Sincerity

Sincerity
Bertemu Greisy lagi



Malam hari, seorang gadis tengah melihat pemandangan di malam hari lewat jendela kamarnya yang besar.


Gadis itu adalah Helena. Helena mengingat kejadian tadi sore saat ia bertemu dan berbincang-bincang dengan Greisy juga pertemuannya dengan orang yang sudah lama tidak ia temui.


FLASHBACK ON


Helena baru saja keluar dari Cafe setelah selesai berbincang-bincang dengan Agnez.


Agnez sudah pulang terlebih dahulu karena supirnya telah menjemputnya, sementara Helena perlu pergi ke minimarket untuk membeli sesuatu.


Saat hendak berjalan ke minimarket yang terletak di sebelah kanan cafe, Helena berpapasan dengan Greisy.


"Hi Helena!" Greisy tersenyum menyapa Helena.


Helena pun membalas senyuman dan sapaan Greisy. "Hi"


"What are you doing here?" tanya Greisy


"I just finished from the cafe with my friend," jawab Helena


"What are you doing here yourself?" Helena bertanya balik pada Greisy


"I'm out of the cafe too," jawab Greisy


"Really? but I didn't see you there earlier (Betulkah? tapi aku tidak melihat kamu di sana sebelumnya)"


Greisy hanya tersenyum menanggapinya


"Are you really here alone? Where are your bodyguards and assistants? (Apakah kamu benar-benar di sini sendirian? Di mana pengawal dan asisten kamu?)," ujar Helena


"Ah, my assistant is in the car," sahut Greisy sembari menunjuk ke arah mobil mewah miliknya yang terparkir di parkiran Cafe.


Helena manggut-manggut


"Then I'll go there first then! See you later (Kalau begitu aku akan ke sana dulu! Sampai jumpa)." Helena menunjuk ke arah minimarket lalu melambaikan tangannya pada Greisy.


"Can we talk after that? I have something to tell you (Bisakah kita bicara setelah itu? Ada yang ingin kukatakan padamu)." ujar Greisy sembari menahan tangan Helena lalu menatap wajahnya dengan tatapan serius.


"Sure, it looks serious," sahut Helena


"You're right, I want to have a serious talk with you (Kamu benar, aku ingin berbicara serius denganmu)"


"Okay"


Beberapa saat kemudian, Helena keluar dari minimarket dan menghampiri Greisy yang terlihat sedang berdiri di dekat mobilnya.


"Where do you want to talk?" ujar Helena


"Your car," sahut Greisy


"Ok"


Helena berjalan menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari mobil Greisy. mereka berdua pun masuk ke dalam mobil Helena.


"So, what do you want to talk about? (Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan?)" tanya Helena


"Not in this place, we have to get out of here because someone is watching us (Tidak di tempat ini, kita harus pergi dari sini karena ada yang mengawasi kita)." tutur Greisy dengan wajah yang cukup serius.


Melihat itu, Helena mengerti jika ini benar-benar sangat penting.


Kemudian, ia menyalakan ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Halo, cari orang yang udah ngawasin saya! pastikan kalian menangkap dan cari tau identitas orang itu," ucap Helena pada seseorang di telepon, lalu ia langsung mematikan sambungan telepon tersebut.


Helena pun kembali menatap Greisy dan berkata, "Done, don't worry! where are we going?"


"The hotel where I stay, how?" ujar Greisy yang mengusulkan untuk mengobrol di hotel tempat ia menginap.


"Okay," sahut Helena menyetujui usulan Greisy.


di perjalanan, mereka asik berbincang-bincang dan bersenda gurau sambil menikmati jalanan yang tidak macet.


"Haha thankyou sis," ucap Helena yang kemudian menyadari ucapan Greisy tadi.


"Y-you can speak Indonesian!" ujar Helena yang terkejut karena mendengar Greisy berbicara bahasa Indonesia, meskipun dengan nada khas baratnya dan pengucapan yang sedikit baku.


"Bisa dong," sahut Greisy sembari tersenyum


"Tau gitu aku gak perlu capek-capek ngomong bahasa Inggris"


"Hehehehe ... aku bisa bahasa Indonesia sedikit-sedikit, kadang ada yang gak aku pahami artinya"


"Oh begitu"


Greisy tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Ya, Greisy memang sempat belajar bahasa Indonesia dulu, karena Xylon lah alasan dia untuk belajar bahasa Indonesia saat itu.


"Ok kalau gitu kamu kasih tau aku aja jalannya," ucap Helena


"Okey," sahut Greisy


10 menit kemudian, Helena dan Greisy sampai di hotel yang bernama 'Jeffer Hotel'.


Helena terkejut saat mengetahui jika Greisy menginap di sana. dengan Ragu, Helena masuk ke dalam Jeffer Hotel dan mengikuti Greisy dari belakang.


saat mereka sampai di depan kamar Greisy, Greisy pun membuka pintunya lalu mempersilahkan Helena masuk.


Helena dan Greisy duduk berhadapan di sofa yang ada di kamar Greisy.


"So, mau ngomong apa?" ujar Helena langsung pada intinya karena ia sudah sangat penasaran dengan apa yang akan Greisy bicarakan.


"Kamu marah dengan Xylon?" tanya Greisy yang membuat Helena bingung.


Helena mengerutkan dahinya lalu menggelengkan kepalanya.


"Marah? kenapa kamu tanya itu?" ucapnya


"Helena! please don't misunderstand about me and Xylon, We are just friends and Xylon loves you so much." Greisy menjelaskan pada Helena agar ia tidak salah paham dan mengatakan bahwa dia dan Xylon hanyalah teman. Greisy juga mengatakan bahwa Xylon sangat mencintai Helena.


Helena tertawa mendengarnya.


"Kenapa kamu ketawa?" ujar Greisy bingung, karena ia merasa ucapannya tidak ada yang lucu.


"Gapapa, aku cuma ngerasa kamu dan Xylon itu lucu karena kamu sama Xylon yang misunderstanding," jelas Helena


"Maksudnya?" Greisy yang masih belum paham dengan maksud dari ucapan Helena.


"Pasti kalian mikirnya aku salah paham dan jealous kan? tapi sebenarnya gak, hahahaha," ucap Helena sambil tertawa.


"Then why did you block Xylon's number?" ujar Greisy


"Oh, Xylon curhat ya? jujur aku marah bukan cemburu kok, lagian aku gak peduli Xylon mau pergi sama siapapun, karena aku sama dia gak ada hubungan apa-apa. but I'm angry with myself because aku kayak mau aja di ajak jalan sama Playboy kayak dia dan bisa-bisanya baper sama sikap dia ke aku, padahal mungkin udah banyak perempuan yang diperlakukan begitu juga sama dia," jelas Helena


Greisy manggut-manggut


"Tapi kamu salah paham, Helena! Xylon is not that kind of man!" tutur Greisy


Helena terdiam mendengarnya.


"Kamu udah tau berita yang viral hari ini? itu Hoax, you know? Xylon is not Playboy! dia bukan laki-laki yang mempermainkan perempuan, apalagi melecehkan," jelas Greisy


"Kapan aku bilang dia laki-laki kayak gitu?" ujar Helena


"Kamu bilang dia Playboy?"


"Iya, waktu itu aku masih bodoh karna belum tau siapa yang sebenarnya bermuka dua"


"Maksud kamu?"