
Waktu telah menunjukkan pukul 13.45 WITA, Xylon beserta yang lain tengah dalam perjalanan. Kali ini bukan Xylon yang mengemudi mobilnya, melainkan Galang. Kenzie? Ah, pria itu hanya ingin bersantai tanpa harus melakukan apapun, termasuk menyetir mobil.
Xylon yang tahu ini bukanlah jalan menuju hotel pun langsung teringat jika mereka semua ingin pergi ke pantai Tanjung Benoa, terutama Helena. Namun, Xylon merasa apa harus sekali mereka pergi ke sana, mengingat drama antara dirinya dan Helena hari ini.
"Ck, kenapa harus banget ke sana? Lo pada udah tau sendiri kan, kejadian hari ini?" kesal Xylon pada kedua makhluk yang menumpang di mobilnya ini.
"Haruslah, gua udah list, enak aja gak kesana," sahut Kenzie.
Xylon tidak merespon. ia lalu mengeluarkan ponselnya untuk mengecek keadaan perusahaannya, daripada tidak melakukan apapun.
Sekitar 1 jam berlalu, mereka telah sampai di lokasi pantai Tanjung Benoa.
Xylon melangkahkan kakinya untuk terus masuk ke area pantainya. Kenzie dan Galang seperti sedang menahan senyum dan berjalan terlebih dahulu darinya, Xylon tidak mengerti ada apa dengan kedua manusia sengklek ini.
Awalnya, Xylon merasa ada yang aneh dan curiga dengan tempat ini, karena sejak tadi terlihat sepi dan tak ada pengunjung lainnya. Namun, kecurigaannya sudah terjawab saat alunan musik disertai nyanyian merdu seorang gadis menyambutnya.
"Happy birthday, Xylon.. ♪"
"Happy birthday, Xylon... ♪"
"Happy birthday, happy birthday, happy birthday my lovely... ♪"
Suara merdu dari gadis cantik yang sudah di pastikan bahwa Helenalah pemilik suara tersebut. Nyanyian dengan nada kromatis yang diiringi alunan alat musik biola dan piano serta hiasan atau dekorasi pada pantai tersebut yang terkesan mewah dan unik juga membuat suasana menjadi tenang namun romantis.
Terukir jelas senyuman di wajah tampan seorang Xylon Rodriguez yang jarang terlihat itu. Ia benar-benar sangat bahagia hari ini. Tak menyangka jika kekasihnya yang tadi sempat marah-marah dengannya, ternyata menyiapkan kejutan spesial seperti ini.
Cekrek
Cekrek
Sebuah suara kamera yang memotretnya itu merusak suasana yang sedang Xylon hayati saat ini. Siapa lagi kalau bukan Kenzie Marvelin pelakunya.
Xylon menatap tajam ke arahnya. Sementara yang ditatap, hanya cengengesan.
"Jarang-jarang Lo senyum. Mau gue jual aja dah fotonya," ucap Kenzie sambil melihat-lihat hasil potretannya.
"Gua ancurin perusahaan bokap Lo!" ancam Xylon.
"Si any*i*g"
Setelah itu, Helena menghampirinya sambil tersenyum begitu manis.
"Happy birthday!!!!" ujarnya lalu memeluk tubuh Xylon begitu saja dengan penuh semangat.
Xylon yang awalnya masih terpaku pun langsung membalas pelukan gadis itu dengan erat.
"Pantesan, feeling aku kalian semua kayak aneh gitu, ternyata..." ucapnya
Helena terkekeh kecil lalu melepas pelukannya dari pria itu.
"Ya sorry, aku tuh udah lama pengen ngeprank kamu, tapi kayaknya gak berhasil ya?" sahut Helena terlihat sedih.
Xylon menangkup wajah cantik kekasihnya sambil tersenyum lalu berkata, "Kata siapa, hm? aku seneng banget dan gak kepikiran kalau bakal dikasih surprise kayak gini"
Helena tersenyum balik mendengarnya. Jujur saja, sebenarnya hatinya berdebar saat ini karena wajah Xylon yang lumayan dekat dengan wajahnya itu. Namun, sebisa mungkin ia menguatkan dirinya agar tidak salah tingkah di hadapan kekasihnya ini.
"Tapi kenapa surprisenya sekarang? ulang tahun aku kan besok," tanya Xylon.
"Gapapa, besok kita udah gak di Bali, jadi rayain sekarang aja, mumpung masih di sini," jawab Helena.
"Hm... Oke, yang penting kamu seneng." ucap Xylon mencubit hidung Helena gemas yang membuat gadis itu langsung tersenyum manis menatapnya.
"Tuhkan, kamu senyum cantik banget. Coba kalau kita udah married, aku udah ciumin kamu dari tadi," kata Xylon yang masih setia menatap wajah Helena.
Helena pun terkekeh kecil mendengarnya. Lalu ia mengambil tangan besar Xylon untuk ia genggam dan menatap pria itu begitu dalam.
"Biasanya kamu yang bilang I Love you duluan ke aku, sekarang giliran aku yang bilang itu duluan ya?" ucapnya.
"I Love so much, Xylon!" sambung Helena.
"Hahaha, aku gak jawab ya?" ujar Xylon sambil terkekeh menggoda kekasihnya.
"Kenapa?" tanya Helena dengan wajah sedih.
"Karena tanpa aku bilang, kamu pasti udah tau kan perasaan aku ke kamu gimana?"
"Hm..."
Xylon tersenyum lalu membawa Helena ke dekapannya sembari berkata, "Haha, kamu itu pacar aku yang gemesin dan sifatnya manja, random dan galak. Tapi aku sayang, sayang banget. I Love you more, Hel!"
"Dan kamu, kamu pacar paling gak peka sedunia tau gak?" ujar Helena.
"Enggak," sahut Xylon dengan santai. Memang benar kok, Xylon itu pria peka, tapi Helena saja yang tidak mau mengakui hal itu, Dasar cewek. Eh author juga cewek kan, haha.
"Ishh..." Helena mencubit pinggang Xylon yang malah membuat pria itu tertawa, bukan kesakitan.
"Just kidding, cantik." ucap Xylon seraya tangannya mengelus-elus rambut hitam dan panjang Helena.
Mereka berpelukan beberapa saat, hingga suara manusia-manusia kurang kasih sayang itu menghancurkan suasana romantis dan nyaman bagi kedua pasangan ini.
"Gaslah, mau gosong nih ngeliat yang lagi kasmaran." timpal Alya lalu berpura-pura menguap karena bosan dan malas melihat adegan romantis yang tentu saja membuat jiwa jomblonya demo saat ini.
"Gini amat ngontrak di bumi," ujar Kenzie.
"Yuk, pindah ke Jupiter aja atau Mars nih?" sahut Viorenza.
"Neptunus ajalah sis!" ucap Natasya memberi pendapat.
"Ya udah, packing koper dulu lah, yok!" sahut Bella.
Kemudian, semua orang tertawa kecuali kedua pasangan yang tengah berpelukan tersebut.
Helena yang mendengar ocehan orang-orang sirik itu langsung melepaskan dirinya dari dekapan Xylon lalu menatap teman-temannya satu-persatu.
"Heh! gak bisa gitu biarin gue bahagia lima menit? bac*t banget deh, heran," kesalnya.
"Makanya cari couple aja sana Lo pada, daripada julid mulu kek tetangga lagi ngerujak," sambungnya.
"Oke fine yang punya pasangan mah," sahut Bella sedikit meninggikan nada bicaranya.
"Sirik ae Lo pada!" ujar Helena kembali.
"Lo jangan nyebarin hoax gitu dong! sembarangan kalau ngomong, gue kan gak sirik," kata Natasya membela diri.
"Ya in, biar cepet," jawab Helena yang akhirnya mengalah daripada beradu mulut dengan ratu bawel seperti Natasya.
Sementara para orangtua, mereka hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah para anak muda ini.
"Terus, sekarang mau ngapain?" tanya Galang.
"Seneng-senenglah! masa mancing paus!" kesal Alya.
"Gua kira abis ini pulang," canda Galang.
"Ih serah Lo"
Kemudian, Helena dan Xylon berjalan beberapa langkah agar lebih dekat dengan teman-teman mereka.
"Eh, tadi siapa ya yang meluk-meluk pacar gue?" ujar Helena dengan nada bercanda dan pura-pura tidak tahu.
"Anj*r, Lo juga yang nyuruh!" sentak Vio yang membuat Helena tertawa.
"Sorry Ko, ni orang yang nyuruh." ucap Vio pada Xylon sembari menunjuk Helena.
"Eh, tapi Lo seneng kan meluk-meluk pacar gue?"
"Siapa yang gak seneng bisa meluk Xylon Rodriguez coba? Haha"
"Yeuuu... ketawa lu, Jomblo!" ledek Helena.
"Dih, udah gua bantuin, bukannya makasih," kesal Vio.
"Iya, thanks!"
"Tapi, kenapa harus meluk-meluk sih?" ujar Xylon yang sebenarnya tadi sangat kesal karena Vio yang main memeluknya begitu saja.
"Biar makin mulus ngepranknya, hahahaha," jawab Helena santai sembari tertawa.
"Lagian nih ya, cuma Vio yang berani kayak gitu. Natasya, Alya sama Ara mah mana berani, ye gak Vi?" sambungnya meminta persetujuan Viorenza.
"Iyalah, bayarannya juga gak main-main," sahut Vio sembari mengibas-ngibaskan rambutnya dengan tangan hingga terkena wajah Galang.
"Woy, rambut Lo!!!" kesal Galang.
"Eh sorry, dude!" ucap Vio.
"Udah ah, banyak bacot Lo pada! katanya mau main jet ski sama permainan yang lain, keburu malem nih!" seru Shelly yang sudah tidak sabar untuk bermain dengan wahana water sport pantai Tanjung Benoa yang super keren ini.
"Oh iya gas, ngomong mulu nih couple alay," sahut Kenzie menyalahkan Helena dan Xylon.
"Lo kali yang alay!!!" kesal Helena memutar bola matanya malas.
"Sebentar, terus yang kamu-"
"Ih, shut up!!!"
Xylon yang awalnya ingin bertanya lagi langsung diam saat Helena berujar dengan jari telunjuknya yang ditempelkan di bibirnya agar pria itu tak bertanya-tanya terus.
"Kalau mau nanya-nanya, nanti malem aja. Topiknya jangan di abisin sekarang," perintah Helena.
Xylon hanya menganggukkan kepalanya patuh.
TBC.
jangan lupa like, vote, favoritin dan komen yang menarik ♥