
"Heh, nempel amat!" teriak Laura yang membuat semua orang terkejut. Helena dan Xylon pun langsung saling melepaskan dan sedikit menjauh.
Laura terkekeh saat melihat wajah Xylon dan Helena yang merasa terkejut sekaligus malu.
"Hahahaha, kaget ya?" ledeknya.
"Apaan sih Mi!" kesal Helena.
"Lagian nempel banget, alay tau gak!"
"Biarin sih, sirik aja, udah punya suami padahal," ucap Helena.
"Tapi alay!" ujar Laura.
"Yaudah jangan diliatin!" sahut Helena tak mau kalah.
"Jangan diumbar-umbar juga kali"
"Siapa yang umbar? kan just kidding"
"Terserah," ucap Laura tak acuh. ia malas berdebat dengan putrinya yang tidak akan menyerah sebelum ia menang dari perdebatan itu, lagi pula ini bukan hal penting.
...✧༝┉┉┉┉┉˚*❋ ❋ ❋*˚┉┉┉┉┉༝✧...
Malam harinya, mereka makan malam bersama dan tidak jadi jalan-jalan karena mereka akan langsung beristirahat.
Selesai makan malam, Xylon beserta yang lain pun langsung masuk ke kamar mereka masing-masing untuk mempersiapkan hari esok yang tidak akan terlupakan.
Kamar Xylon
Xylon tengah mengecek laporan tentang perusahaannya. selesai membaca semua laporan tersebut, Xylon tidak tahu harus apa sekarang. Akhirnya, ia pun berinisiatif untuk mengajak Helena berkencan malam ini.
Xylon mengambil ponselnya yang berada di atas nakas lalu membuka aplikasi pesan dan menekan ikon panggilan suara untuk menghubungi kekasihnya. Saat sudah ada tulisan ringing pada layar ponsel, tiba-tiba saja teleponnya ditolak oleh Helena.
Namun, Xylon tidak menyerah, ia terus saja menelepon Helena.
Lalu tiba-tiba, munculah beberapa pesan dari gadis itu.
...Helena...
| APAAN SIH?
| Habis dinner, udah Kangen aja
7:38 PM
^^^| Enggak^^^
^^^| kenapa gak angkat?^^^
^^^7:38 PM^^^
| Aih, gak penting
| kamar sebelahan doang
ngapain nelepon?
| ada apa?
7:38 PM.
^^^| ngantuk gak?^^^
^^^| Mau jalan?^^^
^^^7:39 PM^^^
| Mau lah hahaha
7:39 PM
^^^| Ayo, siap² ya^^^
^^^7:39 PM^^^
| Oke
7:40 PM
Setelah itu, Xylon pun segera bersiap untuk pergi berkencan dengan Helena malam ini.
"Wait, nanti pergi kemana?" tanya Xylon pada dirinya sendiri.
Xylon merasa bingung, dia yang mengajak tapi dia sendiri yang bingung mau pergi kemana untuk berkencan.
"Terserah Helena ajalah nanti." gumamnya lalu memakai kaos polos berwarna putih dan celana jeans.
Selesai bersiap, Xylon pun keluar dari kamarnya dan bersamaan dengan Helena yang juga baru keluar dari kamar.
Helena yang akan menutup pintunya dan masih memegang handle pintu langsung menoleh ke arah Xylon dan merekapun saling memandang.
Beberapa detik kemudian, keduanya langsung tersadar. Helena pun langsung menutup pintunya dan berjalan ke arah Xylon.
"Cie mau dating, cantik banget," puji Xylon.
"Iyalah." sahut Helena mengibaskan rambutnya.
'Kamu juga ganteng, ganteng banget malah... Akh... damagenya' puji Helena dalam hatinya yang tak mampu ia ucapkan langsung pada Xylon.
"Ayo!" ujar Xylon meraih tangan Helena untuk digandeng dan tentu saja Helena tidak menolak.
Mereka berjalan keluar dari hotel menuju parkiran.
"Lah, bawa mobil?" tanya Helena saat mereka menghampiri mobil mewah berwarna hitam di parkiran.
"Enggak, ini mobil aku buat di Bali," jawab Xylon sembari membukakan pintu mobil untuk Helena.
Helena hanya ber oh ria lalu masuk ke dalam mobil Xylon.
Setelah menutup pintu mobilnya, Xylon memutar untuk masuk ke bangku bagian kemudi.
"Kamu mau ke mana?" tanya Xylon setelah memasang seatbeltnya.
"Ya terserah kamu, yang ngajak jalan siapa? kamu kan?" ucap Helena.
"Iya, tapi aku maunya nurutin ke mana yang kamu mau," kata Xylon.
"Ke... Mall?" tanya Helena.
"Itu nanti aja, pas mau pulang"
"Kalau gitu kita street food aja di pasar kreneng," ucap Helena kembali memberi pendapat.
"Maksudnya apa ya, Mas?"
"Maksud aku, kamu pernah ke pasar gitu?"
"Pernah, night market sih. kenapa emangnya? kamu pikir aku cewek yang suka ilfeel kalau nginjek pasar?"
"Bukan gitu, tapi aku baru tau kalau kamu pernah ke pasar, walaupun night market"
"Heh! night market mah seru tau, emang kamu sendiri gak pernah?"
"Enggak"
"Nah, gini nih orang kaya sombong, gak pernah mau ke pasar," ucap Helena.
"Emang aku cewek, suka ke pasar?"
"Dih, liat aja nanti. Banyak kok cowok yang ada di pasar"
"Terus?"
"Aishhh... ya udah, sekarang cepetan kita ke sana, keburu malem banget," ujar Helena.
"Siap, Nyonya muda Rodriguez." sahut Xylon sambil menyalakan mesin mobilnya.
"What?" Helena sedikit terkejut saat Xylon memanggilnya Nyonya muda Rodriguez dan membuat ia agak salah tingkah.
Xylon tersenyum lalu melajukan mobilnya menuju pasar Kreneng.
...꧁꧂...
di perjalanan
"Xylon," panggil Helena.
"Hm?" sahut Xylon dengan deheman karena ia tengah fokus menyetir.
"Kamu udah tau semua tentang aku, tapi aku... masih banyak yang belum aku tau tentang kamu," ucap Helena.
"Emang kamu mau tau tentang apa aja dari diri aku?" tanya Xylon menoleh sekilas lalu kembali fokus pada jalanan.
"Hm... ulang tahun kamu tanggal berapa?"
"Tujuh puluh tujuh hari setelah kamu ulang tahun," jawab Xylon.
"Huh? maksudnya?" tanya Helena yang masih tidak paham.
"Tujuh puluh tujuh hari setelah kamu ulang tahun," jawab Xylon kembali mengulang perkataannya.
"Ribet banget, aku males ngitung nih! kasih tau aja tanggal berapa," kesal Helena yang membuat Xylon terkekeh.
"Lima Maret, sayang," ucap Xylon.
"Sebentar lagi dong? dua hari lagi?"
Xylon mengangguk.
"Wah, happy birthday," Helena memberikan ucapan selamat ulang tahun pada Xylon, padahal ulang tahun Xylon sendiri beberapa hari lagi.
"Kok ngucapin sekarang?" tanya Xylon.
"Ya takutnya aku gak panjang umur pas kamu ulang tahun, gimana? makanya aku ucapin sekarang aja," jelas Helena.
"Ya jangan bilang gitu," kata Xylon.
"Emang kenapa? benerkan, kalau misalnya aku gak panjang umur, gimana?"
"Ya bener, tapi... apa ya, ya pokoknya jangan bilang gitu. aku gak siap kehilangan kamu"
Helena tersenyum mendengarnya.
Kemudian, ia kembali bertanya tentang Xylon yang masih banyak belum ia ketahui.
Setibanya di pasar kreneng, mereka pun turun dari mobil Xylon.
"Woah, Lamborghini parkir deket pasar, hahahahahahaha," ucap Helena sambil tertawa karena memang mobil yang Xylon bawa adalah Lamborghini dan tentu saja mengundang banyak tatapan orang-orang sekitar.
"Biarin, mau masuk sekarang?" ujar Xylon.
"Pertanyaan bodoh! gak mungkin nunggu besok baru masuk, kan?" cetus Helena.
"Udah ayo." sambungnya yang langsung menarik tangan Xylon dan masuk ke dalam pasar kreneng tersebut.
Setelah di dalam pasar, mereka berkeliling sembari mencoba makanan-makanan yang ada di sana.
Ternyata pasar tak seburuk yang Xylon pikirkan. Mereka berdua menikmati suasana pasar dan membeli beberapa barang yang Helena suka hingga tak terasa waktu telah menunjukkan pukul setengah 10 malam.
Mereka pun akhirnya kembali ke hotel setelah menikmati kencan malam walaupun ke tempat yang sederhana tapi mereka sangat menikmatinya.
Setelah sampai di hotel, keduanya langsung masuk dan melihat Shelly yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Hi Ci! kok belum tidur? mau kemana?" tanya Helena menghampiri Cicinya.
"Mau keluar aja sebentar, mumpung belum ngantuk," jawab Shelly.
"Ngapain sih? udah malem lho"
"Nyari udara doang, kalian abis dating?" ujar Shelly menatap Xylon dan Helena bergantian.
"Iya," jawab keduanya.
"Cie... yang baru jadian langsung jalan-jalan berduaan," goda Shelly.
Helena terkekeh kecil dan Xylon hanya tersenyum tipis.
"Yaudah, Cici jalan-jalan dulu ya!" Shelly hendak melangkahkan kakinya. Namun, Helena segera menahannya.
"Wait, ini udah malem. kalau bosen ke kamar aku aja," ucapnya.
"Kamu gak capek? tidur lho, besok jalan-jalan!"
"Enggak, udah ayo." Helena menarik langsung Shelly ke kamarnya.
Sementara Xylon, ia juga langsung masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
...✧༝┉┉┉┉┉˚*❋ ❋ ❋*˚┉┉┉┉┉༝✧...
...Hello readers, mohon supportnya untuk novel aku ya.. yuk klik likenya sekarang. jangan lupa Votenya dan save sbg favorit!!...
...thankyou so much buat yang udah like dan baca novelku teruss!!...
...Sukses selalu buat kalian!!...