Sincerity

Sincerity
Gemesy banget



"Pas banget gue suka warna pink hehe, tapi kok lu tau dari mana gue suka sama warna pink? apa kebetulan?" tanya Helena


"Semua tentang Lo, gak ada yang gak gua tau," jawab Xylon


"Aihh serius Xylon!!"


"Ya seriuslah"


Helena pun terdiam sambil menatap Xylon.


'kok gua pengen banget meluk ya, pasti nyaman kalo meluk dia'


'eh gua mikir apa sih'


batin Helena


"Kenapa Lo ngeliatin gua kayak gitu? gak percaya?" ujar Xylon karena Helena terus menatapnya seperti itu.


"Gak tau, udah ah masuk yuk!" ajak Helena yang kemudian bangkit dari duduknya.


Xylon berdehem lalu ikut berdiri.


kemudian mereka pun kembali masuk ke dalam.


Saat melewati ruang keluarga, terlihat disana ada Kevin yang tak adalah adik Helena, rupanya anak itu sedang bermain PS.


Xylon pun pergi ke ruang keluarga bersama Helena dan melihat Kevin yang sibuk dengan Stik PS ditangannya dan mata yang terus menatap layar TV.


"Duduk, jangan berdiri aja," ujar Helena


Helena duduk di sofa dan diikuti Xylon yang duduk di sampingnya.


Kemudian, keduanya menonton Game di Layar TV yang dimainkan oleh Kevin.


Saat Kevin ingin mengganti permainan yang lain, tiba-tiba Xylon mendekat dan duduk di sampingnya.


"Need friend?" tanya Xylon


Kevin menoleh ke sampingnya


Kemudian ia berpikir sejenak lalu Kevin menganggukkan kepalanya dan mereka berdua pun mulai bermain PS bersama.


Helena yang melihat itu tersenyum.


'Gemesy banget' batin Helena yang melihat Xylon dan Kevin bermain game bersama seperti sudah sangat dekat, bahkan seperti saudara.


Kemudian Helena memerintahkan salah satu asistennya untuk menaruh kotak perhiasan kalung tadi di kamarnya dan mengambil handphonenya.


Setelah itu, tak lama asistennya kembali dan memberikan Handphone milik Helena.


"Iya sama-sama nona," sahut asisten tersebut.


Helenapun memainkan ponselnya dan sesekali mencuri pandang pada Xylon yang sibuk bermain PS dengan Kevin.


Tiba-tiba saja ia teringat dengan momen dan bagaimana sikap Xylon terhadapnya.


'do you really love me Xylon?' -Helena


'kalau emang iya, sorry. gua belum bisa bales cinta Lo, gua masih mau mastiin dan perlu waktu' -Helena


'eh? apa gua yang kegeeran ya? tapi gua juga takut kalau lu cuma main-main' -Helena


Ia pun segera menepis semua pikiran-pikirannya tentang Xylon. ia tidak ingin terus memikirkan hal-hal seperti itu.


Kemudian ia melihat-lihat Sosial media di ponselnya lalu membuka aplikasi pesan dan mengobrol dengan teman-temannya di Group Chat.


beberapa menit Kemudian


Xylon dan Kevin telah selesai bermain PS, Helena yang sedang bermain ponselnya pun melihat ke arah mereka.


"Udahan main PS nya?" tanya Helena sambil menatap kedua laki-laki itu.


"Iya," jawab Kevin


"Eh iya, udah makan malam?" Helena beralih bertanya pada Xylon.


"Udah tadi," jawab Xylon


"Hel, lu mau jalan-jalan sebentar? mumpung belum malem banget," sambung Xylon mengajak Helena.


"Hmmmm, gak ah. gua males ganti baju" jawab Helena yang memang sekarang ia hanya memakai piyama dan tidak mungkin ia pergi jalan-jalan dengan memakai pakaian untuk tidur.


Xylon manggut-manggut


......................


waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam dan Xylon akan pulang karena ia tidak enak jika lebih lama lagi disana.


Setelah berpamitan pada Laura dan Adelard, ia pun segera menuju mobilnya dan diantar Helena sampai halaman rumah.


Setelah Xylon pergi, Helena pun kembali masuk ke dalam rumahnya dan pergi menuju kamarnya.


Setelah berada di kamar, Helena merebahkan tubuhnya bersiap untuk tidur.


Namun, tiba-tiba ia kembali teringat dengan kejadian dan ucapan Xylon sebelum Xylon benar-benar akan pulang.