Sincerity

Sincerity
Chapter 10



diperjalanan, Xylon mengecek handphonenya dan membuka aplikasi pesan.


"just read?" gumam Xylon ketika melihat pesannya hanya dibaca oleh helena.


'eh g*bl*k gua kan belum bilang gua siapa' -Xylon


Xylon pun mengirim pesan lagi pada Helena


ini Xylon hel..


***


Helena POV


Helena telah sampai disekolah dan langsung menuju kelas. ketika sudah sampai kelas, Helena langsung duduk di tempatnya seperti biasa.


Helena membuka handphonenya sambil menunggu sahabat-sahabatnya.


ia teringat dengan orang yang mengirimnya pesan tadi. lalu ia mengecek username orang tersebut. ketika ia hendak mengeceknya, satu notif pesan kembali muncul


+62×××××××: ini Xylon hel..


"oh Xylon" gumam Helena


"XYLON? Xylon Rodriguez?" ujar Agnez tiba-tiba datang entah sejak kapan.


"Agnez! you startled me" ucap Helena


"Sorry Sorry! but just now, did you mean Xylon Rodriguez?" tanya Agnez


"what do you mean? hahahaha when did I say Xylon?" Helena berusaha menutupi


"hey, my hearing is still good huh!” ujar Agnez


"oke sorry" sahut Helena


"So answer my question earlier, what do you mean Xylon Rodriguez?"


'huh, gue boong juga percuma si Agnez bakal gak percaya dan makin kepo, jujur aja kali ya?' batin Helena


"Helena!! Agnez!!" ujar Kim yena dan Acha


"you finally came" sahut Helena


'hero gue Dateng tepat waktu huhuhuhu' batin Helena


'We'll see Helena, you still have a secret debt to me!! (Kita lihat Helena, kau masih punya hutang rahasia padaku!!)' batin Agnez sembari matanya menatap pada Helena


Helena menatap Agnez balik sambil cengengesan.


"I will tell you one day Agnez" ujar Helena


"Yeah okay, you owe me a secret" sahut agnez


"up to you"


'oh iya gua belum bales chat Xylon' batin Helena


lalu Helena membuka roomchatnya kembali dan membalas pesan Xylon.


^^^oh oke, aku save^^^


setelah itu Helena mengobrol dengan teman-temannya sambil menunggu bell berbunyi.


***


saat pulang sekolah


Helena langsung merebahkan tubuhnya di ranjang lalu ia memainkan ponselnya.


ia mengecek sosmed lalu mengecek aplikasi pesan.


Helena melihat jika pesannya belum dibaca oleh Xylon


"positif thinking, mungkin dia sibuk" gumamnya.


Setelah itu ia mengganti pakaiannya dan turun kebawah untuk makan sesuatu karena perutnya sedang lapar.


"kak" panggil Selena


"hm" Helena hanya berdehem


"anterin aku yuk"


"ke?"


"mall"


'ke mall ya? ya udahlah sekalian makan di mall juga' -helena


"ngapain?mami kemana emang?"


"ke salon mau potong rambut, mami lagi ke supermarketnya"


"Cici?"


"huh, yaudah ayok"


"ikut dong" ucap Brian yang baru saja turun.


"yaudah siap-siap" ujar Helena


"oke" sahut Selena dan Brian


Setelah bersiap-siap, akhirnya mereka pergi ke mall.


Sesampainya di mall, mereka bertiga langsung masuk ke dalam mall.


"lah ke salon cewek" ucap Brian saat memasuki salon khusus untuk wanita.


"iyalah, suruh siapa ikut?" ujar Helena


"CK, bosen kalo di rumah" sahut Brian


Helena terkekeh


"yaudah mau kemana?" tanya Helena


"beli PS baru, yang dirumah rusak" jawab Brian


"oke, ayo" ujar Helena


"Yes!!!!"


"sel, kakak sama Brian pengen beli PS dulu, kamu ditinggal bentar gapapa kan?" tanya Helena pada Selena


Selena hanya mengacungkan jempolnya sebagai jawaban.


"nah, let's go" ujar Brian sambil menarik tangan Helena.


"aishh, sabar! jangan norak!" ucap Helena


***


Setelah selesai membelikan Brian PS, Helena dan Brian kembali ke salon tempat Selena potong rambut.


"Helena!?" ujar seseorang


Helena membalikkan tubuhnya dan langsung tersenyum


"ah Tante ternyata, apa kabar tante?" ucap Helena


"baik kok" jawab orang itu yang tak lain adalah Viona, mamanya Xylon.


"kamu sendiri gimana?" sambung viona


"baik Tante, om Freddy apa kabar?" tanya Helena


"baik juga dia, oh iya kamu nyalon juga disini?" ucap Viona


"enggak Tante, cuma anterin Selena" jawab Helena sambil tersenyum.


"oh gitu, eh hi Brian apa kabar?" ujar Viona yang beralih menatap Brian.


"hi Tante, aku baik" sahut Brian


"Tante disini mau nyalon atau udah?" tanya Helena


"udah kok, kita makan bareng yuk" ujar Viona


"Mmmmm..." Helena nampak berpikir.


"kak, aku udah selesai" ujar Selena ketika sudah selesai menyalon dan segera menghampiri Helena dan Brian.


"Eh? ada Tante viona? halo Tante" sambungnya menyapa viona


"hi sayang" sahut Viona sembari tersenyum.


"gimana hel? udah ayok" ucap Viona yang kembali menatap Helena


"oke tante, ayok" sahut Helena.


"sebentar Tan, aku mau bayar potong rambut Selena dulu" sambungnya


"gak usah, tinggalin aja biar Tante yang urus nanti"


"tapi tan.."


"tuhkan kamu mah gitu"


"eh, engga gitu tan, aku cuma gak enak"


"kayak Ama siapa aja"


"tapi tan.."


"Amel" panggil viona pada asistennya.


"baik nyonya" Amel yang langsung mengerti maksud nyonyanya pun segera membayar tagihan salon Selena.