
Pagi hari di Rodriguez internasional school, Helena berjalan menuju kelas.
seperti biasa, banyak laki-laki yang menyapa helena, namun Helena hanya membalasnya dengan senyuman.
sesampainya dikelas
"hello my friend!!" ujar Kim yena
"hi" sahut Helena
"what's wrong with you? why do you look so uninspired? (ada apa denganmu? kenapa kamu terlihat sangat tidak bersemangat?)"
"i'm okay"
"fighting!! We will have an exam and after that we have a long holiday (berjuang!! Kita akan ujian dan setelah itu kita libur panjang)" ujar Agnes
Helena hanya mengangguk, lalu menelungkupkan kepala pada kedua tangannya di atas meja.
"why?" tanya Acha
"nothing" jawab Helena
***
bel istirahat pun berbunyi
Helena dan teman-temannya pun seperti biasa pergi ke kantin.
ditengah perjalanan menuju kantin, tiba-tiba seseorang memanggilnya
"Helena!!"
otomatis Helena membalikkan tubuhnya ke belakang dan melihat siapa orang yang sudah memanggilnya
"huhh.. Tasya" gumamnya
Natasya pun menghampiri Helena
"Why did you go to Singapore yesterday without me?" ucapnya
"huh, so you have a problem with that? (ya, jadi kamu punya masalah dengan itu?)"
"of course, I want to go with my friends"
"Didn't you have a lot of work that time? I promise, we'll go next time together (Bukankah kamu memiliki banyak pekerjaan saat itu? Aku berjanji, kita akan pergi bersama lain kali)" janji Helena
"okay, because I really want to spend my day off with my friends (oke, karena aku sangat ingin menghabiskan hari libur aku dengan teman-teman aku)"
"oke"
"All right, I want to go to class. see you later"
Helena hanya berdehem lalu melanjutkan kembali langkahnya.
Saat sampai di kantin
Helena dan teman-temannya duduk di kursi dan langsung memesan makanan.
tak lama kemudian, makanan mereka pun tiba dan teman-teman Helena mulai menyantap makanannya.
Namun Helena hanya terdiam, ia sedang melamun.
"Helena, eat your food." ucap Yena
Namun Helena tidak meresponnya
"Have you ever loved someone, but that person is far away? (Pernahkah kamu mencintai seseorang, tapi orang itu jauh?)" tanya Helena tiba-tiba
yena, Acha maupun Agnez menatap Helena.
"who are you asking? (siapa yang kamu tanya?)" ucap Acha
"anyone who hears me (siapa pun yang mendengar aku)" sahut Helena
"oh well, I never really because the person I like is in this school hahaha (oh ya, aku gak pernah juga karena orang yang aku suka ada di sekolah ini hahaha)" ucap Acha kembali sambil terkekeh
"Oh" Helena hanya ber oh ria, karena sudah tahu siapa orang yang sahabatnya suka itu.
"I've felt it, because the person I liked at that time had moved house (aku sudah merasakannya, karena orang yang aku sukai saat itu telah pindah rumah)" tutur Agnez
"really? Then how do you feel?" tanya Helena
"yes i feel sad but the feeling is slowly disappearing and i don't love his anymore (ya aku merasa sedih tapi perasaan itu perlahan menghilang dan aku gak mencintainya lagi)" jelas Agnez
Helena manggut-manggut
"and you?" tunjuk Helena pada yena yang tengah asyik menikmati makanannya sambil mendengarkan obrolan sahabat-sahabatnya.
"me? I feel it too" sahut yena
"really? who is he?" Helena semakin bersemangat menanyakan hal itu.
Helena langsung berdecak
"I'm seriously!!"
Yena hanya tertawa
"By the way, why are you asking that (Ngomong-ngomong, kenapa kamu menanyakan itu)?" tanya Acha
"Is there anyone you like? (Apakah ada orang yang kamu suka?)" sambungnya
"nothing, I'm just asking (gak ada, aku hanya bertanya)" jawab Helena
"Are you missing Xylon?" tanya Agnez
Deg
"n-no!! I don't miss anyone (t-tidak!! Aku tidak merindukan siapapun)." sahut Helena cepat
"Really? I don't believe you"
"up to you" Helena langsung menyantap makanannya.
"okay, remember!! You owe me a secret back then. (oke, ingat!! Kamu berhutang rahasia padaku saat itu.)"
'inget aja dia' -helena
***
ujian kenaikan kelas pun tiba, selama ujian Helena memang tidak membuka handphonenya kecuali ada hal penting saja.
karena Helena benar-benar ingin fokus pada ujiannya dan terobsesi menjadi peringkat pertama dengan kerja kerasnya sendiri.
hingga akhirnya ujian pun berakhir
dan hari libur yang ditunggu-tunggu oleh seluruh siswa pun tiba, hasil ujian juga telah keluar.
Seperti biasa, Helena mendapatkan peringkat pertama. dan sekarang Helena memutuskan untuk mengambil Raportnya sendiri karena hari ini ia ingin me time.
Saat di sebuah restoran milik papinya, Helena menyalakan handphonenya dan melihat begitu banyak panggilan tak terjawab dari Xylon.
Helena terkekeh
"haha, jadi kangen lagi kann padahal gua udah berusaha biar gak kangen" gumamnya sambil tersenyum.
lalu Helena bangkit dari duduknya dan hendak pergi ke toilet.
Namun, tiba-tiba ia menabrak seseorang.
"duh, maaf mba maaf" ujar Helena
"iya gapapa, maaf juga" sahut orang tersebut
kemudian Helena melihat wajah orang itu, dan betapa terkejutnya ia dengan sosok wanita di hadapannya.
"ka-kamu??" ucap wanita itu
Helena memasang wajah datar dan hendak pergi. Namun, wanita itu segera memegang tangan Helena.
"Lepas" ucap Helena dingin
"dengerin saya dulu, saya mohon" ujar wanita tersebut
"Budeg ya? lepas!!!" Helena menghempaskan tangannya kemudian mulai melangkahkan kakinya.
langkahnya terhenti ketika wanita itu berkata,
"Helena, maafin mami"
Helena membalikkan tubuhnya dan berjalan mendekati wanita itu
"what? mami? jangan gila deh!! denger ya nyonya Carine Jefferson! saya ingetin anda ya, kalau dulu anda yang udah bikin keluarga saya hancur, sekarang kenapa? nyesel banget? karna mami saya dapet pria yang lebih baik huh??" cetus Helena
ya, wanita tersebut adalah Carine, istri kedua Edwin. yang tak lain ibu tiri helana
"ma-maaf, maaf maaf!! saya emang wanita murahan, tolong maafin saya" carine mulai meneteskan air matanya.
"lah nangis, drama banget" Helena langsung pergi meninggalkan wanita itu.
"Helena..... hiks hiks hiks" lirih Carine sambil terisak
lalu tiba-tiba manajer restoran tersebut datang dan menghampiri Helena.
"maaf nona, apa ada masalah?" tanyanya
"gak ada" jawab Helena dingin
Semua orang yang berada di restoran pun memerhatikan kedua wanita itu dan segera mengalihkan pandangannya ketika Helena menatap tajam semua orang.
Helena pun melangkah keluar dari restoran.