Sincerity

Sincerity
Chapter 20



Malam pun tiba


di sebuah restoran mewah di london milik Denzel kim alias suami Xylina, terlihat mobil mewah baru saja sampai di parkiran restoran itu.


Xylina dan denzel serta putri mereka danesa, mereka turun dari mobil dan melihat beberapa bodyguard sudah menunggu mereka.


Saat ingin melangkah menuju restoran, tiba-tiba sebuah mobil yang tak kalah mewah dari mobil mereka pun juga tiba diparkiran. Supir mobil itu turun dan membukakan pintu untuk tuannya.


Seorang laki-laki tampan turun dari mobil itu dengan cool. Siapa lagi kalau bukan Xylon.


Xylina tersenyum, kemudian menghampiri sang adik bersama suami dan anaknya.


"Wah bisa pas sekali datangnya" ucap Denzel Kim dengan nada khas barat lalu memeluk Xylon


Xylon tersenyum kemudian membalas pelukan kakak iparnya


"OK, let's go inside." ujar Denzel melepas pelukannya


Xylina dan Xylon mengangguk kemudian Denzel mengambil alih danesa dari Xylina.


kemudian Xylina merangkul lengan adiknya dan merekapun berjalan masuk ke dalam restoran diikuti oleh beberapa bodyguard.


Saat masuk restoran, terlihat beberapa pelayan menunggu mereka dan memberi hormat pada keluarga konglomerat itu. tak lupa dengan makanan-makanan yang sudah tersedia di atas meja makan.


mereka pun duduk, denzel menyerahkan danesa pada baby sitter.


ya, danesa memang memilki baby sitter, tapi bukan berarti Xylina tidak mengurus anaknya, baby sitter hanya membantu mengurus keperluan-keperluan danesa saja.


kemudian Xylon dan kedua kakaknya pun langsung menyantap makanannya.


di tengah-tengah makan malam, Denzel menanyakan sesuatu pada Xylon.


"Xylon, Do you have a girlfriend?" tanyanya


"Xylina also asked the same thing, and my answer is no (Xylina juga menanyakan hal yang sama, dan jawabanku adalah tidak)" jawab Xylon


"oh fine, but is there a girl you like (oh baiklah, tapi apakah ada gadis yang kamu suka)?" tanya denzel lagi


"ada" jawab Xylon


"Really? who's she?"


"you don't need to know" cetus Xylon


"gimana characteristicnya?" kali ini Xylina yang bertanya


"Is it pretty? sexy? graceful? or cute?" sambungnya


"iya begitu" jawab Xylon


"Your answer is not clear (Jawabanmu tidak jelas)" ucap Xylina


"why are you so interested in my life (mengapa kamu begitu tertarik dengan hidupku)?" cetus Xylon


"we only care (kami hanya peduli)" sahut Xylina dan Denzel.


"huh, basically the girl I love.. she is a girl who is physically beautiful and beautiful at heart (ya pokoknya cewek yang aku suka.. dia cewek yang cantik fisik dan cantik hatinya)" ucap xylon


"jadi penasaran sama orangnya" ujar Xylina


"udahlah sayang, let's continue eating " ucap Denzel pada istrinya.


"ya oke" sahut Xylina


merekapun segera melanjutkan makan malamnya.


***


disisi lain


Helena berada di sebuah cafe bersama dengan sahabat-sahabatnya.


"jadi, kenapa lo gak ajak gue kalo mau ke Singapore hah???" ujar tasya memukul lengan helena


"Aw, santai!! next time gue ajak lo, gak ke Singapore tapi Korea dah" sahut Helena


"serius? lo yang traktir kan?"


"IYA!!, giliran gue gituin baru lo gak marah"


"hehehehe"


"eh Lo, katanya mau cerita tentang Xylon kalo udah ngumpul semua, buruan cerita!! udah ada Natasya sama Arabella nih" ucap Aurel yang bergantian memukul lengan Helena.


"ck, heh Lo pada bisa gak si jangan mukul-mukul gue, sakit tau tadi di pukul Tasya sekarang Lo" cetus Helena


"ya sorry, refleks itu"


"hilih refleks"


"emang Helena mau ceritain apa tentang Xylon?" tanya Tasya


"itu lho sya, yang gua kasih tau ditelfon malem-malem" bukan helena yang menjawab, namun malah Aurel yang menjawabnya.


Flashback On


Saat Natasya ingin bersiap untuk tidur, tiba-tiba terdengar suara dering ponselnya.


Natasya mengambil ponselnya itu dan melihat siapa yang menghubunginya malam-malam


"et si Aurel ngapain coba malem-malem nelfon" gumamnya saat melihat nama kontak yang meneleponnya itu.


Natasya pun menjawab teleponnya.


^^^"halo" ketusnya^^^


"dih judes banget halonya, ngambek Lo?"


^^^"gak"^^^


"ish lu mah gitu aja ngambek, suruh siapa ngerjain tugas"


^^^"disuruh guru guelah"^^^


"dahlah gak usah ngambek-ngambek, Lo tau gak si Helena suka sama.."


^^^"sama siapa?"^^^


"kepo kan lo? jangan ngambek mangkanya"


^^^"siapa anjir yang ngambek"^^^


"elu tadi"


^^^"tadi gue cuma kesel, udahlah gece Helena suka sama siapa?"^^^


"Xylon Rodriguez dan dia malah punya no nya anjir"


^^^"OH MY GOD!, JINJJA?"^^^


"iya bener,


udah si gua cuma mau kasih tau itu doang, bye good night kakak Tasya!!!" Aurel segera mematikan teleponnya


^^^"eh kok bi.."^^^


"SETAN!! gue belum selesai ngomong udah di matiin" kesal Natasya


Flashback off


"jadi gini, Lo inget gak sya pas gue mau nebeng Ama lo yang waktu ban mobil gue bocor?" ucap Helena


"oh iya inget, terus?"


"nah, Tiba-tiba dia Dateng nawarin tebengan terus gue nebeng deh sama dia, gua pengen nolak tapi udah telat juga, terus sebelum itu gue juga pernah ketemu dia pas hujan-hujan ditaman gitu" jelas Helena


"OH MY GOD!!" para sahabat Helena kompak mengatakan itu dan menjadi histeris, baper.


Helena melongo melihat kekompakan mereka


"udah cepet lanjut" ucap Alya


"oke oke gue lanjut, terus habis itu apa lagi ya, oh tiba-tiba ada yang chat gue ternyata Xylon" sambung Helena


"udah gitu doang?"


"banyak sih, tapi gua males cerita yaaaaahahahahahaha"


"ish gak jelas lu mah, gece gua penasaran" tutur Tasya


"au nih, penasaran hel" timpal Ara


"kan Tasya pernah bilang, ada hal yang harus diprivasiin dan ada yang enggak, jadi yang gak privasi gua ceritain" ucap Helena santai sambil meminum minumannya


"iya tapi lo ceritanya ngegantung" ujar Alya


"ngegantung darimananya?" tanya Helena


"ceritanya pendek"


"panjangin aja sendiri"


"dih"


kemudian mata Helena melihat sosok laki-laki yang pernah bertemu dengannya.


"lho itu kan.."