
Esoknya, Hari dimana acara tahunan di Rodriguez Internasional senior high school atau SMA Rodriguez Internasional diselenggarakan.
terlihat Rasya dan Helena serta anak OSIS lainnya tengah sibuk mengecek persiapan agar tidak ada masalah saat acara.
"No problem right? everything safe?" tanya Rasya
"Yes!" jawab Anggota OSIS lainnya.
"I'm going to the toilet, just a minute" ucap Helena
Rasya menganggukkan kepalanya.
"Alright and hurry back (Baiklah dan cepat kembali)" ujar Rasya
"Ok" sahut Helena yang kemudian berjalan menuju toilet.
beberapa menit kemudian, Helena keluar dari toilet dan hendak kembali ke aula.
Namun, langkahnya terhenti saat ia melihat ada sebuah mobil mewah datang.
Kemudian Seorang pria tampan turun dari mobil itu dengan memakai pakaian formal dan beberapa bodyguard mendampinginya.
pria itu tak lain adalah Xylon Rodriguez.
lalu ada Seorang Gadis Cantik dengan pakaian yang begitu elegan juga turun dari mobil Xylon.
'itu bukannya cewek yang kemarin sama Xylon? kok dia ikut? who is she?' batin Helena saat melihat gadis itu akrab dengan Xylon.
'ah masa bodo, gue harus cepet-cepet balik ke aula' -Helena
ia pun segera kembali ke ruang aula karena sebentar lagi acaranya akan dimulai.
"Helena, I was looking for you everywhere (Helena, gue nyari lo kemana-mana)" ujar Natasha
"Hehehe why? do you Miss me?" Tanya Helena
"I just want to meet you," jawab Natasya
"Ngefans ya sama gue?"
"actually being too confident is not good (sebenarnya terlalu percaya diri itu gak baik)"
Helena terkekeh
"Yaudah kalau gitu gua ke anggota OSIS lain dulu ya" ucapnya
"Ok, fighting!!" ujar tanya memberi semangat pada sahabatnya.
"Thanks"
Helena pun kembali menghampiri anggota Student Council atau OSIS lainnya dan mengecek ulang persiapan.
Setelah itu, Acara tahunan pun dimulai dengan sambutan dari Rasya sebagai ketua OSIS lalu sambutan dari Xylon Rodriguez sebagai perwakilan Freddy yang tidak bisa hadir karena ada suatu hal.
Semua wanita yang berada di ruangan tersebut terpesona dengan wajah tampan Xylon dan wibawanya, termasuk Helena.
'ganteng banget' batinnya sambil tersenyum tipis.
Namun, pandangannya beralih pada gadis yang kemarin tidak sengaja bertemu dengannya saat direstoran.
'cewek itu kok ngikut Xylon?, gua kira dia cuma sebatas Client, tapi kayaknya lebih deh' batin Helena
"Huhhh, harusnya gua jangan terlalu berharap" gumamnya
"berharap sama siapa?" Tanya Rasya yang berada di samping Helena. Rupanya laki-laki itu mendengar gumamanya.
"bukan siapa-siapa" jawab Helena cuek
Rasya hanya manggut-manggut
"Lo suka sama Xylon Rodriguez?" tanyanya kembali
"udah deh sya jangan bicarain hal yang gak penting, ini lagi ada acara" ucap Helena
Rasya pun terdiam
Saat turun dari panggung, Xylon melihat ke arah Helena lalu tersenyum. Helena hanya bisa membuang muka.
...----------------...
Setelah acara selesai, Helena berpapasan dengan Greisy.
"Hi" Sapa Greisy
Helena hanya tersenyum membalas sapaannya.
"Are you that arrogant girl that your parents didn't teach you to greet back someone who has greeted you? (Apakah Anda gadis sombong yang tidak diajarkan orang tua Anda untuk menyapa kembali seseorang yang telah menyapa Anda?)" ujar Greisy
Helena hanya menatap Greisy dengan wajah dinginnya.
Kemudian Greisy tertawa dan membuat Helena mengerutkan keningnya.
"Sorry, I'm just kidding" ucap Greisy
"No problem" jawab Helena
"Do you remember, yesterday we met at the restaurant?"
"Yes i remember, You're Xylon's client and girlfriend, right? (ya saya ingat, Anda klien dan pacar Xylon, kan?)"
Greisy hanya tersenyum mendengarnya
"Greisy!" panggil seseorang.
Greisy dan Helena menengok ke arah sumber suara itu.
"Ah Xylon!!" seru Greisy yang langsung menghampiri Xylon.
"What are you doing here?" tanya Xylon
Helena melirik Xylon, begitupun sebaliknya. mereka saling bertatapan namun tak mengeluarkan sepatah katapun.
"Come on" ujar Xylon pada Greisy
"Okay" Sahut Greisy yang kemudian menggandeng tangan Xylon.
keduanya pun pergi bersama dengan bodyguard yang mengikuti mereka dari belakang.
Helena yang melihat itu merasa kesal karena teringat kata-kata palsu Xylon dan sikap manisnya.
"Kurangajar," umpatnya
"Dorr" Seseorang menepuk pundak Helena dan membuatnya terkejut.
"Tasya!!" seru Helena
"hahahaha surprised huh? (hahaha kaget ya?)" ucap Natasya
"Ck"
"Sorry sorry, don't be angry"
"Hm"
"why were you you look annoyed with someone (kenapa lo keliatan kesel sama seseorang)"
"No"
"Really?"
"Hm, never mind, I want to go home (Hm, udahlah, gue mau pulang)"
"alright, be careful"
"Bye"
"Bye bye"
......................
Sesampainya dirumah, Helena langsung pergi ke kamarnya tanpa memedulikan keberadaan mami dan Cicinya yang berada di ruang keluarga.
mereka merasa bingung dengan sikap Helena yang datang dengan wajah kesal.
Saat ia sudah berada di kamar, Helena langsung melepas kalung pemberian Xylon dengan sekali tarikan hingga membuat rantai kalung itu terputus dan rusak.
"Kurangajar" ia langsung melempar kalung itu ke sembarang arah.
"Xylon kurangajar!! gua udah tau sekarang kalau lu itu F*ckboy"
"Pantesan gampang banget lu ngomong manis ke gua dan pinter dapetin hati cewek, haha gua yang bodoh malah baper"
Helena menghela nafas kasar dan mengambil handphonenya lalu menghapus kontak Xylon.
Kemudian ia duduk di ranjangnya dengan mata yang berkaca-kaca menahan kesal.
tiba-tiba ia tersadar akan sesuatu.
"Gak gak gak!! gua gak perlu marah kayak gini, Xylon itu bukan siapa-siapa gue dan gue gak perlu cemburu" gumamnya.
ia merasa kesal namun tidak bisa melampiaskannya.
Helena seperti bertengkar dengan perasaannya sendiri. di satu sisi ia kesal dengan Xylon karena merasa telah di tipu tapi di sisi lain ia sudah mulai mencintai Xylon tapi Helena masih merasa ragu dengan perasaannya.
"sebenernya gue kenapa sih?"
"apa gua cinta sama dia? Am I just in awe of him?"
"ya, kayaknya cuma kagum. gue gak boleh sampai cinta sama Xylon, gak gak gak!!!!!"
Helena terus bergumam sampai ponselnya berdering dan terlihat nama Rasya di layar Handphonenya.
Kemudian Helena mengangkat telepon dari Rasya.
...📞📞📞📞📞...
^^^"Halo sya?"^^^
"halo helena, Lo kemana? gua cari-cari di sekolah gak ada, udah pulang?"
'oh iya, gara-gara Xylon sih, gua jadi pulang duluan dan lupa kalau masih ada urusan di sekolah' batin Helena
Ia merasa bingung, apa yang harus dia katakan pada Rasya. ia malas untuk kembali ke sekolah karena sudah terlanjur sampai rumah.
"Helena? Lo masih denger gue kan?"
^^^"i-iya sya, gua.. gua tadi pulang duluan soalnya gak enak badan, sorry ya gua lupa bilang tadi buru-buru banget udah pusing"^^^
"oh gitu, yaudah get well soon! nanti gua jengukin Lo ya?"
^^^"hah?? ja-jangan!! ngapain jengukin gue? haha cuma sakit biasa kok"^^^
"gapapa, ntar gua ajak anak-anak lain"
^^^"gak usah gua bilang, besok juga paling sembuh"^^^
"yaudah kalau gitu, mungkin karena kecapean, jadi istirahat yang bener ya! jangan kemana-mana kalau belum sembuh"
^^^"iyaaa"^^^
"yaudah gua tutup telfonnya"
^^^"iya"^^^
Sambungan telepon pun terputus dan Helena merasa bersalah karena telah membohongi Rasya.
"Aduh jadi bohong kan" gumamnya