon tersenyum
Mereka pun duduk di bangku yang ada disana untuk memakai Skating shoes atau sepatu seluncur
Setelah selesai memakainya, Xylon dan Helena pun berdiri. Saat hendak berdiri, Helena hampir saja terjatuh karena sudah lama ia tidak memakai sepatu seluncur.
Xylon dengan sigap langsung menangkap Helena agar tidak terjatuh.
Ntah mengapa mendadak hati Xylon berdegup kencang dan sekarang dia gugup.
Xylon menatap Helena. Seperti biasa, Helena menatap balik orang yang menatapnya dan membuat Xylon semakin gugup.
Kemudian Helena membenarkan posisinya agar bisa berdiri dengan tegak.
"Hmm ayok." ucap Xylon sembari mengalihkan pandangannya.
Helena tidak memperdulikannya dan langsung meluncur begitu saja meninggalkan Xylon.
Xylon tersenyum melihatnya lalu mengejar Helena.
"Aaaaaaaa!!!" Helena refleks berteriak saat Xylon mulai mendekat.
dengan cepat, Helena langsung menghindar. ia menertawai Xylon karena tidak berhasil menangkapnya.
Xylon yang kesal pun langsung mengejar Helena kembali.
Beruntung, Helena cukup hebat dengan ice skating sama hebatnya saat dia bermain Sepatu roda, ia pun langsung pergi sebelum tertangkap oleh Xylon.
Saat Helena sudah berhenti, ia hendak berbalik untuk melihat Xylon. Namun, tiba-tiba ia tidak bisa bergerak karena seseorang memeluknya dari belakang.
"XYLON!! Lepas!!!!" teriak Helena
"Mau kemana?" tanya Xylon
"Ke sini," jawab Helena
Xylon semakin mengeratkan pelukannya, ntah kenapa Helena tidak dapat menolaknya lagi. Ia justru merasa nyaman dengan pelukan ini.
Xylon mendekatkan wajahnya dengan wajah Helena, Helena menengok dan hampir saja bibir mereka bersentuhan dan membuat Helena terkejut.
"Hel.."
"Hm?"
"You are the first and the last"
Deg
Helena tidak merespon, ia bingung harus menjawab apa.
Helena memalingkan wajahnya karena merasa malu ditatap oleh Xylon, tidak biasanya ia seperti ini.
"Udah, forget it!" ucap Xylon
Kemudian Xylon meraih tangan Helena dan meluncur, merekapun kembali melanjutkan permainan ice skatingnya.
***
Setelah 25 menit mereka bermain ice skating, Xylon dan Helena pun memainkan permainan lain.
Setelah selesai, tibalah waktu makan malam.
Xylon mengajak Helena untuk makan malam disebuah restoran mewah dan mahal.
Setelah sampai direstoran tersebut, mereka pun menaiki lift yang ada di restoran itu.
"Kenapa makannya gak dibawah?" ujar Helena
"Just follow me," sahut Xylon
"Ngoghey"
Mereka pun akhirnya sampai di rooftop restoran tersebut.
Betapa terkejutnya Helena karena rooftopnya sudah dihias dengan mewah dan romantis.
Pemandangan dan angin sepoi-sepoi membuat hati Helena merasa tenang.
Helena pun tersenyum
"Suka?" tanya Xylon
Helena mengangguk sebagai jawaban.
Kemudian mereka duduk di tempat yang sudah tersedia, Tempat yang begitu romantis menurut Helena.
Xylon pun mengajak Helena untuk duduk di kursi makan yang sudah tersedia disana.
Helena pun duduk begitu juga dengan Xylon.
Terlihat sudah tersedia macam-macam makanan di atas meja makan dengan hiasan yang romantis.
Ntah kebetulan atau bagaimana, semua makanan yang ada di meja makan itu adalah makanan-makanan favorit Helena.
Helena merasa sangat senang hari ini, ia melihat pemandangan kota di malam hari, pemandangan yang begitu indah.
Cekrek
Cekrek
Cekrek
Helena tersadar, Xylon telah memotretnya.
Xylon tersenyum menatap Helena, kemudian beralih menatap layar handphonenya untuk melihat-lihat hasil potretannya.
"Bagus gak?" tanya Helena
'gak marah? Tau gitu gue foto dia lebih banyak' batin Xylon.
"Jelek," jawab Xylon
"Delete kalau jelek," ujar Helena
"Gak" sahut Xylon
"Xylon!" teriak Helena
"Just kidding, cantik"
"Iya dong, kan anak mami Laura"
"Ya, sekarang makan atau mau disuapin?" ucap Xylon
"gak, ini mau makan." Helena pun segera menyantap makanannya.
Xylon tersenyum memerhatikan Helena
"Makan! jangan ngeliatin mulu!" seru Helena
"iya sayang..." sahut Xylon sengaja menggoda Helena.
"STRESS!" cetus Helena
Xylon pun terkekeh
Kemudian, merekapun makan malam bersama.
Setelah selesai makan malam, Xylon dan Helena kembali ke mobil untuk pulang.
Helena merasa aneh karena tidak ada supir atau asisten Xylon, bukankah sebelumnya Helena pergi ada supir dan asisten Xylon? Kemana mereka?
"Supir sama asisten Lo mana?" tanya Helena sambil memakai seatbelt.
"Pulang, orang dating gak boleh di ganggu" jawab Xylon
"Oh pulang"
Xylon pun melajukan mobilnya.
di perjalanan
"Makasih"
"Maaf"
Ucap mereka bersamaan.
Kemudian keduanya saling menatap dan tertawa kecil.
"Kenapa minta maaf?" tanya Helena
"Udah bawa lo pergi sampe malem," jawab Xylon
Helena terkekeh
"Sans, gua tau lo gak ada niat jahat" tutur Helena
"Justru malam ini gua ngerasa bahagia banget, gua jalan-jalan, main ice skating, dan yang lainnya pokoknya, gua seneng. Thanks ya," sambungnya
Xylon tersenyum
'ishhh pengen peluk jadinya' batin Helena
Kemudian Helena menatap ke arah jendela dan Xylon fokus dengan jalanan.
***
Pukul 08.20 malam
Sesampainya di rumah keluarga Williams.
"Thanks for today," ucap Helena
Xylon tersenyum
"Anytime," ucap Xylon.
Helena pun tersenyum balik
"Yaudah, gua masuk ya"
"Iya, good night"
"Good night too"
Helena pun melepas seatbeltnya dan turun dari mobil Xylon.
Setelah turun, Helena melambaikan tangannya sampai mobil Xylon meninggalkan perkarangan rumahnya.
Kemudian Helena masuk ke dalam rumahnya, ternyata seluruh keluarganya tengah berkumpul di ruang keluarga.