Sincerity

Sincerity
Keluarga Rodriguez



Kemarin, Xylon telah menyelesaikan semua pekerjaannya yang sempat tertinggal karena pergi liburan. Jadi, hari ini pekerjaan Xylon tak begitu menumpuk seperti kemarin. Oleh karena itu, hari ini ia bisa menjemput kekasihnya pulang sekolah.


...My Helena ♥...


^^^| hari ini aku jemput kamu^^^


^^^3.04 PM^^^


| Oke


3.30 PM


...******...


Saat tiba di Rodriguez internasional senior high school, Xylon menunggu Helena keluar di dalam mobilnya karena malas jika ia harus menghadapi para gadis yang akan langsung heboh jika mereka melihat dirinya.


Ketika Xylon melihat Helena berjalan bersama dua temannya, yaitu Acha dan Yena, ia pun langsung keluar dari mobilnya yang tentu saja Helena melihatnya. Tampak Helena yang sepertinya mengucapkan jika ia akan pulang duluan pada teman-temannya lalu sedikit berlari untuk menghampiri Xylon.


Setibanya di dekat pria itu, Helena langsung bertanya apakah kekasihnya sudah menunggu lama atau tidak, dan tentu saja Xylon menjawab tidak.


"Udah nunggu lama?"


"Enggak kok, yuk masuk!"


Gavin pun membukakan pintu mobil untuk Helena dan bosnya. Kedua pasangan itupun langsung masuk ke dalam mobil.


Setelah Helena dan Xylon masuk, Gavin kembali menutup pintu mobil Xylon dan ikut masuk ke dalam mobil, kursi bagian depan samping supir. Setelah itu, merekapun segera meninggalkan parkiran sekolah untuk mengantar Helena pulang. Salah, bukan hanya mengantar Helena pulang, tapi Xylon juga mengajak kekasihnya untuk pergi berbenja terlebih dahulu. Tepatnya memaksa, Karena Xylon ingin menghabis waktu berdua dengan Helena sore ini.


...----------------...


Sesampainya di kediaman keluarga Williams, Helena hendak turun dari mobil. Namun, dengan cepat Xylon menahannya.


Helena yang tertahan itupun menatap Xylon dengan wajah seolah-olah bertanya ada apa?


"Nanti malem kamu datang ke acara itukan?" tanya Xylon.


"Iya." jawab Helena sambil mengangguk.


"Nanti aku jemput kamu ya?"


"Gak usah, aku sama Mami Papi aja"


"Nanti malam aku jemput kamu!" ujar Xylon penuh penekanan dan seakan Helena tak boleh menolaknya lagi.


Helena pun menghela nafasnya pasrah dan kembali menganggukkan kepalanya menandakan ia setuju.


"Now can I get out of your car?" tanya Helena karena Xylon masih memegangi pergelangan tangannya.


"Say I love you dulu," pinta Xylon.


"I love you," ucap Helena yang hanya bisa pasrah dan menuruti apa yang kekasihnya inginkan. Lagi pula juga untuk mempersingkat waktu.


"Love you too," balas Xylon sembari tersenyum.


"Udah ya, aku masuk rumah dulu," ujar Helena.


"Iya." sahut Xylon sambil melepas genggamannya dari tangan Helena.


Helena pun turun dari mobil Xylon dengan dibukakan pintunya oleh Gavin dan segera masuk ke dalam rumahnya setelah melambaikan tangannya pada mobil kekasihnya yang sudah pergi dari halaman rumahnya.


Di perjalanan


"Gavin!" panggil Xylon pada sang sekretaris.


"Iya, tuan?" sahut Gavin.


"Kira-kira hadiah apa yang bagus buat Helena nanti malam?" tanya Xylon yang meminta pendapat dari sekretarisnya.


"Hm.... menurut saya belikan saja apa yang nona Helena suka, tuan. Misalnya, wanita kebanyakan menyukai perhiasan, baju, make up dan lain-lain," jawab Gavin memberikan pendapat.


Xylon berpikir sejenak dan ia pun teringat dengan brand XYlina yang menjadi favorit kekasihnya itu.


"Oke, thanks," ucap Xylon.


"It's my pleasure, Sir," jawab Gavin.


...----------------...


Setelah 20 menit, Xylon sampai di kediamannya dan segera masuk ke dalam rumah mewahnya itu.


Ketika Xylon masuk, ia dikejutkan dengan seorang wanita yang tiba-tiba memeluknya. Xylon tak menolaknya, ia pun membalas pelukan wanita tersebut.


"Apa kabar?" tanya Xylon di sela-sela pelukan.


"Baik, lah! Lo juga pasti baik!" sahut wanita tersebut.


Setelah itu, mereka melepas pelukannya dan bergantian memeluk seorang pria yang tampak lebih dewasa darinya.


Kemudian, terdengar suara teriakan gadis kecil yang tiba-tiba datang bersama Freddy dan Fiona. Gadis itu berlari ke arah Xylon dan dengan sigap, Xylon pun menangkap tubuh mungil gadis kecil itu dan menggendongnya.


"UNCLE XYLON!!!" teriak gadis kecil tersebut dengan senyuman manisnya yang nampak gembira bertemu Xylon, tak lupa gadis tersebut memberikan kecupan di kedua pipi Xylon.


"How are you, Mei?" tanya Xylon pada gadis kecil yang saat ini tengah ia gendong lalu membalas kecupan di kedua pipinya.


"I'm very good! how about you, Uncle?" jawab


gadis kecil yang bernama Meisha lalu bertanya balik tentang kabar Xylon.


"Me, too. I'm good," ucap Xylon.


"So, this is surprise?" ujar Xylon pada seorang wanita dan pria yang tadi berpelukan dengan Xylon.


Mereka semua pun mengikuti Freddy dan Fiona untuk berbincang-bincang di ruang keluarga.


Ya, wanita yang memeluk Xylon tadi adalah Kakak kandungnya yang bernama Xylina, dan Pria yang tampak lebih dewasa dari Xylon adalah suami dari Xylina. Memang semenjak menikah, Xylina tinggal di London karena ikut tinggal bersama suaminya yang merupakan warga negara Inggris. Xylina juga merupakan CEO dari brand ternama yang menjadi favorit Helena yaitu XYlina. Sedangkan suaminya bernama Tyler, seorang pengusaha tampan dan sukses di negaranya. Keduanya menikah sekitar 4 tahun yang lalu dan memiliki seorang anak perempuan cantik bernama Meisha yang usianya 3 setengah tahun.


Keluarga Rodriguez pun duduk bersama di sofa ruang tamu dan mengobrol karena sudah hampir 1 tahun Xylina dan keluarganya baru bisa datang ke Indonesia.


Xylon pun menurunkan Meisha dan gadis kecil itu langsung beralih duduk di pangkuan Tyler, Daddynya.


"Oh ya Xylon, Lo udah punya pacar ya? hahaha," goda Xylina pada sang Adik.


"Hm," jawab Xylon dengan deheman.


"Mama yang kasih tau?" sambungnya yang menanyakan apakah sang mama yang memberitahu Xylina jika Xylon sudah memiliki pacar.


"Iyalah siapa lagi coba haha," jawab Xylina


"Tapi asli gua gak nyangka kalau Helena yang bakal jadi pacar Lo." sambungnya yang tidak menyangka akan hal itu.


"Sorry, Helena who? do i know her? (Maaf, Helena siapa? Apakah aku kenal dia?)" tanya Tyler pada sang istri karena merasa familiar dengan nama Helena tapi ia juga tidak mengingatnya.


"Helena is uncle Adelard's stepdaughter, honey (Helena adalah putri tiri om Adelard, sayang)," jawab Xylina memberitahu.


"Ah...yes I remember," kata Tyler saat sudah mengingatnya.


"By the way soal Helena... aku pernah ketemu dia di Singapore pas acara Launching parfum XYlina waktu itu di sana." ucap Xylina yang mengingat saat dirinya bertemu dengan Helena di Singapore.


"Then?" kata Xylon yang menunggu kelanjutan cerita Kakaknya.


"Jadi waktu itu kita gak sengaja tabrakan gitu. Nah, I feel familiar with her face, tapi lupa. Ya udah deh, pas Helena udah pergi malah baru inget," sambung Xylina.


"Punya sesuatu buat Helena gak? dia fans berat XYlina." ujar Xylon yang kebetulan sedang mencari sesuatu untuk hadiah Helena nanti malam.


"Oh ya? wait... keknya gua ada bawa anting XYlina yang belum launching deh." sahut Xylina yang mengingat-ingat jika dirinya baru saja membuat sepasang anting yang baru saja akan di keluarkan sebagai barang terbaru dari brand XYlina.


"Oke, nanti bagi." ucap Xylon dengan santainya meminta anting tersebut pada Kakaknya.


"Iya," jawab Xylina.


"Papa, how is Rodriguez international high school? I read from Internet articles, Rodriguez High School is the number one best school in Indonesia and fifth in the world (Papa, bagaimana SMA internasional Rodriguez? Saya membaca dari artikel Internet, SMA Rodriguez adalah sekolah terbaik nomor satu di Indonesia dan kelima di dunia)" tanya Tyler mengenai SMA internasional Rodriguez pada Papa mertuanya. Karena saat Tyler SMA, ia bersekolah disana dan sudah menjadi kenangan untuknya. Apalagi ia juga bertemu dengan Xylina saat sekolah disana dulu, hingga mereka berpacaran beberapa tahun dan akhirnya memutuskan untuk menikah saat berumur 24 tahun.


"You're right Tyler, I'm so proud of the staff and students of Rodriguez International High School (Kamu benar Tyler, aku sangat bangga dengan staf dan siswa dari Rodriguez International High School)." jawab Freddy yang merasa bangga pada seluruh staf dan siswa-siswi sekolahnya.


"I'm glad to hear that and if I may, I'd like to go visit the school, how about, honey? (Saya senang mendengarnya dan jika boleh, saya ingin pergi mengunjungi sekolah, bagaimana, sayang?)" ucap Tyler lalu meminta persetujuan sang istri.


"Yeah, I want to go there too (Ya, aku mau pergi ke sana juga)." sahut Xylina menyetujui.


"And then Xylon, aku senang dengar perusahaan XRueZ Group semakin sukses." ujar Tyler beralih pada sang adik ipar dengan menggunakan bahasa Indonesia walau sedikit baku sama seperti Greisy, teman Xylon dulu.


"Thanks, your company is also progressing beyond XRueZ Group (Thanks, perusahaanmu juga berkembang melampaui XRueZ Group)." sahut Xylon yang juga memuji balik perusahaan Tyler.


"Gak mungkin, XRueZ Group is number one in the world," ucap Tyler.


"Up to you," balas Xylon.


"Kalau gitu, Mama mau siap-siap dulu buat acara nanti malam." kata Fiona sembari bangkit dari duduknya dan pergi bersiap-siap untuk acara pesta malam ini.


"Papa juga." Freddy pun mengikuti istrinya untuk pergi bersiap-siap.


"Lo gak?" tanya Xylina pada Xylon yang malah masih santai.


"Acara jam tujuh, ini baru jam enam." jawab Xylon santai lalu memainkan ponselnya.


"Pasti lagi chatan sama ayangnya." ucap Xylina mencoba menebak ketika melihat Xylon mengetik sesuatu di ponselnya.


Xylon tak merespon ucapan kakaknya itu yang membuat Xylina merasa kesal dan merebut ponsel milik adiknya.


"Woy!" seru Xylon refleks.


"Oh... jadi ini chatan sama ayangnya, duh gak romantis tapi... kok sweet yah." ucap Xylina yang melihat-lihat isi pesan antara Xylon dan Helena yang tidak begitu romantis tapi unik dan membuat jiwa para kaum jomblo ingin meledak.


"Honey, that's privacy." ujar Tyler mengingatkan Xylina jika itu adalah hal privasi Xylon.


"Gapapa, honey! Xylon juga gak marah, ya kan adikkuuu???" sahut Xylina lalu memastikannya pada Xylon.


"Gak marah apanya?!" kesal Xylon yang kembali merebut ponsel miliknya.


"Ih baperan!" ledek Xylina.


Xylon pun langsung beranjak dari duduknya dan pergi ke menuju lantai atas dimana kamarnya berada.


"Yahahahaha, udah disuruh ayang baru siap-siap ya? hahahahaha." seru Xylina yang masih menggoda sang adik yang baru akan masuk lift tapi tidak dihiraukan oleh Xylon.


Sementara Tyler, ia hanya bisa terkekeh melihatnya.


"Daddy! i'm boring." ucap Meisha yang sejak tadi hanya bisa mendengar ucapan para orang dewasa yang membuatnya merasa bosan.


"Alright, tonight we will go together wherever my beautiful princess wants (Baiklah, malam ini kita akan pergi bersama kemanapun putri cantikku mau)." Tyler pun berencana akan pergi jalan-jalan nanti malam bersama istri dan anaknya karena di rumah pun, mertuanya dan adik iparnya ada acara yang harus dihadiri dan rumah akan terasa sepi walaupun ada banyak pelayan. Oleh karena itu, ia pun menjanjikan pada Meisha bahwa nanti malam mereka akan pergi kemanapun yang putrinya inginkan.


"Really, Dad?" tanya Meisha bersemangat dan memastikannya.


"Of course," jawab Tyler.


Kemudian, Meisha mencium pipi kanan Daddynya dan memeluknya karena merasa senang.


"Mommy is forgotten by Meisha." ucap Xylina berpura-pura sedih.


"No, Mommy! Meisha love you too," ujar Meisha.


Xylina mendengar perkataan putri kecilnya itu terkekeh karena wajah Meisha yang menggemaskan. Sementara Tyler tersenyum kala melihat tingkah putrinya yang begitu manis.