Sincerity

Sincerity
Pertemuan di restoran



Di sebuah restoran, Helena tengah berkumpul dengan sahabat-sahabatnya


"OH MY GOD!!" teriak Vio, Sahabat Helena yang baru berusia 15 tahun, alias yang termuda diantara yang lain.


"Duh Lo kenapa sih Viorenza??" ujar Helena pada Vio yang tadi baru saja mengejutkannya.


"Tuhh." Vio memberi isyarat lewat matanya.


Helena dan yang lainnya pun mengikuti arah sorot mata Vio yang tadi diisyaratkan.


"Eh yaampun!! Ada Xylon Rodriguez sama Kenzie Marvelin," ucap Natasya histeris


"Iya, sama ada Galang Elvano and Eric Stewart juga woy," timpal Arabella atau Ara yang tak kalah histeris.


"Dih kirain apaan," ucap Helena tak acuh.


"Ih itu Xylon and the geng," sahut Vio sambil senyum-senyum


"Lebay," cibir Helena


"Ah lu mah mana paham, beda selera," ujar Natasya


"Selera Helena mah om-om," timpal Vio


Teman-teman Helena pun tertawa


"Kurang ajar," umpat Helena.


"Eh itu mereka bisa deket banget sama meja kita," ucap Ara dengan nada lirih seperti berbisik.


"Makanya gue kaget sekaligus seneng!!!" timpal Vio yang tak kalah berbisik.


"Helena mah enak pasti bisa sering ketemuan Ama cogan-cogan itu, kan temen-temen kokonya?" ucap Natasya


"Ya nggak jugalah, mereka tuh temen-temen Koko gua, bukan temen-temen gua. Lagian siapa coba mereka sampe Lo pada histeris, lebay gitu," ucap Helena.


"Ya soalnya mereka ganteng plus kaya," tutur Natasya


"Nah true, apalagi Xylon Rodriguez huwaaaa, ganteng parah Lo liat apa!" Vio menimpali ucapan Natasya dengan tatapannya yang terus mengarah pada sosok Xylon Rodriguez.


"Ganteng doang tapi gak bisa di milikin," cibir Helena.


"Nah true hahaha, mereka sih kaya sama ganteng tapi kita gak tau aslinya kayak gimana mereka," timpal Alya.


"Baik kok mereka," ucap Helena


"O-ohh." Alya hanya ber oh ria.


"Tapi gak tau yang si Xylon-Xylon itu," sambung Helena karena ia memang belum terlalu mengenai sosok Xylon.


"Baik tau," ucap Vio.


"Tau dari mana?" tanya Helena


"Dari mukanya, soalnya ganteng," jawab Vio asal.


"Stress! udah ah jangan di liatin mulu," perintah Helena.


Namun, Arabella tidak mendengar ucapan Helena itu, ia masih fokus memerhatikan para pria yang berada tidak jauh dari tempat mereka duduk.


"Ara, Lo gak denger gue? jangan diliatin mulu! ntar mereka pada nyadar." Helena menepuk lengan Bella.


"Eh? i-iya, orang gue merhatiin mereka soalnya mereka tuh temen Ko Denzel kan? Tapi kenapa Ko Denzel gak ada?" tanya Bella.


"Udah berangkat ke Amerika kemaren," jawab Helena


Ara manggut-manggut


Helena memerhatikan Ara


"Jangan ngeliatin gua kayak gitu ih!!" ujar Bella yang risih di tatap seperti itu oleh Helena.


Helena memang memiliki kebiasaan menatap dalam seseorang sampai kadang orang tersebut salah paham.


Kemudian, Helena terkekeh lalu tersenyum nakal.


"Ntar gua bilang ke Ko Denzel kalau Ara nyariin! hahahaha," Helena tertawa


"Ishhh jangan!! tampol ye"


"Biarin aja"


"CK, jangan napa, Hel!"


"Iya iya!"


"Cie Ara, Bilangin aja hel," ujar Vio.


"Iya, ntar gue bilangin," sahut Helena kemudian tertawa.


"Jahat Lo pada," kesal Arabella.


"Iya ngga, canda gue haha," ucap Helena yang masih terkekeh.


Lalu tiba-tiba


"Helena!" seseorang memanggil Helena.


Para gadis itu pun menengok ke arah sumber suara.


"E-eh, ko Kenzie hahaha"


'duh pake ke sini segala' batin Helena


"Can we join?" tanya Kenzie


Helena menatap sahabat-sahabatnya


Vio dan Natasya memberi isyarat untuk mengizinkan Kenzie dan yang lainnya bergabung.


"Silahkan," jawab Helena


Setelah diberi izin, Kenzie dan kawan-kawan duduk bergabung dengan Helena dan teman-temannya.


"Kok kalian gak VVIP?" tanya Helena


"Gapapa, pengen nyoba aja yang gak VVIP mumpung lagi gak gitu rame juga disini," jawab Eric


Helena hanya ber oh ria


"Kalian sendiri?" tanya Galang


"Kita? Kita mah udah biasa begini kalau lagi ngumpul," jawab Helena.


Galang manggut-manggut.


Setelah itu, mereka melanjutkan dengan obrolan dan candaan.


Helena mulai risih karena Xylon terus menatapnya.


'ni orang kenapa sih' batin Helena


Kemudian, Helena bangkit dari duduknya


"Mau kemana?" tanya Vio.


"Ke toilet, mau ikut?" ucap Helena


"Oohh, gak," jawab Vio


"Yaudah." Helena segera pergi menuju toilet.


Beberapa menit kemudian, Helena tak kunjung kembali.


"Helena lama amat ke toilet doang," ucap Alya


"Iya, cek gih," kata Eric


"Biar gua yang cek." Xylon bangkit dari tempat duduknya hendak menyusul Helena.


"Woy lu mau ke toilet cewek?" ujar Galang


"Ya gaklah, gua nunggu di luarnya," sahut Xylon


Namun ketika Xylon ingin melangkahkan kakinya, Helena datang dan mengambil handphonenya dengan terburu-buru


"Gua duluan." ucapnya singkat lalu pergi.


"Woy kok mendadak pergi??" teriak Alya


Helena tidak menggubrisnya dan tetap melanjutkan langkahnya yang terburu-buru keluar dari restoran itu.


"Lah kok? Helena kenapa?" tanya Natasya


"Ya mana kita tau, tadi sih kayak buru-buru dan gua liat mukanya sekilas nangis gitu," sahut Vio


"Iya gua juga liat, susulin yuk," timpal Natasya


"Ayo, gua takut dia kenapa-kenapa," ucap Ara.


Natasya dan yang lainnya hendak bangkit dari tempat duduknya, begitupun dengan Kenzie.  namun, tiba-tiba saja Xylon pergi dari restoran itu juga.


"Biar gua yang susulin dia," ucap Xylon sebelum pergi.


Kemudian, Alya melihat seorang wanita berjalan keluar dari restoran itu juga.


"Hmmm ... pantesan," gumam Alya


"Ada apa?" tanya Galang


"Itu, bukan apa-apa," elak Alya


Vio dan Ara saling bertatapan lalu Vio mengangkat bahunya pertanda ia tidak tahu.


"Kalian disini aja, udah ada Xylon yang nyusul Helena," ucap Galang


"Tapi... Eh kunci mobilnya jatoh," ucap Natasya yang melihat kunci mobil Helena yang mungkin saja terjatuh dari kantung celana Helena dan kemudian ia mengambilnya.


"Lah iya, gimana dong?" tanya Bella


"Sini, biar gua yang kasih." ucap Alya merebut kunci mobil Helena ditangan Natasya.


Setelah itu, Alya segera keluar dari restoran itu untuk menyusul Helena.


Namun Alya tidak menemukan keberadaan Helena maupun Xylon.


"Helena kemana si cepet banget perginya" gumamnya lalu kembali masuk ke dalam restoran


"Gimana?" tanya Kenzie


"Gak ada orangnya," jawab Alya


"Xylon?"


"Gak ada juga."


Kemudian, Alya mengambil handphonenya dan mencoba menghubungi Helena.


Namun, Helena tidak mengangkat teleponnya, hingga ia memutuskan untuk mengirim pesan.


Begitupun Eric, ia mencoba menghubungi Xylon.


"Ini sebenernya kenapa sih?!" ujar Eric


"Ya gak tau, dari tadi kan kita semua disini," sahut Alya kesal.


"Masalahnya ini kunci mobilnya gimana," ucap Bella


"Ya udahlah mungkin dia ke sini lagi nanti ngambil kunci mobilnya," ucap Alya


"Tapi gua khawatir sama Helena," ujar Natasya


"Gak, gua yakin kalo Xylon sama Helena sekarang. So, don't worry guys,"  ucap Galang yang berusaha mencoba menenangkan teman-teman Helena agar tidak khawatir.