
Dorr
Terdengar suara tembakan yang membuat semua orang terdiam sesaat dan melihat ke arah Xylon yang baru saja menembakkan peluru pada bagian kaki Alden.
"Xylon?" gumam Helena saat melihat pria yang ia cintai telah tiba. dengan cepat, Helena langsung berlari menghampiri Xylon dan berhambur ke pelukannya. Xylon pun membalas pelukan Helena dengan sangat erat, ia bisa bernafas lega karena Helena baik-baik saja.
"Hiks.. Xylon..." lirih Helena yang tak berhenti menangis saat sudah berada dalam dekapan Xylon. Sesekali Xylon mengecup pucuk kepala gadis itu dan mengusap-usap punggungnya berharap Helena sedikit tenang.
"Aku udah datang Helena, kamu tenang ya?" ucap Xylon yang kemudian menatap tajam ke arah Alden yang sedang meringis kesakitan sembari memegangi kaki kanannya akibat tembakan Xylon.
Xylon melepas pelukannya pada Helena dan mengusap air mata gadis itu lalu hendak berjalan ke arah Alden. Namun, Helena menahan tangan Xylon dan menggelengkan kepalanya sebagai isyarat jika Xylon tidak boleh pergi ke sana.
Xylon tersenyum dan langsung mengusap kepala Helena dan menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan gadis itu jika ia akan baik-baik saja.
Xylon pun menghampiri Alden yang sedang kesakitan dan langsung memukuli Alden.
"Ini hukuman Lo karena udah kurangajar sama Helena!" ujar Xylon dengan nada tinggi dan tangan yang tak berhenti menghajar pria kurangajar tersebut.
"Tuan muda... sebaiknya anda harus sabar! jika tidak, anda juga bisa masuk penjara!!" seru Dev sembari mencoba menahan Xylon agar tidak terlalu terbawa emosi.
Sementara anak buah Alden langsung saja melindungi bos mereka itu dan terjadilah perkelahian lagi.
Tak lama, ketiga sahabat Xylon datang dan menghampiri Helena.
"Helena!" seru Erick dan membuat Helena menoleh.
Setelah sampai di dekat Helena, Erick langsung saja memeluk gadis itu dan memeriksa keadaan Helena.
"Aku... aku gapapa Kak Erick! tolong bantuin Xylon! dia lagi marah banget sekarang, jangan sampai karena dia coba lindungin aku, Xylon masuk penjara. Buruan Kak!! bantu Xylon," ujar Helena pada Erick, Kenzie dan Galang.
"Kenzie! bawa Helena pergi dari sini!" ujar Galang.
"Oke!" sahut Kenzie yang langsung menarik Helena untuk pergi dari tempat itu. Sementara Galang dan Erick, mereka langsung membantu Xylon.
"Kak! aku gak mau!!! Lepas!" ujar Helena mencoba melepaskan genggaman Kenzie sembari berusaha menghentikan langkahnya karena tangannya terus ditarik oleh Kenzie.
"Mau ngapain Helena? enggak liat, di situ bahaya?" geram Kenzie.
"Tapi aku harus bantuin Xylon"
"Kamu tenang aja! Xylon ada anak buahnya dan kamu juga liat kan tadi kalau Galang sama Erick udah bantuin? lagian sebentar lagi polisi datang, jadi gak usah khawatir. kamu tinggal nurut aja sama Kakak, ini semua demi kebaikan kamu! kita lagi berusaha ngelindungin kamu Helena!"
Kenzie benar, meskipun Helena bisa bela diri, tetap saja ia akan menjadi target Alden dan akan menyusahkan Xylon maupun yang lain.
Akhirnya, Helena pun mengikuti saja kemana Kenzie membawanya. sampai tiba di depan lift, mereka dikejutkan dengan beberapa pria bertubuh besar dan kuat menghadang agar mereka tidak bisa pergi dari hotel tersebut.
Kenzie dan Helena saling memandang dan kemudian keduanya mengangguk secara bersamaan dan langsung melawan para pria itu.
"Helena, hati-hati!" seru Kenzie pada Helena agar gadis itu berhati-hati. Sebenarnya, Kenzie sedikit khawatir. Karena walau bagaimanapun juga, ia tidak ingin terjadi apa-apa dengan gadis itu, meskipun ia tahu bahwa Helena cukup jago dalam hal bela diri.
Begitulah Kenzie. Bukan hanya Kenzie, melainkan sahabat-sahabat Denzel yang merupakan kakak tiri Helena pun juga sangat menyayangi Helena, seperti adik mereka sendiri. dan bukan hanya Helena saja, tetapi mereka juga menganggap Agnez seperti itu.
"Ya!" sahut Helena.
......................
Brakk
Akhirnya, Xylon dengan yang lainnya berhasil mengalahkan seluruh anak buah Alden yang berada di rooftop. Bersamaan dengan Helena dan Kenzie yang juga baru saja mengalahkan orang-orang yang mereka yakini jika para pria itu adalah anak buah Alden juga.
Melihat kekalahan yang sudah di ujung mata, Alden sebisa mungkin untuk bangkit dan mencoba melarikan diri. Namun, itu semua sudah terlambat. Saat Alden telah sampai di pintu lift, munculah beberapa polisi yang baru saja tiba di lokasi kejadian. sementara anak buah Alden, mereka langsung merasa panik.
"Selamat siang! dengan tuan Alden Bailey?" ujar salah satu pak polisi tersebut.
"Bukan, bukan saya!!!" teriak Alden.
"Pak! tangkap dia." ujar Xylon menujuk Alden.
Polisi itu mengangguk sembari berkata pada Alden, "Anda kami tangkap atas tuduhan pemerkosaan seorang gadis dan percobaan pembunuhan!" sembari memborgol tangan Alden.
"Lepas! kurangajar lu Xylon!! let's see, gua bakal balik balas dendam dan gua bakal bikin perusahaan lu hancur! sama kayak bokap Lo udah hancurin keluarga gua!" seru Alden yang tangannya sudah di borgol. Sementara polisi yang lain pun memborgol tangan seluruh anak buah Alden dibantu para bodyguard Xylon untuk dibawa ke kantor polisi.
Setelah polisi membawa mereka pergi, Xylon dan kedua sahabatnya yaitu Galang dan Erick juga tangan kanan Xylon yang tak lain adalah Dev pun ikut pergi dari rooftop tersebut.
"Udah tau kan harus apa setelah ini?" ujar Xylon pada Dev sembari berjalan.
"Sudah tuan muda, setelah ini saya akan bereskan secepatnya," sahut Dev.
"Bagus! untuk hotel ini, hancurin aja dan jangan sampai ada berita tentang Shelly ataupun Helena. intinya hancurin semua yang menjadi milik Alden Bailey!" tegas Xylon.
"Anda tidak perlu khawatir tuan muda," ucap Dev.
Sementara Helena dan Kenzie, mereka juga telah mengalahkan anak buah Alden dan sekarang para polisi tengah memborgol mereka satu persatu.
Tak lama, munculah polisi lainnya yang baru saja turun dari rooftop dan berjalan sembari membawa Alden dan bawahannya yang sudah diborgol melawati Helena dan Kenzie.
Malihat hal itu, mata Alden dan Helena bertemu. Kemudian, Helena menunjukkan senyuman mengejeknya dan puas pada Alden yang membuat pria itu merasa kesal dan semakin dendam pada Helena.
Setelah polisi sudah membawa Alden dan anak buahnya pergi, tatapan Helena langsung beralih pada Xylon dan langsung memeluk laki-laki itu dengan erat.
"Are you okay?" tanya Helena yang masih memeluk Xylon.
"Harusnya aku yang nanya itu ke kamu. Are you okay?" tanya Xylon balik sembari membalas pelukan Helena.
"Ya," jawab Helena singkat lalul melepas pelukannya dan beralih menatap Erick dan Galang bergantian. Setelah itu, Helena langsung memeluk keduanya.
"Guys! kalian gapapa kan?" tanya Helena yang kemudian melepas pelukannya.
"Iya gapapa, selagi kamu juga baik-baik aja," jawab Erick dan Galang.
"Gue gak ditanyain?" ujar Kenzie.
"I see, gue gak buta jadi gua tau kalau Lo baik-baik aja," sahut Helena membuat Erick dan Galang terkekeh.
Sementara Xylon masih setia menatap Helena dengan intens, yang merasa tengah ditatap pun langsung memandang Xylon balik. sehingga terjadilah adegan tatap-tatapan.