
ketika Helena turun, ia langsung menatap sinis Xylon, namun Xylon malah tersenyum menatapnya.
Helena terdiam di tempat, membuat semua orang yang berada di ruang tamu bingung.
"Helena, sini" ujar Laura
Helena pun menghampiri sang mami dengan langkah yang malas. kemudian ia duduk di samping maminya dan menatap Xylon dengan wajah Galaknya.
"Apa?" tanya Helena pada Laura.
"Gak, itu ajak ngobrol Xylonnya. habis pulang kerja langsung ke sini pengen ketemu kamu katanya, Cie..." tutur Laura sambil menggoda putrinya.
'habis kerja apanya, orang udah dari sore dia pulang kerja' batin Helena
"Dia bilang gitu Mi?" tanya Helena memastikan
"Iyalah, iya kan Xylon?" ujar Laura yang kemudian beralih bertanya pada Xylon agar putrinya percaya.
Xylon pun mengangguk
"Dah sana ngobrol sepuasnya," ucap Laura
"Ayo Pi!" ajak Laura pada suaminya untuk meninggalkan Xylon dan Helena berdua.
Setelah Laura dan Adelard pergi, Xylon pun menatap Helena.
ia tersenyum di atas sofa. satu kakinya dia silangkan di atas kaki yang lain dengan gaya duduk khas CEO.
Helena menatap tajam Xylon.
"Ngapain Lo ke sini?" tanya Helena
Yang ditanya malah tersenyum sambil menatap Helena.
"Oke gak mau jawab, gue pergi." ucap Helena yang hendak bangkit dari duduknya.
"Gua ke sini, ya karna gua pengen," ucap Xylon
"Cuma itu?"
"Hm"
"Bukan karna pengen ketemu gua?"
"Cie ngarep," goda Xylon
"Apa sih!!!" kesal Helena
Xylon terkekeh
"Tadikan kata mami.."
"Iya Helena, gua pengen ketemu Lo makanya ke sini, gak mungkinkan gua pengen ketemu ART sini," tutur Xylon memotong ucapan Helena.
Helena memalingkan wajahnya, Ia merasa tiba-tiba jantungnya berdegup kencang dan ia sekarang salah tingkah.
"Ada yang mau gua omongin dan kasih sama lu," ucap Xylon
"Tentang?" tanya Helena yang kembali menatap Xylon
"Jangan disini." ucap Xylon lalu bangkit dari duduknya.
"terus dimana?" tanya Helena
"Ada tempat yang pas buat ngobrol berdua?" ujar Xylon
"Ada. Kolam renang, rooftop," sahut Helena
"Yaudah Kolam renang, ayo!" ucap Xylon
Helena pun bangkit dari duduknya dan berjalan menuju tempat Kolam renang diikuti Xylon.
"Mau ngomong apa?" tanya Helena to the point.
"Bulan depan ada acara buat perusahaan-perusahaan ternama di Jeffer Hotel, anak-anak pengusaha banyak yang ikut," ucap Xylon.
"Terus? apa hubungannya sama gua?"
"Lo harus ikut karna anaknya Om Adelard sama Tante Laura, dan.."
"Oke," ucap Helena menyetujuinya sebelum Xylon selesai bicara.
'dan anak tuan Roy Jefferson' -Xylon
Kemudian, Xylon mengambil sesuatu dari saku jasnya dan mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dan memberikannya pada Helena.
melihat Raut wajah Helena penuh tanda Tanya, Xylon segera menjelaskan maksud ia memberikan kalung tersebut.
"Waktu birthday party Lo, gua gak kasih hadiah kan? jadi ini hadiahnya, Sorry telat," ujar Xylon
"Gak usah kali, sans aja lagian waktu itu kita belum saling kenal," sahut Helena
"Ya karna udah saling kenal gua harus kasih hadiahnya," ucap Xylon
"Yaudah terserah, gua buka ya," ucap Helena
Xylon berdehem menjawabnya.
Helena pun membuka Kotak perhiasan tersebut dan melihat sebuah kalung berlian yang sangat cantik berbentuk hati dan berwarna merah muda dipadukan dengan warna putih.
Helena mengambil kalung tersebut dari kotaknya, terlukis senyum diwajahnya lalu ia menatap Xylon.
"Ini.. ini serius buat gue?" tanya Helena
"Iyalah, Lo suka?"
"Suka bangetlah, mahal kan? pasti gue suka. udah elegant, cantik banget, lebih glowing dari muka gue, dan warnanya pink lagi, thankyou so much Xylon!! Love you" ujar Helena kegirangan, Bahkan Helena tak sadar jika ia baru saja mengatakan Love you pada Xylon.
"Love you too," sahut Xylon
Mendengar itu Helena langsung tersadar dengan ucapannya.
'Eh?? gua bilang Love you ya tadi? duh kebiasaan ni mulut kalau lagi happy' batin Helena merutuki kebodohannya yang sudah terbiasa mengatakan itu pada keluarga atau sahabatnya jika ia diberi sesuatu yang membuat hatinya merasa senang.
"Lo jangan salah paham, gua bilang Love you
ke orang yang bikin gua happy jadi bukan Lo doang, jangan mikir yang aneh-aneh" jelas Helena
"Masa?"
"Tanya aja mami sama papi kalau gak percaya"
Xylon manggut-manggut
"Iya, ntar gua tanyain." ucapnya
'eh kok beneran ditanya sih, gimana kalau mami papi ngeledekin gue?' batin Helena
Xylon tersenyum melihat wajah Helena yang panik.
"Ya gua harap Lo pake kalung itu terus sampai kapanpun," ucap Xylon yang dijawab anggukan oleh Helena. Ntah mengapa Helena merasa tidak ingin kehilangan kalung ini ataupun melepaskannya.
ia pun segera memakai kalung tersebut dan tiba-tiba tangan Xylon menyentuh lehernya dan membantu Helena memakai kalung tersebut.
"Makasih," ucap Helena
Xylon menjawabnya dengan anggukan kepala.
Helena kembali melihat kalung tersebut yang sudah terpasang di lehernya dan menyentuh liontin kalung itu.
"Pas banget gue suka warna pink hehe, tapi kok lu tau dari mana gue suka suka warna pink? apa kebetulan?" tanya Helena