Sincerity

Sincerity
I love you my Helena



Beberapa saat kemudian


"Dih, dikasih waktu malah ngelunjak!" ujar Kenzie membuyarkan tatapan antara Xylon dan Helena.


"Huh?" Helena nampak kebingungan dengan ucapan Kenzie tadi.


"Sengaja gue, Erick sama Galang biarin kalian tatap-tatapan, eh malah gak selesai-selesai," jelas Kenzie.


"Au nih, gue udah pegel padahal." timpal Galang lalu berjalan meninggalkan yang lain.


"Dih, suruh siapa coba," gerutu Helena.


"Namanya juga freak," ucap Xylon sembari merangkul Helena.


"Maksudnya apaan Lo pada mesra-mesraan?" seru Kenzie.


"Yah ada yang sirik," ejek Helena.


"Hei Helena! ini not free lho ya, kamu harus bayar!"


"What? tadi Kakak nolongin aku itu gak gratis? kok gitu sih? kalau gak ikhlas, gak usah bantuin!"


"Listen to me! pokoknya kamu harus bayar dengan cara deketin Kakak sama temen kamu itu, si Natasya"


"Mau pdkt tuh usaha sendiri! berjuang sendiri! gak usah minta tolong orang lain," celetuk Xylon pada Kenzie. Enak saja, gadis yang ia cintai harus disuruh-suruh orang lain.


"Dih apaa sih! gua gak ajak ngobrol lu!" ketus Kenzie.


Helena pun terkekeh


"Gampang, lagian apa sih yang Helena Jefferson gak bisa," ucapnya sombong.


"Promise ya?"


"Iya!! bawel banget kayak cewek"


"Woy kalian! kenapa masih disitu? gua udah nungguin dari tadi malah asik ngobrol disitu," seru Galang yang sejak tadi sudah berjalan terlebih dahulu dan menunggu yang lain turun. Namun sudah beberapa saat ia menunggu, ternyata mereka tak kunjung turun. Akhirnya, Galang pun memutuskan kembali ke lantai atas dan saat ia sudah berada di tempat dimana teman-temannya tadi ia tinggalkan, Galang malah mendapati mereka yang malah asik berbincang sementara dirinya telah menunggu sejak tadi.


"Lagian suruh siapa duluan," ucap Kenzie saat Galang sudah menghampiri mereka.


"Salahin Xylon tuh, mesra-mesraan gak liat kondisi sama tempat," kesal Galang.


"Dih," sanggah Xylon.


"Oh iya, Ci Shelly!" Helena teringat dengan sang kakak yang sedang terkapar di kamar hotel tempat ia menemukan Shelly tadi. Helena pun hendak mencari keberadaannya dan dengan cepat, Xylon menahan tangan Helena lalu berkata, "Cici kamu udah aman. Sekarang dia ada di rumah sakit."


mendengar hal itu, Helena sedikit merasa lega. Kemudian, ia meminta Xylon untuk segera mengantarnya ke rumah sakit dimana Shelly dirawat. Xylon pun menganggukkan kepalanya dan mereka pun langsung pergi menuju rumah sakit diikuti Galang dan Kenzie.


Erick yang sejak tadi memerhatikan bagaimana Xylon sangat menyayangi Helena pun melamun sembari memikirkan sang adik yaitu Agnez.


"Ya gak lah!" sahut Erick yang kemudian berjalan menyusul sahabat-sahabatnya.


...****************...


di perjalanan, Helena terus menangis memikirkan nasib sang kakak yang kesuciannya sudah direnggut oleh pria br*ngs*k seperti Alden.


Helena terus mengingat kejadian tadi saat ia sampai di hotel tersebut dan mendapati Kakaknya yang diperk*sa dan terus terisak.


"Helena... udah ya nangisnya? kasian mata kamu, nanti bengkak karena kebanyakan nangis." tutur Xylon sembari menggenggam tangan Helena yang berada di atas paha gadis itu. Lalu tangan yang satunya bergerak menghapus air mata Helena.


"Gimana aku gak nangis Xylon? Shelly itu Kakak aku. dia udah kehilangan kehormatannya gara-gara si brengsek Alden," lirih Helena.


"Iya, tapi kalau kamu kayak gini, gimana Ci Shelly? gimana perasaan dia sekarang? dia butuh support. Kalau kamu kayak gini, gimana kamu bisa jadi sandaran Shelly yang lagi terpuruk saat ini?"


Helena terdiam mendengarnya dan mencerna setiap perkataan Xylon.


"Kamu bener, aku gak boleh kayak gini. aku harus bisa bantu hilangin trauma dan rasa sedih Ci Shelly." ucap Helena lalu menghapus air matanya.


Xylon menganggukkan kepalanya dan membawa Helena ke dekapannya.


"Thank you Xylon, you are always there for me (Terima kasih Xylon, kamu selalu ada untukku)," lirih Helena.


"Does not matter. that's all i do because i love you my Helena (gak masalah. itu semua aku lakuin karena aku cinta kamu Helenaku)," balas Xylon.


Untung saja, mobil Xylon sudah dimodifikasi. sehingga ada penghalang antara bangku bagian depan dengan bagian belakang, itupun bisa dikendalikan oleh remote control. Jadi, supir Xylon tidak akan mendengar apa yang mereka berdua bicarakan.


(kurang lebih seperti ini guys)




Sebenarnya, Xylon ingin bertanya apa yang terjadi hari ini pada Helena. Namun, rupanya mereka sudah sampai di rumah sakit, sehingga Xylon terpaksa menunda untuk menanyakan hal itu.


Setelah mobil terparkir dengan sempurna, Helena langsung turun dan berlari menuju rumah sakit tanpa menunggu Xylon terlebih dahulu, karena pikirannya saat ini hanya tertuju pada Shelly.


To be continued


......................


...Hello readers, mohon supportnya untuk novel aku ya.. yuk klik likenya sekarang. jangan lupa Votenya dan save sbg favorit!!...


...thankyou so much buat yang udah like dan baca novelku teruss!!...


...Sukses selalu buat kalian!!...


......................