Sincerity

Sincerity
Chapter 19



di London, Xylon baru saja selesai meeting dan kemungkinan ia akan tinggal di London untuk beberapa Minggu sampai masalah di perusahaannya selesai.


"dev! saya bakal ke hotel, mau istirahat. jadi jangan ada yang ganggu selama saya tidur" ujar Xylon pada dev


"baik tuan" sahut dev


Xylon pun sampai di hotel miliknya, XR hotel.


ia segera pergi ke kamarnya dan beristirahat.


Setelah itu, Xylon duduk di sofa yang ada di kamarnya itu. Namun, tiba-tiba ia teringat dengan helena lalu mengambil ponselnya yang ada kantung jasnya.


terlihat ada beberapa pesan dari helena


Xylon!!!!!!!


Do you know??


aku sama papi aku


udah baikan!! mami juga


udah maafin papi ternyataaa


i feel so happy


thanks for everything!!


Xylon tersenyum membacanya, mungkin jika ada orang lain yang melihat senyumannya akan langsung terpesona.


ia pun segera menelfon helena.


tak lama Helena mengangkat telfon dari Xylon


"halo?πŸ“±πŸ“ž" ucap Helena di seberang sana


^^^"good night from London hel" ujar Xylon^^^


"ha? kamu lagi di London?πŸ“±πŸ“ž"


^^^"hm"^^^


"πŸ“±πŸ“žaih pantesan..."


^^^"pantesan apa?"^^^


"πŸ“±πŸ“žgak, gapapa"


^^^"kangen?"^^^


"B ajaπŸ“±πŸ“ž"


^^^"hm, kirain kangen"^^^


"πŸ“±πŸ“žboleh nanya gak?"


^^^"silahkan"^^^


"πŸ“±πŸ“žkok kamu pergi ke London?"


^^^"emangnya kenapa? pengen ikut?"^^^


"πŸ“±πŸ“žish gak jelas, ditanya malah nanya balik"


...Xylon terkekeh...


"kok ketawa sih!πŸ“±πŸ“ž"


^^^"oke sorry-sorry,^^^


^^^ada kerjaan disini soalnya"^^^


"πŸ“±πŸ“žoh gitu.. hoamm" terdengar suara Helena sedang menguap


^^^"ngantuk ya? tidur sana"^^^


"iya soalnya habis hangout ama temenπŸ“±πŸ“ž"


^^^"take a rest"^^^


"πŸ“±πŸ“žyou too"


^^^"hm, i Miss you"^^^


".....πŸ“žπŸ“±"


^^^"helena"^^^


"ya?πŸ“žπŸ“±"


^^^"kenapa diem?"^^^


"πŸ“žπŸ“±eh gapapa, ngantuk haha yaudah ya aku tutup telfonnya"


belum sempat Xylon menjawabnya, Helena sudah mematikan telfonnya.


"have a nice dream" gumamnya sambil tersenyum.


lalu ia merebahkan tubuhnya di ranjang. Saat ingin memejamkan mata, terdengar suara bel berbunyi.


"haishhh Dev udah dibilang jangan ganggu, gua mau istirahat"


Xylon pun beranjak untuk membuka pintu. Saat ia membuka pintu, muncullah Dev dan seorang wanita di belakangnya.


"maaf tuan, nona memaksa ingin bertemu dengan anda" ucap Dev


Xylon menganggukkan kepalanya dan melihat siapa wanita yang sedang sembunyi di belakang Dev itu.


"SURPRISE!!" wanita itu pun langsung menampakkan dirinya


"XYLON!!" heboh wanita tersebut yang langsung memeluk Xylon


"i Miss you!!!!" sambungnya lalu mencium pipi Xylon.


Xylon terdiam dan membalas pelukan wanita itu.


"masuk, jangan disini" ujar Xylon lalu melepas pelukannya


"Dev, kamu boleh pergi" sambung Xylon pada dev


"baik tuan, saya permisi" ucap dev


kemudian Xylon dan wanita cantik itu pun masuk dan duduk di sofa berhadapan


"apa kabar?" tanya Xylon


"fine fine aja, how about you and mama papa?" ucap gadis tersebut


"baik" jawab Xylon


"Kok ekspresinya enggak banget? kakak sengaja Dateng ke sini tiba-tiba, biar Surprise tapi malah kamu kayak gak seneng" omel wanita itu yang tak lain adalah kakak kandung Xylon.


ya, Xylon memiliki kakak perempuan berumur 26 tahun, namanya adalah Xylina. Xylina sudah 3 tahun tinggal di Inggris karena ia sudah menikah dengan CEO asal negara tersebut dan Xylina juga telah menjadi CEO dari brand ternama juga sudah terkenal yaitu XYlina. brand XYlina sudah biasa dipakai oleh kalangan artis sampai konglomerat. Oleh karena itu, sudah tidak diragukan lagi kekayaan yang dimiliki keluarganya.


"up to me" ucap Xylon


Xylina mendengus kesal


"Tau darimana aku disini?" tanya Xylon


yang ditanya justru malah hanya tersenyum


"kasih tau gak ya....??"


"hahahaha apa sih yang gak Xylina tau" ucap Xylina bangga


Xylon menatap tajam kakaknya


"bercanda, kakak dikasih tau denzel kalau kamu ada di London, tadinya dia pengen ikut ketemu kamu tapi banyak kerjaan" ucap Xylina


"gapapa, harusnya aku yang kerumah kakak" ujar Xylon


"hm gimana kabar kak denzel dan danesa?" sambungnya


"baik juga mereka, by the way mau sampai kapan di London?"


"gak tau, intinya kalau semuanya udah beres mau langsung pulang"


Xylina manggut-manggut


kemudian Xylon bangkit dari duduknya


"mau kemana?" tanya Xylina


"tidur"


Xylon langsung membaringkan tubuhnya di ranjang.


"kalau bosen silahkan keluar, gue mau istirahat" ujarnya


ya, Xylina dan Xylon memang kadang berbicara dengan sebutan 'Lo gue' atau 'lu gua' namun jika mereka sedang santai saja seperti saat ini.


"heh Adek kurangajar, bisa-bisanya pengen tidur, ngobrol kek udah lama, gak kangen apa sama kakak lo?"


"biasa aja"


"Setan"


"serius gua ngantuk kak Xylina!! capek tau gak"


Xylina bisa melihat dari wajah Xylon, sepertinya memang adiknya itu kurang istirahat.


"yaudah tidur sana, tadinya pengen ngobrol sama kamu tapi emang keliatannya kamu capek banget"


"hmm, thanks for understanding"


"no problem"


"nanti malem gua janji kita bakalan dinner" ucap Xylon


"gak usah janji juga kakak bakal paksa buat dinner"


"hm" Xylon hanya berdehem lalu memejamkan matanya.


"dek, udah punya pacar?" tanya Xylina


"belum" jawab Xylon dengan mata tertutup


"kalau masih jomblo, ama yovela atau Vanessa atau islene atau.. ya pokoknya cewek-cewek yang dulu ngincer lo, gua yakin mereka masih ngarepin lo hahahaha" goda Xylina


"berisik, pergi sana gua ngantuk" ketus Xylon


"like a woman, marah-marah mulu" ujar Xylina


"kak Xylina Rodriguez!! kalau gak mau pergi gak usah ganggu gua mau istirahat"


"iya iya, perasaan yang jadi kakak gue tapi kenapa gak ada hormat-hormatnya lu sebagai adek"


Xylon tak menggubrisnya lalu beberapa menit kemudian ia sudah terlelap.


Xylina melihat Xylon sudah tertidur pun tersenyum lalu mendekati xylon dan menyelimutinya.


kemudian ia melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar Xylon.


terlihat beberapa bodyguard sudah menunggunya lalu ia berjalan diikuti para bodyguard dan segera menuju pulang.


***


Malam pun tiba


di sebuah restoran mewah di london milik Denzel kim alias suami Xylina, terlihat mobil mewah baru saja sampai di parkiran restoran itu.


Xylina dan denzel serta putri mereka danesa, mereka turun dari mobil dan melihat beberapa bodyguard sudah menunggu mereka.


Saat ingin melangkah menuju restoran, tiba-tiba sebuah mobil yang tak kalah mewah dari mobil mereka pun juga tiba diparkiran. Supir mobil itu turun dan membukakan pintu untuk tuannya.


Seorang laki-laki tampan turun dari mobil itu dengan cool. Siapa lagi kalau bukan Xylon.


Xylina tersenyum, kemudian menghampiri sang adik bersama suami dan anaknya.


"Wah bisa pas sekali datangnya" ucap Denzel Kim dengan nada khas barat lalu memeluk Xylon


Xylon tersenyum kemudian membalas pelukan kakak iparnya


"OK, let's go inside." ujar Denzel melepas pelukannya


Xylina dan Xylon mengangguk kemudian Denzel mengambil alih danesa dari Xylina.


kemudian Xylina merangkul lengan adiknya dan merekapun berjalan masuk ke dalam restoran diikuti oleh beberapa bodyguard.


Saat masuk restoran, terlihat beberapa pelayan menunggu mereka dan memberi hormat pada keluarga konglomerat itu. tak lupa dengan makanan-makanan yang sudah tersedia di atas meja makan.


mereka pun duduk, denzel menyerahkan danesa pada baby sitter.


ya, danesa memang memilki baby sitter, tapi bukan berarti Xylina tidak mengurus anaknya, baby sitter hanya membantu mengurus keperluan-keperluan danesa saja.


kemudian Xylon dan kedua kakaknya pun langsung menyantap makanannya.


di tengah-tengah makan malam, Denzel menanyakan sesuatu pada Xylon.


"Xylon, Do you have a girlfriend?" tanyanya


"Xylina also asked the same thing, and my answer is no (Xylina juga menanyakan hal yang sama, dan jawabanku adalah tidak)" jawab Xylon


"oh fine, but is there a girl you like (oh baiklah, tapi apakah ada gadis yang kamu suka)?" tanya denzel lagi


"ada" jawab Xylon


"Really? who's she?"


"you don't need to know" cetus Xylon


"gimana characteristicnya?" kali ini Xylina yang bertanya


"Is it pretty? sexy? graceful? or cute?" sambungnya


"iya begitu" jawab Xylon


"Your answer is not clear (Jawabanmu tidak jelas)" ucap Xylina


"why are you so interested in my life (mengapa kamu begitu tertarik dengan hidupku)?" cetus Xylon


"we only care (kami hanya peduli)" sahut Xylina dan Denzel.


"huh, basically the girl I love.. she is a girl who is physically beautiful and beautiful at heart (ya pokoknya cewek yang aku suka.. dia cewek yang cantik fisik dan cantik hatinya)" ucap xylon


"jadi penasaran sama orangnya" ujar Xylina


"udahlah sayang, let's continue eating " ucap Denzel pada istrinya.


"ya oke" sahut Xylina


merekapun segera melanjutkan makan malamnya.