
"Lu mau ngomongin apaan?" tanya Eric saat wajah Xylon terlihat serius.
Xylon tak menjawab pertanyaan Eric itu, namun ia langsung menggeser ponselnya yang berada di meja ke hadapan Eric.
Eric yang terlihat bingung dan penasaran pun langsung meraih ponsel Xylon dan melihat isi ponsel tersebut. Seketika, ia langsung terkejut saat membaca postingan Agnez, adiknya.
"Kenapa Agnez nulis ini?" ujarnya
"Adek Lo udah gila!" kesal Xylon.
"Ada apa si, emangnya?" tanya Eric kembali.
Tanpa menjawab, Xylon langsung memperlihatkan video, foto serta artikel-artikel yang tersebar di internet dan sosial media yang tengah diurus bawahannya saat ini.
Eric melihat dan membacanya sendiri. Saat ia melihat video dan foto yang ada di laptop Xylon, ia merasa jika itu memang benar perbuatan adiknya.
Saat Eric tengah sibuk melihat ke layar laptop, disaat itu juga Xylon mengambil kembali ponselnya dan menghack atau meretas ponsel milik Helena agar gadis itu tidak dapat membuka seluruh aplikasi sosial media yang ia punya termasuk aplikasi pesan, berharap jika Helena sudah tertidur dan belum membuka sosial medianya.
"Gua bakal kasih pelajaran buat Agnez, tapi lo tenang aja karena gue gak akan balas dengan kejam. Gue cuma mau buat dia kena imbas dari perbuatannya sendiri dan bikin dia nyesel karena udah bertindak kayak gitu," ucap Xylon yang dijawab anggukan oleh Eric.
"Gua harus balik ke Jakarta buat bicarain ini sama keluarga gue dan bilangin Agnez." ujar Eric setelah bangkit dari tempat duduknya.
Xylon menjawabnya dengan deheman.
"Gua bakal suruh bawahan gua buat urusin kepulangan lu," ucapnya.
"Ya, thanks." sahut Eric
"Gua minta maaf atas kelakuan adek gua, gua dan keluarga gua bakal urus Agnez secepatnya," sambungnya yang meminta maaf kepada Xylon atas apa yang diperbuat adiknya. Eric benar-benar merasa malu memiliki adik seperti Agnez.
"Helena gak tau soal ini, jadi jangan bilang tentang rumor ini ke dia," kata Xylon yang dijawab anggukan oleh Eric.
Setelah itu, Eric melangkahkan kakinya keluar dari kamar Xylon dan menuju kamarnya untuk mengambil barang-barangnya seperti koper dan ponselnya yang tengah di charge. Untung saja barang-barang yang lain masih di dalam koper karena baru saja tiba di Bali, sehingga ia tidak perlu mengemasnya terlebih dahulu.
Setelah Eric keluar dari kamarnya, Xylon langsung menelepon bawahannya untuk mengurus tiket pesawat kepulangan Eric.
Tiba-tiba, Xylon baru teringat jika Shelly juga berada di dalam kamar Helena, yang berarti jika gadis itu bermain ponsel lalu menemukan artikel tentang rumor tersebut, bisa-bisa Shelly langsung membeitahu Helena. Alhasil, Xylon lebih memilih meretas ponsel milik Shelly daripada mengirimkan pesan, karena ia tidak tahu kan, bagaimana jika Shelly belum mengetahui rumor itu dan Xylon pasti harus menjelaskannya dan ia malas untuk itu. Jadi, agar lebih cepat dan simpel, Xylon lebih memilih menggunakan otak jeniusnya untuk menghack ponsel Shelly untuk sementara waktu.
Xylon berpikir jika ia akan merahasiakan ini dari Helena sampai waktunya kembali ke Jakarta. Ia tidak mau jika Helena gelisah, sedih dan tidak menikmati liburannya karena Agnez. Lagi pula ini hanya beberapa hari saja, sehingga ia juga masih ada waktu mencari tahu lebih tentang permainan Agnez.
Kemudian, ponsel Xylon bergetar berkali-kali pertanda banyaknya pesan yang masuk. Ia yakin jika pesan-pesan itu dari teman-temannya yang menanyakan tentang rumor dirinya dan Helena.
Xylon pun membuka aplikasi pesan pada handphonenya, dan benar saja jika handphonenya ramai karena teman-temannya memberitahu tentang rumor tersebut.
Xylon membalas salah satu pesan dan menyuruhnya memberitahu kepada yang lain agar tidak ada yang membicarakan hal ini pada Helena.
Selesai membalas pesan, ia kembali mendapat telepon dari Gavin yang memberitahunya jika artikel-artikel tersebut sudah beres dan videonya sudah di take down.
...ππππππ...
^^^"Gimana?"^^^
"Sepertinya sudah ada
yang beresin ini semua, tuan"
^^^"Lah?"^^^
"Jadi, artikel maupun video dan
foto-foto itu udah gak ada"
...'Aneh, siapa coba yang beresin?' batin Xylon...
^^^"Terus, udah ketemu orang yang^^^
^^^bikin rumor itu?"^^^
"Sudah tuan, tapi kami masih
memastikannya kembali, karena
ini menyangkut keluarga Stewart"
"Jika informasinya sudah valid, saya
akan segera menghubungi anda kembali"
^^^"Ya, untuk info yang kamu dapatkan^^^
^^^sekarang, apa pelakunya Agnez?"^^^
"Sepertinya begitu, tuan"
^^^"Ok"^^^
...πππππ...
Setelah mematikan sambungan teleponnya, Xylon mengecek kembali internet dan media sosial, dan benar saja jika semuanya sudah terhapus.
"Ada yang udah beresin itu semua, tapi siapa?" gumam Xylon yang memikirkan dan menebak-nebak siapa kira-kira yang sudah membereskan rumor tersebut.
...κ§κ§...
Esoknya, Xylon dan yang lainnya pergi untuk breakfast. Dan saat mereka tengah menyantap sarapan masing-masing, Helena sedikit heboh dengan ketidakhadiran Eric.
"Kak Eric mana?" seru Helena yang melihat sekeliling dan tidak menemukan Eric.
"Ada urusan," jawab Xylon.
"Ih... kok gak ngasih tau dulu sih." rengek Helena sambil membuka ponselnya berniat untuk menghubungi Eric. Namun, saat ia membuka aplikasi chatting, Helena justru bertambah kesal dan bad mood karena tidak dapat membuka aplikasi tersebut.
"Nih hp kenapa coba?" gerutu Helena.
"Ada apa?" tanya Xylon.
"Ini... hp aku gak jelas banget, masa gak bisa buka aplikasi chatting." adu Helena memperlihatkan layar ponselnya pada Xylon.
"Emang mau ngapain buka itu?"
"Mau telepon Kak Eric lah," jawab Helena.
"Kan aku udah bilang, dia lagi ada urusan," tutur Xylon.
"Iya, tapi mendadak. Baru juga kemaren nyampe sini"
Xylon tidak menggubrisnya, terlihat ia sedang mencari sesuatu pada ponselnya.
"Makan aja, biarin Eric selesain urusannya, kamu gak usah lebay gitu!" ujar Laura yang sejak tadi mendengarkan ocehan anaknya itu.
"Ih, tapi aku sebel sama Kak Eric, gak bilang-bilang dulu! Agnez gak ada, masa Kak Eric juga sih," ucap Helena dengan matanya sudah berkaca-kaca.
Helena menerima ponsel Xylon yang ternyata sudah tersambung dengan telepon Eric. Ia pun menempelkannya pada telinga dan berbicara pada Eric di seberang sana.
...ππππ...
^^^"Kak Eric mah!!!!"^^^
"Kaget"
"Kenapa, Hel?"
^^^"Jahat!"^^^
"Lah kok? jahat kenapa?"
^^^"Nyenyenye, Jihit kinipiΒΏ"^^^
"Hahahaha, kamu marah
sama Kakak?"
^^^"Iyalah, apa-apaan coba, tiba-tiba^^^
^^^pulang?"^^^
"Kak Eric ada urusan mendadak, Hel"
"Maaf ya?"
^^^"Ogah"^^^
"Lah, gitu sih?"
"Kakak janji, kapan-kapan kita
jalan bareng lagi rame-rame"
"Maafin dong"
^^^"Gak tau. Masa Agnez gak ada,^^^
^^^Kakak juga gak sih, kesel kan"^^^
"Yaudah maafin, ya?"
^^^"Padahal kan aku tuh mau..."^^^
"Mau? mau apa?"
...'Mau kasih surprise buat Xylon dan semuanya harus ada, tapi malah Kak Eric balik, sebel' batin Helena...
^^^"Gak, gak jadi"^^^
"Lah? kenapa gak--"
^^^"Udahlah, aku ngambek sama Kakak!"^^^
^^^"Bye!"^^^
...πππππ...
Dengan kesal, Helena langsung memutuskan sambungan teleponnya begitu saja dan mengembalikan ponsel tersebut pada pemiliknya.
Xylon tersenyum tipis melihat wajah Helena yang cemberut seperti ini. Jika saja ia tidak menutupi tentang rumor itu, Helena pasti sudah meminta pulang karena tidak mood.
"Ekhem," Natasya dan Viorenza berdehem bersamaan saat melihat Xylon yang tak berhenti memandangi Helena.
Xylon tersadar dan kembali menyantap sarapannya. Sementara Kenzie, ia malah bersiul-siul sembari menahan tawanya.
Helena menatap Natasya, Viorenza dan Kenzie satu persatu dengan tatapan tajamnya karena saat ini moodnya tidak karuan. Mungkin PMS?
"Berisik Lo pada!" kesalnya.
"Lah kok sewot?" ujar Natasya.
"Bacot!"
"Helena!" tegur Adelard.
Helena berdecak dan kembali meneruskan makanannya.
Kenzie dan Natasya saling menatap. Kemudian, Kenzie menggesekkan jari telunjuknya pada dahi dengan mulut yang mengisyaratkan seperti mengucapkan kata 'Sinting'.
"Ko Kenzie! Aku liat lho!!!" seru Helena yang melihat hal itu.
Sementara Kenzie, ia malah cengengesan dan Natasya menggelengkan kepalanya.
"Pada nyebelin semuanya hari ini," gumam Helena kesal yang masih didengar oleh Xylon yang berada disampingnya.
"Kamu kenapa sih? gara-gara Eric pulang doang, kamu gak mau ditinggalin Eric?" ujar Xylon.
"Apaan sih, gak gitu!" sahut Helena yang bertambah kesal.
"Terus?"
"Gak tau ah, males jelasin"
"Yaudah"
"Eh, rumor tadi malem udah diberesin?" seru Alya yang membuat semua orang menatapnya, termasuk Helena, "Rumor apa?" tanyanya.
"Rumor yang..."
"Rumor bias lo dating," belum sempat Alya melanjutkan ucapannya, Viorenza langsung memotongnya.
"Ih, apa-apaan? kok gue gak tau?" kesal Helena.
"Iya, katanya sih gitu. Tapi agensinya bilang kalau itu gak bener, jadi Lo sans aja," sahut Vio.
"Oh, syukur dah. Kaget gue." ucap Helena sembari mengusap dadanya.
Sementara Arabella yang berada di samping Alya, ia langsung menggeser ponselnya dan mengetik 'Lo gak baca chat dari Ko Kenzie?'. Alya melirik Bella lalu menggelengkan kepalanya pelan.
Bella menghela nafas lalu memperlihatkan isi pesan Kenzie yang mengatakan jika rumor tersebut harus dirahasiakan dari Helena.
Alya ber oh ria lalu kembali menganggukkan kepalanya. Setelah itu, ia pun kembali menyantap sarapannya.
TBC