
Sesampainya di airport, Helena dan Alya turun dari taxi setelah membayar supir taxi tersebut.
Kemudian mereka berlari karena takut tertinggal pesawat.
kini mereka sudah berada di dalam pesawat dan akan segera kembali ke Jakarta.
"udah malem banget" ucap Alya melihat jam di handphonenya yang menunjukkan pukul 10.10 WIB.
"Lo gak di omelin hel?" sambungnya bertanya pada Helena yang berada di sampingnya.
"Calm, gua udah beli oleh-oleh buat mami, jadi gak mungkin dia bisa ngomel hehe" jawab Helena santai.
"njir, jadi Lo shopping sebanyak ini buat nyogok mami Lo?" ujar Alya
Helena menganggukkan kepalanya
"bisa gitu" ucap Alya
"bisalah" sahut Helena
Disisi lain
Xylon sampai di sebuah bar yang cukup terkenal di Jakarta, Ia pun pergi ke ruang VVIP di sana. Saat Xylon masuk, terlihat beberapa pria seumuran dengannya yang sudah berkumpul.
"Akhirnya bapak CEO menyempatkan diri Buat ngumpul Ama best friends tercintah, terkasih dan tersayangnya" Seru Kenzie sedikit berlebihan kemudian bangkit dari duduknya dan merangkul Xylon.
"Anjrit, geli gua dengernya" ucap Eric
Kenzie dan Galang terkekeh
"karna Lo jarang nongkrong, Lo yang traktir hari ini" ujar Galang
"Hm" Xylon hanya berdehem menjawabnya
"Azzekk mantap, kaya mendadak gue. Next time kalau nongkrong di bar gue lagi" ucap Eric yang merupakan pemilik bar tersebut.
Xylon tidak merespon dan tetap memasang wajah dinginnya.
"Eh Kenzie, gimana pacar lu?" Ujar Galang pada Kenzie.
"Bac*t" ketus Kenzie
Xylon langsung melihat ke arah Eric untuk meminta penjelasan.
"Pacarnya selingkuh hahahaha" jelas Eric singkat pada Xylon yang di akhiri tawa.
"Gitu doang, cari lagilah" ucap Xylon
"Setan, Lo kira gampang nyari yang setia?" Ujar Kenzie
"Gak, gua gak pernah ngira gitu" sahut Xylon santai yang kemudian menyenderkan punggungnya pada sandaran sofa dan
satu kakinya dia silangkan di atas kaki yang lain dengan gaya duduk khas CEO lalu meminum minuman yang tersedia di meja.
Kenzie menghela nafasnya kasar
Sementara Eric dan Galang masih cekikikan melihat Kenzie yang tengah patah hati.
"temen biadap Lo pada" ucap Kenzie
"Gak usah alay, di sakitin sama cewek doang" ujar Galang
"Bener kata Xylon, mending cari lagi" timpal Eric
"Iya ya, yaudah gua mau deketin Helena aja" ucap Kenzie
"Jangan coba-coba" ujar Xylon
"Lah kenapa?" Tanya Kenzie
"Pokoknya jangan! kalau sampe lu deketin dia, gua ancurin muka lu" jawab Xylon dengan ancaman.
"Oh gitu, tapi selagi belum sah jadi pacarnya..... Hm.... Bisa kali gua Pepet" ucap Kenzie yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Xylon.
"Coba aja kalau udah bosen punya tangan sama kaki" ucap Xylon.
Galang dan Eric bergedik ngeri. mereka tahu jika Xylon menginginkan sesuatu, maka ia pasti akan mendapatkannya dengan berbagai cara dan ucapannya itu bukan hanya sekedar ancaman.
"Galak bener pak CEO" ucap Kenzie
"Eh Xylon, emangnya lu udah coba deketin si Helena?" Tanya Galang yang di jawab deheman oleh Xylon.
"Terus?" Tanya Galang kembali
Xylon menghela nafasnya
"Helena kayaknya marah sama gua karna salah paham" ucap Xylon
"Lah? Salah paham? Emang udah pacaran?"
Xylon menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
"Terus salah paham gimana?" Kini Kenzie yang bertanya.
"Ya karna liat gua sama cewek lain"
"Menurut gua, lu nya yang bego Xylon. Udah tau lagi pdkt malah bikin Gedeg, ya kesel lah orangnya"
"Lo gak mikir sebabnya? Kalau dia kesel berarti cemburu bukan?" Ucap Xylon
"Iya ya, belum pacaran tapi dianya kesel sama dengan cemburu" ucap Galang
"Ya udahlah nunggu apa lagi? Gaslah tembak Helena!!" Ujar Kenzie, sepertinya malah dia yang bersemangat, bukan Xylon.
"Itu dia, gimana mau nembak kalau dianya masih ngambek, nomor gua aja di block" curhat Xylon
"Ck ck, gua turut prihatin" Ucap Galang sambil menepuk-nepuk pundak Xylon yang berada di sampingnya.
"Anj, Napa pada ngegalau gara-gara cewek si?" Ujar Eric
"Udah diem, lu mana ngerti, cewek lu banyak" ucap Kenzie
"Udah gak ya sorry, cuma gebet empat cewek doang" sahut Eric
"G*bl*k" ucap Galang
Kenzie terkekeh
"Eh iya, cewek yang lu bilang tadi dan yang bikin Helena salah paham itu siapa?" Tanya Eric pada Xylon
"Greisy, temen dan Client gua" jawab Xylon
"sebenernya bukan salah paham. Tapi gua sama Greisy sengaja bikin Helena marah, mau liat ekspresinya" jelas Xylon
Eric, Kenzie dan Galang hanya ber oh ria
Kemudian, Xylon bangkit dari duduknya.
"Lah mau kemana?" Tanya Kenzie
"Cabut" jawab Xylon
"Cepet amat, belum bayar Cok" ucap Eric
"Nanti asisten gua kesini" sahut Xylon yang kemudian pergi dari ruangan itu.
"Gila ya kalau orang udah bucin" ucap Eric
"Heleh, kayak lu gak pernah aja" -Kenzie