
Setelah acara pesta itu selesai, Xylon maupun Freddy pulang ke rumah dan beristirahat.
Pagi hari Xylon sudah sibuk dengan pekerjaannya karena malam hari ia akan bertemu dengan teman-temannya.
Helena pun juga begitu, ia sudah bersiap akan pergi ke sekolah.
Saat pulang sekolah, Helena pergi ke makam Harry yang tak lain adalah adik kandung Helena.
ia berjalan ke arah makam Harry dan mulai berjongkok.
Seketika ia mengeluarkan air mata, ia sangat merindukan adiknya itu.
"Kakak Dateng Harry" ucapnya sambil menaruh buket bunga dimakam adiknya.
"Happy birthday, Kamu tau? Tadi malam kakak ketemu papi, iya papi dek.. papi yang dulu pernah ninggalin kita, yang gak peduli sama kita, yang gak ada disaat kita butuh dan gak ada disaat nafas terakhir kamu hiks.. hiks.."
"Kakak kangen kamu Harry, kenapa kamu gak dateng ke mimpi kakak? Kamu gak kangen sama kakak?, Oh ya kamu udah tenang di alam sana, ada Temen kakak yang bilang Tuhan sayang sama kamu, makanya kamu dipanggil duluan hiks.. kamu udah gak ngerasa sakit kanker lagi dan gak perlu sedih sama hidup yang berat ini dek.. i Miss you my little brother.. hiks.. hiks.."
Tiba-tiba seseorang menyentuh bahu helena
"Helena" ujar orang tersebut
Helena pun mendongak dan menatap orang yang memanggilnya itu.
"Papi?" Ucap Helena
"Iya ini papi sayang" sahut orang tersebut yang tak lain adalah Edwin.
Helena pun langsung bangkit dan memeluk Edwin sambil menangis tersedu-sedu.
"Papi.. hiks.. hiks.." ucapnya sesegukan
"Maafin.. maafin papi Helena.." ujar Edwin yang ikut menangis.
Edwin benar-benar sangat menyesal hingga ia tidak tahu lagi cara meminta maaf dan menebus semua kesalahannya pada anak dan mantan istrinya itu.
"Papi minta maaf sama kamu hel, papi bersalah.. papi tega udah melantarkan kamu dan Harry" ucapnya
Helena terus menangis
"Helena juga minta maaf pi.. helena udah pernah benci sama papi, Helena anak durhaka" ucap Helena
"Engga sayang, ini bukan kesalahan kamu"
"Helena kangen sama papi hiks.."
"Papi juga kangen..... Banget sama Helena, tapi papi terlalu malu buat ketemu anak papi sendiri" lirih Edwin
Edwin pun melepaskan pelukannya lalu mengusap air mata putrinya itu dan mengecup kening Helena.
"Sekali lagi papi minta maaf Helena" ucapnya
Helena mengangguk lalu memeluk Edwin kembali.
Setelah beberapa saat, Helena melepas pelukannya lalu mata Edwin beralih pada makam putranya.
Putra yang dulu mengatakan bahwa dia sangat merindukan Edwin, bahkan Edwin tidak sempat bertemu dan memeluknya disaat-saat terakhir putranya itu.
Edwin pun berjongkok dan menyentuh batu nisan putranya sambil menangis.
"Papi datang nak, Selamat ulang tahun.. Harry apa kabar? Harry kangen papi kan? Sekarang papi udah datang" ucapnya mengusap batun nisan putranya.
"Harry, papi minta maaf nak, papi gak ada disaat kamu butuh papi dan rindu papi"
"Udah Pi.. Harry pasti seneng papi Dateng kesini, papi jangan terus nyalahin diri papi, yang penting sekarang papi udah sadar akan kesalahan papi dan nyesel" ujar Helena
Lalu ia berjongkok kembali dan menyenderkan kepalanya pada bahu papinya.
"Harry, kamu jangan lupa datang ke mimpi kakak, mami sama papi ya" ucap Helena yang menatap makam Harry.
Edwin merangkul Helena dan mengusap-usap bahu putrinya.
"Papi? Papi gak pulang?" Tanya Helena
"Papi masih mau disini dulu hel, kamu pulang aja, hati-hati dijalan" sahut Edwin
"Oh iya, papi minta nomor telfon kamu" sambung Edwin
"Iya Pi" Helena pun mengeluarkan handphone dan memberitahu no telfonnya pada Edwin.
Setelah itu Edwin bangkit dan kembali memeluk putrinya.
Helenapun membalas pelukan papinya.
"Kapan-kapan kita ketemu lagi ya hel dan kamu harus nginep dirumah papi gapapa walaupun sehari, dan sampaikan permintaan maaf papi sama mami kamu ya?" Ujar Edwin
"Iya Pi" Helena mengangguk lalu melepas pelukannya.
"Yaudah Pi aku pulang" sambungnya
"Iya hati-hati nak" sahut Edwin mengelus kepala putrinya.
Lalu Helena meninggalkan papinya sendiri di makam adiknya.
Helena masuk kedalam mobilnya tetapi ia tidak segera menyalakan mesin mobilnya.
ia kembali menangis.
'lo kuat hel, roda dunia itu berputar! Lo udah punya kehidupan baru dan masa lalu Lo gak boleh sampai berpengaruh sama masa depan Lo' batin helena
"oke jangan inget-inget masa lalu terus" gumamnya
Helena pun menyalakan mesin mobil dan mulai melajukan mobilnya meninggalkan pemakaman elit tersebut.
Diperjalanan ia melewati kantor Xylon dan kebetulan Xylon baru keluar dari kantornya.
Helena pun menghentikan mobilnya dipinggir jalan dan tersenyum saat melihat Xylon memasuki mobil.
Ia berniat ingin mengikuti Xylon.
'eh ngapain ngikutin Xylon, kayak gak ada kerjaan aja' gumamnya
Setelah itu Helena pun kembali melajukan mobilnya dan pulang ke rumahnya.
"Siang non" ucap pak satpam saat mobil Helena masuk ke perkarangan rumah.
"Siang juga pak" sahut Helena tersenyum ramah.
Setelah ia memasukkan mobilnya ke bagasi, ia pun masuk ke dalam rumah.
"Mba Ratna!!" Panggil Helena pada salah satu Asisten di rumahnya.
"Ya non?" Sahut mba Ratna dan menghampiri Helena.
"Pada kemana? Kok rumah sepi?" Tanya Helena
"Oh itu non, nyonya lagi shopping sama nona angel, kalau nona kecil sama tuan kecil ada les kayaknya non" jawab mba Ratna
Helena manggut-manggut
"Yaudah kalo gitu, makasih mba" ucapnya
"Iya non sama-sama"
'huh, ntar deh gua omongin soal papi Edwin ke mami' batin Helena
TBC
jangan lupa like, vote dan komennya
thankyou guys ♥