
...꧁꧂...
di perjalanan, mereka terus berbincang-bincang dan benar-benar merasa excited. Sementara para orang tua, mereka saling mengobrol dan sesekali menimbrung dengan para anak muda.
Sungguh, ini adalah salah satu momen yang benar-benar sulit untuk dilupakan.
Helena duduk di dekat jendela karena memang itu tempat kesukaannya jika sedang bepergian. Helena mengangkat kakinya dan sedikit menaikkan tubuhnya untuk melihat kursi yang berada tepat di belakangnya dan ternyata Ericlah yang duduk di situ.
Xylon tertawa kecil melihat tingkah pacarnya.
"Ngapain sih? hahaha," ujarnya.
"Bentar." sahut Helena lalu membenarkan posisinya agar lebih mudah untuk mengobrol dengan Eric.
"Kenapa, hm?" ucap Eric lembut saat Helena menatap ke arahnya.
"Kakak lupa ajak Agnez?" tanya Helena karena sebelumnya ia meminta Eric untuk mengajak Agnez untuk ikutan menikmati PJ dari Xylon.
"Oh itu... ajak kok ajak," jawab Eric.
"Kok dia gak ikut sih? kan Agnez adeknya kak Eric dan kita semua temennya, masa gak ikut"
Helena merasa sedikit kecewa karena Agnez tidak ikut.
tiba-tiba Helena merasa bersalah, ia yakin Agnez tidak ingin ikut karena sudah mengetahui bahwa dia dan Xylon berpacaran. Tapi seharusnya ia merasa senang karena Agnez sudah tahu jika Xylon adalah miliknya.
"Soalnya dia gak enak badan, kakak juga gak mungkin maksain dia ikut, kan?" Eric memberi alasan agar Helena tidak merasa sedih.
Flashback On
Setelah menjenguk Helena, Eric pun pulang ke rumahnya dan langsung menaiki tangga menuju lantai atas.
Saat itu, ia berpapasan dengan Agnez yang tengah menuruni tangga menuju lantai bawah.
"Nez!" panggil Eric dan Agnez pun menghentikan langkahnya dan menoleh pada Eric.
"Mau ikut ke Bali?" ajak Eric.
"Bali?" Agnez memastikan pendengarannya.
Eric menganggukkan kepala. "Iya," ucapnya.
"Kok tumben? mendadak banget"
"Ya Xylon ngajaknya mendadak, mau gimana"
"Huh? Ko Xylon?" tanya Agnez yang langsung bersemangat saat mendengar bahwa Xylonlah yang mengajak.
"Iya," jawab Eric.
"Kalau gitu aku ikut."
dengan semangat, Agnez hendak kembali ke kamarnya untuk mengemas pakaian. Namun, sesaat ia lupa menanyakan sebab Xylon yang tiba-tiba mengajak ke Bali, itupun mendadak. Akhirnya, Agnez berbalik untuk menanyakan hal itu pada Eric.
"Eh tunggu, kenapa dia tiba-tiba ngajak ke Bali? Kan tumben banget gitu loh, gak biasanya"
"Soalnya mau ngerayain jadiannya sama Helena," jelas Eric singkat.
"Apa??? me-mereka jadian???"
Agnez benar-benar terkejut mendengarnya, seketika ia merasa sangat kesal dan semakin membenci Helena.
"Hm," Eric hanya berdehem menyahutinya.
"Apa-apaan sih? kok bisa?!" ujar Angez dengan nada tinggi.
Eric terdiam.
"Ish." Agnez mengepalkan tangannya karena kesal.
"Pokoknya aku gak akan ikut, apalagi ada si Helena sialan itu." ucapnya yang langsung berlari ke lantai atas menuju kamarnya.
Eric memandangi sang adik yang pergi sambil berlari. Sebenarnya ia sudah tahu jika hal ini akan terjadi. Apalagi setelah mendengar jika Xylon berpacaran dengan Helena. Ia sudah tidak tahu lagi bagaimana hubungan pertemanan Agnez dan Helena kedepannya.
Flashback Off
"Yah... kalau gitu kita tunda dulu aja ke Balinya," ucap Helena.
"Janganlah Hel, masa gara-gara Agnez sakit jadi batal ke Bali. Inikan buat ngerayain jadian kamu sama Xylon," tutur Eric.
"Kasian si Agnez," Kenzie yang berada di samping Eric pun ikut gabung ke pembicaraan Helena dan Eric.
"Ntar pas sampe sana kita VC, jangan?" sambung Kenzie.
"Gak tau, bingung aku. kalau VC terus ntar dia kepengen ikut, kan kasian. tapi kalau gak VC, kasian juga nanti berasa dia dilupain," kata Helena.
Eric hanya diam menyimaknya.
Helena ikut diam dan berpikir bagaimana jika Agnez mengetahui hubungannya dengan Xylon, sedang dia lagi sakit.
"Hel... duduk yang bener, gak enak aku mau ngobrol sama kamunya," ujar Xylon yang tidak nyaman dengan posisi Helena yang sedikit naik ke bangkunya dan menghadap ke belakang. Padahal ia sedang ingin bermesraan dengan Helena.
"Iya." sahut gadis itu yang langsung membenarkan posisinya seperti semula.
...꧁꧂...
Sesampainya di Bali, mereka langsung pergi ke hotel mewah milik keluarga Rodriguez yang memang berada di Bali untuk mereka beristirahat.
"Ck, kenapa gak langsung jalan-jalan aja?" tanya Helena pada Xylon yang kini tengah merangkulnya.
"Gak bisa yang, kamu kan juga harus istirahat kata Dokter," jelas Xylon melirik Helena lalu tersenyum.
"Padahal udah excited"
"Nanti malam aja, kamu mau kemana di list aja, kita kunjungin satu-satu. Oke?"
"Hm"
"Ya jangan ngambek"
"Siapa juga yang ngambek"
"Lah tadi, Hm doang?"
"Emang hm itu berarti ngambek ya?"
"Hm"
Secara tidak sadar, Xylon malah berdehem karena sudah biasa, tapi justru malah membuat Helena salah paham.
"Ih kamu ngambek?" ujar Helena.
"Eh enggak gitu maksudnya," sahut Xylon.
"Masa?"
"Iya, ngapain aku ngambek sama kamu. Baru jadian masa ngambek, lagian harusnya cewek yang ngambek sama cowoknya," ucap Xylon.
"Emang harus ya?" tanya Helena.
"Iya," jawab Xylon.
"Kenapa?"
"Aku seneng kalau kamu lagi ngambek,"
"Kok gitu?"
"Lucu." ucap Xylon lalu mencubit pelan pipi Helena.
Gadis itupun terkekeh.
"Huekkk, geli gua," seru Alya yang posisinya berada di belakang kedua pasangan itu yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan mereka dan merasa geli mendengarnya.
"Sirik ae Lo!" ucap Helena sekilas monoleh ke belakang lalu melingkar tangannya pada pinggang kekasihnya dan menyandarkan kepalanya pada dada Xylon yang tentu saja membuat pria itu tersenyum senang dan memindahkan tangannya yang semula ada di pundak Helena jadi pindah ke lengan gadis itu.
Sebenarnya, Helena melakukan hal itu hanya untuk bercanda karena ingin meledek sahabat-sahabatnya. Namun, siapa sangka Xylon malah membalasnya dan teman-temannya pun menanggap itu sunnguhan. Padahal Helena sangat malu melakukan hal-hal romantis seperti ini dan mungkin terlihat menggelikan di mata orang.
Alya hanya menghela nafasnya dan menggelengkan kepala melihat dua manusia di depannya ini.
"Liat tuh, ada yang lagi kasmaran," cibir Kenzie yang langsung berjalan terlebih dahulu dari kedua pasangan itu.
"Urat malunya udah putus," tambah Eric.
"Dulu aja sok dingin dan gak mau ngakuin perasaannya ke Ko Xylon, sekarang jadi bucin akut. Haha, nelen ludah sendiri," sindir Vio.
"Gua sih gak nyangka aja, dua orang kutub bisa sama-sama sebucin ini. udah gitu gak tau malu lagi mesra-mesraan depan umum," timpal Natasya.
Helena pun akhirnya melepas pelukannya.
"Heh, kalian pada Napa si? gue kan becanda, yakali gue berani gitu beneran," seru Helena.
"Heleh," ucap mereka bersamaan.
"Oh yaudah gue beneran aja, jangan sirik ya!!!" Helena pun akhirnya kembali dengan posisi yang tadi.
Xylon tertawa melihatnya.
"Woah, Xylon ketawa sebuah kejadian langka yang harus di abadikan," ujar Galang yang langsung membuat Xylon berhenti tertawa.
Dan kini, malah teman-temannya yang menertawakan Xylon.
'Awas aja Lo pada' ucap Xylon dalam hati.
"Heh, nempel amat!" teriak Laura yang membuat semua orang terkejut. Helena dan Xylon pun langsung saling melepaskan dan sedikit menjauh.
...꧁꧂...