Sincerity

Sincerity
Rencana Xylon



Ekhem... sebelum lanjut, author minta support kalian ya dengan like dan vote dari readers semua...🙏


Jadi, jangan lupa kalian like, vote dan favoritin karya ini ya!!


Thankyou and enjoy!!!!!


...Happy reading guys...


"Bukan bales dendam, tepatnya pengen dapetin tu cewek," bukannya Alden yang menjawab, melainkan Rasya yang menjawab.


"Maksudnya?" tanya Agnez yang masih tidak mengerti. Gadis itu menatap Alden dan Rasya bergantian.


"Bukan urusan lu!" ketus Alden segera angkat bicara sebelum adiknya yang mengatakan yang sebenarnya dan membuatnya marah karena telah ikut campur.


Baru saja Rasya akan berbicara, ia sudah mendapatkan tatapan tajam dari sang kakak.


'Mamp*s gue, pake keceplosan segala' batin Rasya.


...****************...


di kamar Xylon


Xylon menampakkan smirk nya sembari menatap dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan.


"Jadi gitu rencana kalian? Haha stupid," ucapnya.


Xylon pun melacak lokasi lewat alat yang berada di salah satu cincin Carine.


Rupanya Carine sedang berada di perusahaan BLee Corp yang berarti ketiga orang lainnya juga berada di sana.


Ia mengetahui semua itu karena sebelumnya ia sudah mulai curiga dengan Carine Jefferson saat Gavin menceritakan bahwa Carine adalah adik dari Dalen Bailey.


Xylon pun mengajak keluarga Roy dan Carine untuk makan malam bersama sebagai modus merayakan keuntungan yang banyak dari hasil kerjasama perusahaan mereka.


Saat itu, cincin Carine tak sengaja jatuh saat mereka hendak pulang.


Beruntung, Xylon melihat itu sebelum pemiliknya sadar. Setelah Roy dan Carine sudah pergi dari restoran, Xylon mengambil cincin tersebut dan langsung memasukkan ke dalam saku celananya.


Ketika Xylon berada di dalam mobil, ia memberikan cincin tersebut pada Gavin dan memerintahkannya untuk menyuruh orang memasang pelacak sekaligus alat perekam suara pada cincin itu dan hari esoknya Gavin diperintahkan lagi mengantarkan langsung cincin itu untuk dikembalikan pada Carine dengan mengatakan Xylon menemukan cincin itu terjatuh dan baru dikembalikan karena mereka lupa.


Oleh karena itu, Xylon dapat melacak dan mendengarkan segala rencana Carine yang akan berbuat jahat pada Helena.


Setelah itu, ia kembali teringat dengan Agnez dan Rasya.


Ia berpikir bahwa mereka berdua sangat mudah untuk dijebak dan di masukkan ke perangkap mereka sendiri dan ia tidak terlalu khawatir. hanya saja, ia harus terus mencegah Agnez dan Rasya sebelum mereka melakukan sesuatu yang membuat Xylon maupun Helena rugi.


"Kayaknya gua juga harus taro pelacak dan alat perekam suara di salah satu benda yang sering dipake Agnez," gumam Xylon


Ia pun menutup laptopnya dan segera merebahkan dirinya di ranjang dan mulai tertidur.


...*******...


dua hari kemudian, Xylon sengaja menunggu di Rodriguez internasional senior high school untuk menunggu seseorang.


Saat melihat orang yang ia tunggu sudah tiba di parkiran, Xylon langsung turun dari mobilnya dan menatap ke arah gadis yang ia tunggu-tunggu sembari tersenyum.


Xylon pun menghampiri gadis yang tak lain dan bukan lain adalah Helena.


"Ayo," Xylon meraih tangan Helena yang langsung ditepis oleh gadis itu.


"Why?" tanya Xylon


Sebuah motor pun datang menghampiri mereka dan berhenti tepat di sana.


"Helena ayo," ajak pengendara motor tersebut yang tak lain adalah Rasya.


"Iya," sahut Helena


"Sorry, gua udah janjian pulang bareng Rasya," sambungnya beralih pada Xylon.


"Helena? bukannya kamu udah maafin aku?" ujar Xylon dengan raut wajah kecewa.


"Ya, tapi bukan berarti Lo seenaknya temuin gua!" ketus Helena


"What's wrong with you?"


Helena tidak meresponnya dan langsung naik ke motor sport Rasya dan memakai helm.


Setelah itu, Rasya pun melajukan motornya meninggalkan Xylon yang masih mematung melihatnya dekat dengan Helena.


"Hi Ko!" sapa Agnez dengan senyum manisnya pada Xylon.


"Hi Agnez!" balas Xylon yang juga tersenyum pada gadis itu.


Sontak, siswi-siswi yang berada di parkiran dan melihat Xylon langsung terpesona. Ada yang histeris dan ada juga yang senang tapi tak dapat berteriak ketika melihat senyuman Xylon yang jarang terlihat itu.


"Ko, boleh Agnez pulang bareng Koko?" tanya Agnez yang dijawab anggukan oleh Xylon.


Melihat tak ada penolakan dari Xylon, Agnez hendak merangkul tangan pria itu, namun dengan cepat Xylon langsung menahan tangan Agnez dan menepisnya.


"Jangan berlebihan! ini gua cuma sekalian mau ketemu Eric," cetus Xylon yang kemudian berjalan lebih dulu ke mobilnya.


'Oke, lumayan buat saat ini. liat aja lama-kelamaan Lo sendiri yang bakal selalu ngejar gua Ko' batin Agnez lalu menyusul pria itu dan masuk ke dalam mobil Xylon.


......................


di perjalanan


"Ko!" panggil Agnez dan Xylon pun menengok ke arahnya.


"Apa spesialnya sih Helena? kayaknya cinta banget sama dia, kenapa?" tanya Agnez


"Dan apa urusannya sama lu?" tanya Xylon balik


"Ya gak, Koko liat sendirikan kalau Helena gak bakal bisa nerima Koko, dia udah deket sama Rasya dan mungkin aja sebentar lagi Helena bakal jadi milik Rasya. dan bukan milih Rasya aja, Sebenernya dia tuh cowoknya aja udah banyak"


"Terus?"


"Jangan ngarepin orang yang gak bisa hargain Koko dan playgirl gitu," tutur Agnez


"Koko juga malah ngerepin si Helena, Koko tau? Helena itu selingkuhannya Alden alias kakaknya Rasya," sambungnya


Wajah Xylon nampak terkejut mendengarnya, ia menatap tajam Agnez untuk meminta penjelasan.


Agnez pun memperlihatkan foto di layar ponselnya dan memberikannya pada Xylon.


Xylon pun menerimanya dan melihat foto yang memperlihatkan kemesraan Helena dan Alden yang benar-benar seperti real dan tanpa editan.


"Belum puas sama kakaknya, adenya juga diembat," ucap Agnez mengomentari foto-foto itu lalu memasukkan ponselnya pada saku seragamnya.


"Coba ceritain," pinta Xylon


Agnez tersenyum senang dalam hatinya ia mulai yakin bahwa rencananya akan segera berhasil untuk mendapatkan Xylon.


"Oke jadi, Sebenernya waktu itu aku gak sengaja ngeliat mereka berduaan lagi shopping dan Helena ngerangkul cowok mesra gitu, terus aku inget kalau cowok yang sama Helena itu pacarnya Ci Shelly. Nah, aku ikutin mereka sampai di hotel dan aku gak nyangka mereka pesen kamar untuk mereka berdua. Huh... Jujur, aku kecewa sama Helena. Aku gak nyangka Helena serendah itu," ucap Agnez dengan akting berpura-pura bersedih.


Xylon merasa kesal dengan ucapan Agnez yang mengatai Helena sebagai 'rendahan'. ingin rasanya Xylon mengakhiri drama ini. Namun, ia masih butuh Agnez untuk mencari informasi tentang rencana Alden, Carine dan Rasya.


"Kalau dia begitu, kenapa Lo gak kasih tau Shelly?" ujar Xylon


"Gak gak gak! aku gak mau hancurin pertemanan aku sama Helena. Dia pasti bakal marah dan putusin hubungan pertemanan aku sama dia," sahut Agnez


Xylon hanya manggut-manggut menanggapinya.


'Sshh... Eric, Ade Lo kok g*bl*k banget' batin Xylon


"Ko..." panggil Agnez dengan suara yang lirih dan lembut.


"Hm?"


"Aku yakin, Koko gak percaya sama aku. tapi aku berani sumpah kalau yang aku bilang itu bener. gimana cara supaya Koko percaya sama aku?" ujar Agnez lalu menyenderkan tubuhnya pada senderan bangku mobil dan menunjukkan raut wajah yang sedang pasrah.


"Lo gak usah ngelakuin apapun. Gua percaya, thanks ya Agnez! Gua sering salah sangka sama Lo dan nyia-nyiain Lo," sahut Xylon


"Jadi Koko percaya?"


Xylon menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan tak lupa dengan senyum palsunya.


"Thanks dan maaf karna sebelumnya gua kasar sama Lo," kata Xylon.


"Iya gapapa Ko, tapi Koko jangan ceritain ini sama Helena ataupun yang lain. Aku gak mau aib Helena kebongkar, aku gak bisa bayangin kalau nanti Helena dijauhin orang-orang terdekatnya," pinta Agnez memohon.


"Iya," jawab Xylon


...To be continued...