Sincerity

Sincerity
XYLON HELP!



...Hello readers, mohon supportnya untuk novel aku ya.. yuk klik likenya sekarang. jangan lupa Votenya dan save sbg favorit!!...


...thankyou so much buat yang udah like dan baca novelku teruss!!...


...Sukses selalu buat kalian!!...


...Happy reading...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Xylon dan Agnez keluar dari cafe tersebut karena Xylon yang merasa risih dengan tatapan orang-orang, ditambah ia tidak ingin terlihat mesra dengan Agnez di hadapan banyak orang. Xylon yakin, jika sebentar lagi akan ada berita tentang dirinya juga Agnez berkencan. meskipun ini adalah sebuah drama, ia hanya ingin Helena lah yang akan diberitakan berkencan dengannya.


Setelah keluar dari cafe tersebut, Xylon dan Agnez segera menuju ke kediaman gadis itu untuk mengantarnya pulang sekaligus ingin bertemu dengan para sahabatnya.


di perjalanan


"Agnez," panggil Xylon


"Iya Ko?" sahut Agnez.


Xylon pun menyodorkan sebuah kotak yang berisi jam tangan pada gadis itu.


"OH MY GOD!" Agnez terkejut sekaligus senang sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"For me?" tanya Agnez berbasa-basi sekaligus memastikan.


Xylon pun mengangguk sebagai jawaban.


"AAAAAA.... MAKASIH KO!!!" Agnez hendak menghambur ke pelukan Xylon. Namun, tiba-tiba...


Bruk


Mobil Xylon berhenti mendadak karena memang sang supir sengaja menginjak rem dengan tiba-tiba karena perintah Gavin. Jadi sebelumnya, Gavin yang melihat Agnez akan memeluk Xylon dari kaca depan, ia langsung mengisyaratkan pada supir yang berada di sampingnya untuk mengerem mobil mendadak. Beruntung, mereka sudah berada di jalan komplek perumahan mewah tempat kediaman Agnez, jadi saat itu tidak begitu ramai dan tidak ada kendaraan yang berjalan di belakang mobil Xylon.


Karena berhenti mendadak, menyebabkan Agnez dan Xylon menubruk ke depan. Namun, Xylon masih bisa menahan. Tetapi, Agnez yang menubruk ke depan lebih keras dan alhasil tidak jadi memeluk Xylon lalu ia langsung memarahi supir Xylon.


"Heh Pak! Bisa nyetir gak sih! Bikin bahaya majikan tau gak?!"


"Maaf Nona," sahut Sang Supir meminta maaf.


'Ishh, gara-gara ni supir, gue gak jadi meluk Xylon,' batin Agnez kesal.


Gavin dan sang supir menahan tawanya mendengar kekesalan Agnez. Kemudian, Gavin mengacungkan jempol pada pak supir yang dibalas senyuman oleh pak supir tersebut.


"Ekhem... coba pake," perintah Xylon pada Agnez agar gadis itu segera memakai jam tangan yang ia berikan.


"Pakein," pinta Agnez manja dan dengan amat sangat terpaksa, Xylon memakaikan jam itu di lengan Agnez.


Setelah selesai, Agnez sedikit mengangkat tangannya untuk memandang jam tangan barunya yang diberi oleh Xylon sambil tersenyum-senyum.


Tak lama, Mereka pun sampai di rumah Agnez dan langsung masuk ke dalam.


Di dalam, rupanya sudah ada Eric, Kenzie dan Galang yang tengah bermain PS.


"Lah, lu pulang bareng Agnez?" ujar Kenzie melihat sekilas Xylon lalu kembali fokus pada permainannya.


"Hm," jawab Xylon dengan deheman.


"Parah Lo, kemaren adeknya si Denzel lu deketin, sekarang adeknya Eric. untung gue gak punya Adek cewek, ternyata cowok dingin kayak lu diem-diem pepet banyak cewek," ejek Galang.


"Bac*t," ketus Xylon.


"Dih Pms," ucap Eric.


"Gue sih ngerestuin aja asal jangan sakitin adek gue, lagian juga kalau lu jadi sama adek gue kan, enak di gue juga. gua jadi Kakak ipar Lo, hahahahaha." sambung Eric dengan mata yang tetap fokus pada layar TV sembari tangannya memencat-mencat tombol pada stik PS.


"Sumpah, bacot lu pada. gua cabut aja," ancam Xylon yang hendak bangkit dari tempat duduknya.


"Dih najis, baperan," ujar Galang.


"Jangan digodain ego, dia temen kita yang paling kaya, jenius, ntar gua susah buat minta tolong dia promosiin gua atau gua gak ada kontrak kerja sama ama dia," tutur Kenzie pada Galang dan Eric.


"Anj-" kesal Xylon.


Merekapun akhirnya mengobrol dan bermain PS sampai malam hari sambil memakan makanan yang sudah disediakan di rumah mewah keluarga Eric, sama seperti saat mereka masih sekolah dulu. Pertemuan ini sangat mendadak dan awalnya hanya Galang yang berkunjung ke rumah Eric, namun karena Kenzie bosan di rumah, alhasil ia pergi ke rumah Eric dan bermain PS.


Tiba-tiba, terdengar suara dering ponsel Xylon. Xylon pun melihat layar ponselnya untuk melihat siapa yang menelepon.


'Helena?' batinnya.


Setelah itu, ia mengangkat teleponnya.


"Halo Hele-" belum selesai Xylon berbicara, terdengar suara teriakan di sana dan teriakan seorang gadis yang sepertinya sedang panik.


"XYLON HELP! AAAAAAAAAA!!!!!!!!!"


tiba-tiba sambungan teleponnya terputus dan membuat Xylon khawatir.


"Ada apa?" tanya Eric.


"Helena needs help," jawab Xylon yang langsung bangkit dari duduknya dan mengambil jas kerjanya yang berada di senderan sofa dan langsung terburu-buru keluar dari kediaman Eric.


Mendengar tentang Helena yang butuh pertolongan dan melihat Xylon yang tampak begitu khawatir, Kenzie, Galang dan Eric akhirnya memutuskan untuk menyusul Xylon. Mereka juga tidak ingin terjadi apa-apa dengan Helena, bagaimanapun juga mereka telah menganggap Helena seperti adik sendiri.


"WOY! tungguin!!" ujar Kenzie yang langsung menyusul Xylon dan diikuti Eric serta Galang.


Saat Xylon sudah masuk ke mobilnya, satpam rumah Eric langsung membuka pintu gerbang dan mobil Xylon langsung melesat meninggalkan kediaman sahabatnya tersebut.


Sementara Galang, Eric dan Kenzie, mereka langsung masuk ke dalam mobil Galang dan mengikuti mobil Xylon.


Agnez yang melihat itu sebelumnya saat mereka masih berada dalam rumah pun merasa bingung dan berpikir, apa yang sebenarnya telah terjadi?


'Apa Rasya udah ngejalanin rencananya? tapi kok gak ngasih tau gue?' batinnya.


diperjalanan, Xylon mencoba melacak keberadaan Helena. Saat sudah menemukan keberadaan gadis itu, Xylon langsung menelepon Dev dan anak buahnya untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan Helena dan membantunya. Ternyata, sekarang Helena tengah berada di hotel yang cukup jauh dengan posisinya saat ini. Namun, lokasi Helena cukup dekat dengan lokasi Dev berada, karena sebelumnya Xylon memerintahkan Dev untuk mengurus pekerjaan yang berada di kota dimana hotel itu berada.


Sementara di mobil Galang, ketiga sahabat Xylon itu tengah heboh dan panik. Lebih tepatnya Kenzie yang heboh.


"Woy! ada apa sih ini? gua kaget makanya langsung nyusul Xylon," ucap Kenzie.


"Anjir, gua kira Lo tau!" ujar Eric.


"Gua taunya pas Xylon bilang 'Helena needs help' gitu doang, emang my baby Helena kenapa?" tanya Kenzie kembali.


"Bukan saatnya bercanda beg*!!" seru Galang.


"Siapa yang bercanda a*jrit!" sentak Kenzie.


"Lah tadi masih manggil my baby Helena?"


"Anj*ng lah, gitu aja jadi masalah. udahlah skip aja, intinya Helena kenapa?"


"Ya mana kita tau jir! gua juga cuma denger Xylon bilang Helena needs help," ujar Eric.


"Buang waktu gua nanya sama kalian," kesal Kenzie.


"Dih, Lo yang daritadi heboh setan!!" seru Eric dan Galang serempak.


"Sans bro! gua nanya baik-baik tai," ucap Kenzie.


Galang hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sudah tau dia dan Eric juga bersamanya, yang artinya mereka juga tidak tahu apa-apa.


...****************...


Akhirnya up lagi ya, butuh waktu lama buat nyari ide hahahahahaha.


jangan lupa like!! vote!! dan save in favorite!!!