Sincerity

Sincerity
Karena liontin X for H



tiba-tiba langkah Xylon terhenti saat melihat Seseorang yang ia kenal sedang menatapnya.


"Why?" tanya Greisy


Greisy pun mengikuti arah sorot mata Xylon dan dia melihat Seorang gadis cantik bersama Seorang laki-laki tampan di salah satu meja restoran tersebut dengan memakai seragam Sekolah.


Kemudian, Xylon berjalan menghampiri Gadis tersebut.


"Ngapain kesini?" tanya Gadis itu yang tak lain adalah Helena.


"Gak boleh?" Xylon malah bertanya balik


"Enggak, sanah!" ketus Helena sambil mengusir Xylon


"Jadi Lo ngusir gua?"


"Iya, habis meeting kan lo? sibuk kan? yaudah sanah, gua juga sibuk"


"Oh ya? sibuk pacaran?" ucap Xylon


Helena mengerutkan keningnya


'who is she?' batin Greisy sambil menatap ke arah Helena.


"Jangan gila deh, gua gak pacaran!" ujar Helena


"Terus ngapain sama dia?" tanya Xylon menunjuk laki-laki yang memakai seragam sekolah sama seperti Helena yang tak lain adalah Rasya.


"Ngerjain tugas OSIS, kenapa?


Xylon hanya ber oh ria.


Kemudian, ia melihat ke arah leher Helena yang terdapat kalung hadiah pemberiannya tadi malam dan Xylon pun tersenyum.


"Gua seneng Lo pake kalung yang gua kasih," ucap Xylon


'kalung?' batin Rasya lalu melihat ke arah leher Helena yang memang terdapat kalung berbentuk hati.


'apa mereka pacaran? eh tapi gak mungkin, dapetin hati Helena kan susah dan mereka juga sikapnya kayak bukan orang pacaran' Rasya kembali membatin.


"Hm" Helena hanya berdehem menanggapinya.


Xylon pun semakin mendekat pada Helena dan menyentuh liontin kalung itu dan membaliknya.


"Lo udah liat kalau ada tulisan X for H dibelakang liontin ini?" tanya Xylon


"Iya... udah, ngapain sih!" cetus Helena sambil menepis tangan Xylon dari liontinnya.


ia merasa canggung dan jantungnya berdegup kencang saat Xylon sangat dekat dengannya.


"Ya, dan singkatan dari X for H itu Xylon for Helena," ucap Xylon sambil menatap Rasya.


Seketika Rasya merasa kesal karena ia tahu bahwa Xylon sengaja memanas-manasinya.


"Helena, kita harus pergi dari sini soalnya kita harus balik lagi ke sekolah buat nyiapin acara besok, Lo udah kan makannya?" ujar Rasya


"Iya udah," sahut Helena


Kemudian Rasya segera membayar tagihan makan mereka dan hendak menggandeng tangan Helena.


Namun, Xylon segera menahan tangan Rasya.


"Jangan pernah sentuh Helena!" ucapnya


Rasya menepis tangan Xylon dan menatap Xylon dengan wajah yang menantang.


"Kenapa? memangnya Anda siapanya Helena?" ujar Rasya.


"Udahlah, Rasya ayo katanya harus balik lagi ke sekolah," ucap Helena sebelum kedua laki-laki itu ribut.


Setelah itu, Helena melangkahkan kakinya keluar dari restoran diikuti Rasya.


Xylon menatap kepergian mereka.


Kemudian Greisy hendak berbicara, tetapi Xylon segera pergi dari restoran itu juga dan tentu diikuti para anak buahnya.


Greisy langsung menampakkan ekspresi sedihnya karena terus diabaikan oleh Xylon.


'who was that girl really? why did Xylon look close to the girl earlier? (siapa gadis itu sebenarnya? kenapa Xylon terlihat dekat dengan gadis tadi?' batin Greisy


ia pun memanggil sang asisten dan dengan segera asisten Greisy langsung mendekatinya.


"Go find out about the girl that Xylon was chatting with earlier (cari tahu tentang gadis yang diajak ngobrol oleh Xylon tadi)" perintah Greisy


"I'm curious about that high school girl (Saya ingin tahu tentang gadis SMA itu)" sambungnya


"Ok Miss," sahut asisten Greisy


...****************...


di mobil, terlihat Helena dan Rasya sedang dalam perjalanan kembali ke sekolah.


"Sya, kata Lo anak-anak lain yang bakal ngurusin sisanya? harusnya kemarin aja selesain, jadi ngerjain berkali-kali kan," ucap Helena kesal.


"Gua takut Lo kecapean," ujar Rasya


"Ya gak lah, kemarin aja selesainya cuma sampe jam setengah tujuh, capek apanya" sahut Helena


"Yaudah terus gimana? Lo gak mau nih ngerjain tugas Lo sebagai wakil OSIS?"


"Ya gak gitu, gua cuma agak kesel, kenapa gak sekalian aja dari kemarin"


"Ya"


"masih marah?"


"enggak"


"masa?"


"iyaaaa"


"bener?"


"Eh Rasya lama-lama gua tampol ya?!" ujar Helena yang mengangkat tangannya bersiap untuk memukul Rasya.


Rasya pun terkekeh


"Yaudah maaf, maaf" ucapnya


Helena hanya bisa menghela nafasnya dan menatap ke arah depan.


tiba-tiba Rasya teringat dengan kalung yang Helena miliki.


"Itu.. beneran di kasih sama Xylon anaknya kepala sekolah kita?" tanya Rasya


"Apa?" tanya balik Helena


"Kalung Lo" jawab Rasya


"Oh.... iya, kenapa emangnya?"


"Hm.... dia... dia bukan pacar Lo kan?"


"Bukanlah"


Rasya manggut-manggut.


'berarti gua masih punya kesempatan untuk terus deketin Helena' batinnya


"Kenapa si emangnya?" tanya Helena


"Gapapa" jawab Rasya


"Oh"


Sesampainya di Sekolah, Helena dan Rasya langsung turun dari mobil dan berjalan berdampingan menuju ruang OSIS untuk rapat.


Selesai rapat, semua anggota OSIS menuju aula untuk mempersiapkan acara besok.


......................


Jam sudah menunjukkan pukul 5 Sore dan sudah waktunya pulang karena semua pekerjaan OSISnya hari ini sudah selesai.


seperti biasa Helena berjalan menuju parkiran.


tiba-tiba ia dikejutkan dengan motor yang melaju ke arahnya dengan kencang.


Helena menutup matanya, karena ia pikir dirinya akan tertabrak.


Namun, beberapa detik kemudian Helena tak kunjung ditabrak dan tidak merasakan apapun.


Kemudian, ia membuka matanya dan terlihat seorang pria di atas motor sport dengan memakai jaket hitam dan masih memakai helm. lalu orang tersebut membuka helmnya dan tampaklah seorang laki-laki tampan blasteran yang tersenyum pada Helena.


"Xylon? mau apa lagi?" ujar Helena


"jemput Lo," sahut Xylon santai


"haishh, Aren't you tired of being like this all the time? (haishh, apa kau tidak lelah seperti ini terus menerus?)"


"No and never will"


"But I'm the one who's tired because you keep coming like this (tapi akulah yang lelah karena kamu terus datang seperti ini)"


"Oh yes? I don't care, obviously I came to pick you up (Oh ya? aku gak peduli, jelas aku datang untuk jemput kamu)"


"But i bring my own car (tapi aku bawa mobil sendiri)"


"Just have someone take your car, easy isn't it? (Suruh saja seseorang mengambil mobil kamu, mudah bukan?)"


Helena menghela nafasnya kasar. ia sudah kalah debat dengan Xylon.


"Come on up (ayo naik)," ujar Xylon


'kalau gua nolak, pasti ni orang bakal cerewet, ah nyebelin banget sih Xylon' batin Helena


"Yaudah iya iya." sahut Helena dan langsung memakai helm yang sudah Xylon berikan sebelumnya.


Kemudian ia menaiki motor Xylon.


"udah?" tanya Xylon


"hm," jawab Helena dengan deheman.


Xylon pun langsung melajukan motornya meninggalkan sekolah.


di sisi lain, terlihat seorang gadis yang kesal melihat mereka.


"Awas aja lu Helena, gua bakal rebut Xylon" gumam gadis itu.