
"Gila ya kalau orang udah bucin!" ucap Eric sembari menggeleng-gelengkan kepalanya lalu meneguk minumannya.
"Heleh, kayak lu gak pernah aja," ujar Kenzie
"Gua gak selebay Lo pada," sanggah Eric
"Cih." Kenzie ikut mengambil minuman yang ada di atas meja lalu meneguknya.
"Woy, ternyata kalau ngebahas Helena, Xylon banyak ngomong ya, malah sampe curhat hahahahahaha," ucap Galang diakhiri dengan tawa.
"True sih, ternyata Xylon masih normal" timpal Kenzie yang ikut tertawa.
Esoknya, Helena baru saja selesai bersiap untuk pergi ke sekolah. Ia pergi menuju lantai bawah sambil membawa paperbag yang berisi barang-barang brand XYlina untuk di berikan kepada Laura dan Shelly.
"Good morning guys." Helena menyapa keluarganya yang sudah menunggu di meja makan.
"Morning too," sahut anggota keluarganya, kecuali Laura.
ia menatap tajam ke arah Helena. Yang di tatap hanya bisa menyengir dan cengengesan, kemudian Helena duduk di samping Kevin.
"Anak perempuan ke Singapore, pulang malem, udah gak inget kalau punya orang tua huh, Seenaknya aja," omel Laura
"Kan Mami yang ngizinin, kata Mami boleh," sanggah Helena.
Helena tau jika ia selalu diikuti oleh bodyguard di belakangnya karena perintah kedua orangtuanya itu. Namun, tetap saja Laura selalu merasa khawatir walau bagaimanapun juga, ia adalah seorang ibu.
"Iya, tapi kenapa lama banget disana sampe malem? Kamu pikir Mami gak tau kamu pulang larut?" ujar Laura
Helena memang pulang larut malam, disaat keluarganya sudah tertidur semua, namun siapa sangka jika maminya terbangun saat itu dan hendak mengecek putrinya sudah pulang atau belum, dan ia melihat jika Helena sedang berjalan menuju kamarnya, itu artinya Helena baru sampai rumah pukul 11.50 PM.
"Tapi kan ... aku kesananya sore, belum lagi perjalanan ke Singapore, walaupun deket tapi makan waktu juga kan, apalagi disana aku jalan-jalan juga," ucap Helena dengan berbagai macam alasan untuk membela diri.
Laura menghela nafas kasar.
"Alesan mulu, kalau mau jalan-jalan tuh pas besoknya libur juga, ini mah besok sekolah malah maksa pengen pergi" tuturnya
"iya Mamiku sayang, maaf ya! nih, aku bawain oleh-oleh." Helena memberikan beberapa paperbag pada maminya.
"Apaan tuh?" tanya Shelly
"Liat aja." jawab Helena sambil memberikan beberapa paperbag lainnya untuk Shelly.
Adelard dan Kevin saling memandang. kemudian, Adelard beralih menatap Helena.
"Papi gak dibeliin oleh-oleh?" tanyanya
"Hehe, brand XYlina kan buat cewek Pi, dan aku cuma mampir ke XYlina, Sorry." jawab Helena sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Tapi Papi tenang aja, pulang sekolah aku bakal beliin sesuatu buat Papi," sambungnya
"Gak usah, Papi cuma bercanda! simpen aja uangnya," ucap Adelard
"Tapi Pi.." Helena hendak kembali berbicara. Namun, Kevin segera memotongnya.
"Udahlah, mending beliin PS baru buat aku," ujar Kevin memotong ucapan kakaknya itu.
Helena berpikir sejenak lalu berkata, "Oke"
Kevin tersenyum bahagia mendengarnya.
"Hm.. jadi nyogok mami?" tanya Laura sambil melihat isi paperbag.
"Ishh negative thinking banget sama aku, ini tuh bukti cinta kasih aku sama Mami tersayang," ucap Helena sedikit berlebihan.
"Lebay!" seru Shelly
"Ih udah dibeliin juga, masih ngatain," cetus Helena
"Gak ikhlas?" ujar Shelly
"Ikhlaslah kan buat Cici tercinta." sahut Helena sambil menowel dagu Shelly.
"Udah stop ah, geli!" Shelly menepis tangan Helena.
Helena pun terkekeh
Adelard dan Laura hanya bisa menggelengkan kepala melihatnya.
Kemudian, Shelly dan Laura menyuruh asisten rumah tangga untuk menaruh semua paperbagnya di kamar mereka masing-masing.
"Thankyou oleh-olehnya." ucap Shelly sembari menatap Helena.
"You're welcome," jawabnya
Helena pun beralih menatap Laura dan berkata, "Mami gak bilang makasih ke aku?"
"Makasih," ketus Laura.
Adelard dan Kevin tertawa
"Aihhh, jutek banget," ucap Helena
"Udah buruan sarapan! ngomong mulu" ujar Laura.
Kemudian, mereka sekeluarga segera menyantap sarapannya.
...----------------...
Helena sampai di sekolah dan sedang berjalan menuju kelasnya.
"Hi Helena!" sapa Agnez yang tiba-tiba saja muncul di sampingnya.
"Hi Agnez!" balas Helena sambil tersenyum
"Oh ya Helena, pulang sekolah ngobrol di cafe kuy," ajak Agnez
"Boleh, cafe mana?"
"Boleh"
Kemudian, mereka masuk ke dalam kelas dan terlihat Rasya yang sedang berbincang dengan teman-temannya langsung menatap ke arah Helena dan Agnez.
"Hi Rasya!" sapa Agnez
"Hi." balas Rasya
"Hi Helena!" sambungnya menyapa Helena
"Hm, Hi." balas Helena yang menoleh ke arah Rasya sekilas sambil berjalan menuju kursinya.
"Ah yes Helena, I want to ask you something!" ucap Agnez saat mereka sudah berada di tempat duduk masing-masing.
"What?" Helena menengok ke belakang dan mengubah posisi duduknya berhadapan dengan Agnez.
Agnez sedikit mendekat pada Helena lalu bertanya, "Lo Deket ya sama Xylon?"
Helena mengerutkan keningnya.
"Kenapa Lo nanya kayak gitu?" tanya Helena
"Ya gak, gua cuma gak mau kalau lo tau yang sebenernya tentang dia, bagus deh kalau lo gak Deket sama Xylon, soalnya dia.." Agnez langsung menghentikan ucapannya dan menutup mulutnya.
"Hah?? Soalnya dia? Dia kenapa?" tanya Helena
"It's nothing (Tidak apa)," jawab Agnez
"Agnez! lo udah buat gue penasaran, jadi kasih tau cepetan!!!" Desak Helena
"Duh gimana ya, nanti gua ceritain pas di cafe deh," ucap Agnez berjanji.
"Kenapa gak disini aja?" tanya Helena
"Gak enak gua ngomongnya," jawab Agnez
Helena menghela nafasnya
"Oke." Helena kembali mengubah posisi duduk menghadap ke depan lalu menyalakan ponselnya dan mulai melihat-lihat sosial media.
Sepulang sekolah, Helena langsung pergi bersama Agnez ke Cafe XXX.
merekapun segera mencari tempat duduk dan memesan minuman.
"Oh ya Helena, gua kan tadi mau cerita tentang Xylon," ucap Agnez
'Oh iya, gua aja sampe lupa kalau mau bahas Xylon, inget aja si Agnez' batin Helena
"Hm, kenapa emangnya dia?" tanya Helena
"Jadi gini, lo tau gak news tentang Xylon yang hari ini lagi rame?" tanya Agnez
Helena tampak berpikir sejenak dan berkata, "Enggak tuh, news apa emangnya?"
"Sebentar." Agnez mengeluarkan ponselnya yang berada di tas dan menunjukkan beberapa artikel tentang Xylon.
"Lo liat sendiri kan? gimana br*ngs*knya Xylon?" ujar Agnez memperlihatkan layar ponselnya dan menggeser setiap gambar yang berisikan tentang foto-foto Xylon bersama gadis yang berbeda-beda di setiap gambarnya.
Helena memerhatikan foto-foto itu sambil memikirkan sesuatu.
"Hm ... Lo bener," ucap Helena
Agnez memasang ekspresi kecewa lalu berkata, "Sumpah ya, gua gak nyangka kalau Xylon kayak gini. Gua kira dia cowok baik-baik dan gak mungkin mainin perempuan kayak gini"
"Gua tau lo deket sama dia. Gua kasih tau lo supaya lo jaga-jaga aja, kalau Xylon nembak, jangan diterima. Gua gak tau lo cewek keberapanya dia," sambung Agnez
Helena hanya manggut-manggut.
"Tapi kenapa Lo tiba-tiba bahas dia?" tanyanya
"Gua bahas ini, supaya lo tau sifat Xylon yang aslinya gimana, kita bestie dari dulu dan gua gak mau lo kecewa nantinya." Agnez memegang tangan Helena.
"Ya ampun ... thankyou ya," ucap Helena sembari tersenyum pada sahabatnya itu.
Agnez tersenyum balik dan mengangguk.
"Kalau boleh gua nyaranin, mending lo sama Rasya aja," tutur Agnez lalu menaruh kembali ponselnya ke dalam tas.
"Kenapa dia?" tanya Helena
"Ya emang lo gak ngerasa kalau dia tuh tulus cinta sama lo? daripada Xylon," jelas Agnez.
"Iya sih, gua bakal berusaha buka hati gua buat Rasya" ucap Helena.
"It's good then, you really deserve a good one (itu bagus kalau begitu, kamu benar-benar pantas mendapatkan yang baik)," kata Agnez
"Gua beruntung banget punya sahabat kayak lo, thankyou nez." Helena menepuk pundak Agnez sembari tersenyum.
"Sama-sama Hel, gua seneng Lo udah tau semuanya tentang Xylon," balas Agnez
'Stupid' batin Agnez.
Setelah minuman mereka datang, Helena dan Agnez langsung meneguk minuman masing-masing dan mengobrol hal lain.
To be continued
......................
Hello readers, mohon supportnya untuk novel aku ya.. yuk klik likenya sekarang. jangan lupa Votenya..
thankyou so much buat yang udah like dan baca novelku teruss!!
Sukses selalu buat kalian!!