Sincerity

Sincerity
Gagal jemput



Sesampainya di Rodriguez internasional senior high school, Xylon turun dari mobilnya dan melihat Helena berjalan menuju parkiran bersama dengan teman-temannya.


Helena yang baru saja sampai di parkiran pun melihat Xylon berada di sana sehingga mata mereka saling bertemu.


"Oh my Gosh!!!! Xylon Rodriguez!" seru Acha dan Yena.


Helena menatap ke arah kedua sahabatnya itu dan merasa jengah dengan tingkah mereka mereka yang menurutnya Lebay.


Agnez kemudian menghampiri Xylon dan bertanya, "Koko? what are you doing here?" 


"Bukan urusan lo!" ketus Xylon lalu kembali melihat ke arah Helena.


Agnez pun penasaran, apa yang Xylon lihat.


"Helena?" gumamnya saat melihat bahwa Helena lah yang Xylon tatap.


Xylon pun menghampiri Helena yang masih terdiam di tempat dan tengah menatapnya.


"Mau ngapain?" tanya Helena


"Jemput Lo, ayo." jawab Xylon yang kemudian meraih tangan Helena.


"Wait, gua ada urusan," ujar Helena


"Urusan apa?" tanya Xylon


Baru saja Helena ingin menjawab, seorang siswa laki-laki memakai jaket hitam dengan membawa motor sport menghampiri mereka.


"Hel, ayo," ujarnya


Helena mengangguk


Kemudian Rasya hendak memakaikan Helena helm, namun Helena segera menahannya.


"Gua bisa pake sendiri." ucap Helena yang mengambil helm tersebut dari tangan Rasya.


'mamp*s di tolak' Xylon menatap Rasya sambil tersenyum meledek.


'kurangajar ni orang' batin Rasya yang menatap tajam Xylon.


'Ngeri' -Acha


'Fun' -Kim Yena


"Xylon sorry ya, gua ada urusan sama Rasya." ucap Helena meminta maaf pada Xylon, lalu naik ke motor Rasya.


Rasya pun segera melajukan motornya meninggalkan parkiran sekolah.


Xylon terdiam menatap kepergian mereka.


"Rasya is the head of the organization at our school and Helena is his representative, they are very close even though Helena is cold but many say if they have a relationship but Helena always avoids it, honestly they are very compatible right? (Rasya adalah ketua organisasi di sekolah kami dan Helena adalah wakilnya, mereka sangat dekat walaupun Helena dingin tapi banyak yang bilang kalau mereka punya hubungan tapi Helena selalu menghindar)," ucap Yena tiba-tiba pada Xylon


"And Rasya also once expressed her feelings for Helena, but Helena refused.  most men can't beat Helena's cold heart haha (dan Rasya juga pernah ngungkapin perasaannya kepada Helena, namun Helena menolak.  kebanyakan pria gak bisa ngalahin hati dingin Helena haha)" sambung Yena


"I didn't ask you and didn't want to know (Gue gak nanya dan gak pengen tau)." cetus Xylon yang kemudian pergi meninggalkan Acha dan Yena berdua.


Yena mematung mendengarnya, ada perasaan malu dan kesal dalam dirinya namun tidak bisa ia katakan. sementara Acha yang disamping Yena pun tertawa melihatnya.


"Why are you saying that anyway?  hahahahaha..." Acha terus saja tertawa.


"Shut up!!" ketus Yena yang kemudian meninggalkan Acha di sana dan langsung masuk ke dalam mobilnya.


"Yah ngambek," gumam Acha.


Sementara Agnez sudah dari tadi pergi. Ia terus membayangkan saat Xylon memegang tangan Helena.


"What relationship do they have?" gumamnya


"Gue yang bertahun-tahun kenal sama Xylon aja gak pernah di lirik sama dia, tapi Helena? Helena di pegang tangannya, akhhhh"


"Apa gue kurang cantik?"


Agnez terus saja bergumam.


Sejak lama Agnez telah mengenal dan menyukai Xylon. namun, Xylon tidak pernah peka dan peduli padanya.


Kemudian Agnez sampai dirumahnya dan segera masuk ke dalam.


Di ruang keluarga, Terlihat seorang laki-laki tengah duduk di sofa sambil memainkan handphonenya.


"Kak Eric, gak ngampus?" ujar Agnez.


Ya, laki-laki itu adalah Eric, Sahabat Xylon dan juga Denzel, kakak tiri Helena. Eric merupakan Kakak kandung Agnez. Oleh karena itu, Helena telah mengenal Agnez sejak lama dan menjadikannya Sahabat.


Eric menatap sang adik.


"Gak, lagi sakit," sahut Eric


Agnez hanya ber oh ria.


"Kak Eric," panggil Agnez


"Why?" tanya Eric


"Aku gak cantik ya?"


Eric mengerutkan keningnya karena merasa bingung dengan pertanyaan Agnez, tidak biasanya adiknya itu bertanya hal seperti ini.


"Tumben nanya gitu, kenapa emangnya?"


"Ih udahlah jawab aja, Aku cantik apa gak?"


"Cantik"


"Jangan bohong"


"Terserah, Lagian ngapain tiba-tiba nanya gitu?"


"Gapapa." ucap Agnez yang langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya.


Eric hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah random adiknya.


*****


Di suatu tempat, Helena dan Rasya tengah memesan keperluan untuk acara di sekolah pada hari Rabu Nanti.


"Hel, kayaknya udah semua, sisanya biar anak-anak yang urus," ujar Rasya


"Oke," sahut Helena


Setalah itu, mereka mengurus pembayarannya dan setelah itu kembali ke motor Rasya dan pergi dari tempat itu.


di perjalanan


"Helena, laper gak?" tanya Rasya


"Huh? Laper? Gak juga," jawab Helena


"Ke restoran dulu yuk, gue laper"


Mereka pun pergi menuju sebuah restoran. saat sudah sampai, Helena dan Rasya langsung mencari tempat duduk dan mulai memesan makanan.


Tiba-tiba ponsel Helena berdering karena Maminya menelepon.


Helena pun mengangkat telepon tersebut


...📞📞📞...


^^^"Halo mi?"^^^


"Kamu kemana?"


^^^"Itu, ada urusan itu OSIS, mom"^^^


"Oh gitu, yaudah"


^^^"Iya"^^^


...📞📞📞...


Sambungan telepon pun terputus.


"Siapa?" tanya Rasya


"Nyokap," jawab Helena singkat


Rasya manggut-manggut


"Oh iya, cowok tadi siapa si?" tanya Rasya kembali


"Yang mana?"


"Yang pake jas, yang megang tangan lu tadi," jelas Rasya


"Oh, serius Lo gak tau?" Bukannya menjawab, Helena malah bertanya balik.


"Tau, Xylon Rodriguez"


"Ngapain masih nanya?"


"Maksudnya ada hubungan apa Lo sama dia?" tanya Rasya


"Gak ada," jawab Helena


"Serius? gue kurang percaya soalnya.. Ya Lo kayak udah Deket sama dia aja gitu dan gua liat sebelumnya dia megang-megang tangan lu, lu juga gak marah," ucap Rasya Ragu


"Oh ya? dan gua gak peduli Lo percaya apa gak, yang jelas gue udah kasih tau kalau gue sama Xylon gak ada hubungan apa-apa," tegas Helena


"Oke oke, santai Nona!!"


"Ya Lo nya ngeselin"


"Sorry hehe"


Kemudian, pesanan mereka pun datang dan Helena maupun Rasya segera menyantap makanannya itu.


Setelah selesai makan, Rasya segera mengantarkan Helena pulang karena sebelumnya mobil Helena telah di bawa pulang oleh orang suruhannya.


"Thanks udah anterin," ucap Helena


"Iya sama-sama" sahut Rasya tersenyum.


"Oh ya, besok gua jemput boleh?" Sambungnya yang bertanya pada Helena.


"Gak, gak usah repot-repot," ucap Helena


"Oke, kalau gitu gua pamit," tutur Rasya


"Ya, hati-hati Sya"


"Iya, Bye"


"Hm"


Setelah Rasya pergi, Helena pun masuk ke dalam rumahnya dan melihat seseorang yang tengah mengobrol dengan Papinya di ruang tamu.


"XYLON???" teriak Helena terkejut karena Xylonlah yang tengah mengobrol dengan Adelard, papinya.


Xylon tersenyum miring sambil menatap Helena.


"Eh Helena kamu udah pulang," ujar Adelard


"Iya, yaudah Helena ke atas dulu ya Pi," ucap Helena


Adelard mengangguk. kemudian, Helena pun segera pergi ke kamarnya.


di dalam kamar


Helena mengecek handphonenya dan melihat notif pesan dari Xylon.


...Xylon...


| Jangan lupa turun lagi


06.32 PM


^^^| Gak mau^^^


^^^06.33 PM^^^


| Yaudah gua yang ke atas


06.33 PM


^^^| Gak sopan^^^


^^^| Iya gua turun^^^


^^^| Nyusahin Lo^^^


^^^06.33 PM^^^


| Bagus sayang


06.34 PM


^^^| dih^^^


^^^| Jangan bikin gua jijik deh^^^


^^^06.34 PM^^^


Helena pun meletakkan handphonenya dan segera pergi membersihkan diri.


Setelah itu ia turun untuk menemui Xylon di lantai bawah.