
Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, akhirnya Xylon sampai di hotel dimana lokasi Helena ditemukan terakhir kali.
Xylon segera berlari masuk ke dalam hotel. Anehnya, hotel itu terlihat sepi dan seperti tidak ada penyewa hotel lainnya. Hotel tersebut juga hanyalah hotel biasa, bukan hotel mewah atau bintang lima.
Xylon berlari diikuti beberapa anak buahnya yang sudah menunggu Xylon di depan hotel.
"Dimana Dev?" tanya Xylon.
"Tadi Pak Dev dan tujuh orang lainnya masuk ke dalam tuan, sampai sekarang belum keluar lagi," sahut salah satu anak buahnya.
Mendengar hal itu, Xylon semakin panik. Ia berlari menuju lift, tidak peduli dengan penjaga hotel maupun resepsionis yang mencoba menghalanginya dan melarangnya masuk ke dalam lift. Yang ia pikirkan hanya satu, yaitu Helena.
Xylon pun berhasil menerobos para penjaga itu dan segera menuju ke lantai... akh sialnya ia lupa bertanya dimana Alden berada. Akhirnya Xylon pun memutuskan untuk mengecek lantai hotel itu satu persatu.
Tetapi salah satu anak buah Xylon pergi berbicara pada resepsionis dan menanyakan keberadaan Alden. Awalnya resepsionis tersebut kebingungan. Ia tidak bisa memberi tahu tentang keberadaan Alden, tapi di sisi lain ia akan berurusan dengan Xylon Rodriguez jika ia terlibat dalam kejahatan Alden. Akhirnya, resepsionis tersebut memberi tahu tentang keberadaan Alden.
Pada saat itu, Erick dan yang lainnya baru saja sampai di parkiran hotel.
"Gila, Xylon cepet banget nyampenya. untung kita gak nyasar karna ketinggalan." ucap Kenzie sembari turun dari mobil Galang.
"Udah ah! Lo bacot mulu daritadi," ujar Galang yang sudah muak dengan bacotan sahabatnya itu.
Untung sahabat. Jika bukan, ia sudah menurunkan Kenzie di tengah-tengah jalan tol tadi.
Setelah itu, mereka bertiga masuk ke dalam hotel dan melihat seseorang tengah berbicara dengan resepsionis.
"Permisi mba, mba pasti tau Xylon Rodriguez kan? dimana dia?" Erick langsung saja bertanya pada resepsionis mewakili kedua sahabatnya.
"Saya tau, ayo ikut saya," bukan resepsionis yang menjawab, melainkan seorang pria yang merupakan anak buah Xylon tadi.
"Lah, anda siapa?" tanya Kenzie pada pria tersebut.
"Saya anak buah tuan muda Xylon, mari ikut saya," jawab pria itu dan meminta Kenzie dan yang lainnya untuk mengikutinya.
Erick, Kenzie dan Galang langsung mengikuti pria yang katanya anak buah Xylon itu. saat berada di lift, anak buah Xylon langsung menelepon Xylon.
...----------------...
Setelah mendapat informasi dari anak buahnya, Xylon dan bodyguardnya langsung menuju kamar yang sudah diberitahu.
Saat Xylon tiba di depan kamar hotel no 70, ia langsung masuk karena pintu hotel tersebut hancur dan isi kamar tersebut berantakan. Namun yang lebih terkejutnya adalah keberadaan seorang gadis cantik yang terkapar di lantai dengan selimut menutupinya. terlihat jelas di bagian keningnya berdarah dan tangannya banyak luka lecet. Bukan hanya itu, terlihat jelas juga ada darah pada ranjang kamar hotel tersebut.
"Shelly?"
Xylon langsung menghampiri Shelly dan meminta anak buahnya untuk membawa Shelly ke rumah sakit.
Saat ia hendak bangkit, tiba-tiba saja Shelly memanggilnya.
"Xylon!"
Xylon pun menoleh ke arah Shelly yang sudah sangat lemah.
"Ci? What has happened?" tanya Xylon dengan sedikit berjongkok agar mendengar lebih jelas suara Shelly.
"Helena... bantu Helena! hiks... Alden... br*ngs*k," lirih Shelly dan kemudian langsung pingsan.
Setelah itu, ia melihat ponsel milik Helena tergeletak dengan kondisi layar ponsel pecah dan sepertinya pecah pada layar ponsel tersebut karena lemparan yang keras.
Xylon mengepalkan tangannya dan langsung keluar dari kamar tersebut dan pergi mencari keberadaan Helena.
Beruntung, semua anak buah Xylon peka terhadap situasi dan langsung tahu apa yang harus mereka lakukan. Akhirnya salah satu anak buah Xylon menelepon polisi dan melaporkan kejadian ini.
Setelah mencari-cari di setiap sudut, Xylon melihat 10 orang yang berjaga dekat lift menuju rooftop, ia pun menghampiri mereka dan hendak masuk ke dalam lift.
Namun sebelum itu, 10 orang tersebut melarang Xylon dan terpaksa Xylon harus melawan mereka. ia melawan 10 orang sekaligus. Lalu pada saat itu juga, tibalah ketiga sahabatnya beserta 1 anak buahnya yang menanyai keberadaan Alden tadi dan langsung membantu Xylon. Melihat ada membantunya, Xylon langsung saja masuk ke dalam lift, ia yakin sekali Helena berada di rooftop.
Tak lama, pintu lift pun terbuka dan menampakkan banyak orang yang sedang berkelahi. Mata Xylon mencari-cari keberadaan gadis yang ia cintai itu.