
Sementara di Perusahaan XRueZ Group, tepatnya di ruangan CEO, Xylon tengah memandangi foto Helena di ponselnya.
Ia mengingat momen-momen bersama Helena sambil tersenyum-senyum.
"I miss you Helena," gumamnya.
Tok tok tok
tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
"Masuk!" perintah Xylon
Pintu pun terbuka dan terlihatlah seorang pria berusia sekitar 25 tahun masuk ke dalam ruangan Xylon dan menghampiri meja Xylon.
"Tuan, saya mendapatkan informasi tentang perusahaan BLee Corp," ucap pria tersebut yang tak lain adalah Gavin.
"Perusahaan BLee Corp sedang berusaha menjatuhkan nama perusahaan kita, tuan!" sambung Gavin yang langsung pada intinya.
Kemudian, ia menyerahkan ponselnya dan memperlihatkan sesuatu pada Xylon.
Disana terlihat beberapa artikel tentang perusahaan XRueZ dan informasi dari anak buah Xylon.
Ada rumor tentang dimana Xylon yang mencoba melecehkan atau memerk*sa beberapa Gadis.
Lalu terlihat beberapa foto Xylon yang keluar dari bar dan Club, juga terdapat foto-foto Xylon sedang bersama gadis yang berbeda-beda di setiap gambarnya.
Xylon tersenyum smirk
"Mereka kurang cerdas mainnya," ucapnya.
"Tuan benar, mereka malah akan menjatuhkan diri sendiri." timpal Gavin yang kemudian tertawa kecil.
"Lalu apa informasi selanjutnya?" tanya Xylon
"Informasi selanjutnya adalah tentang Putra kedua Dalen Bailey, putra kedua Dalen Bailey adalah siswa dari Rodriguez Internasional senior high school, tuan," jawab Gavin.
"APA??"
"Benar tuan, Pak Dev dan anak buah kita yang lainnya sedang mengawasi Dalen Bailey dan putra keduanya"
"Kenapa papa gak cerita tentang putra kedua Dalen Bailey yang sekolah disana?" gumam Xylon yang bertanya-tanya tentang sebab papanya tidak memberitahukan hal penting ini padanya.
'gua harus tanya papa soal ini' batin Xylon.
"Dengar Sekretaris Gavin! Kita gak perlu mengawasi Dalen Bailey, awasi saja anak-anaknya terutama putranya yang pertama dan kedua!" ujar Xylon.
"Baik tuan," sahut Gavin
"Tapi tuan, sepertinya mereka juga sudah tahu tentang kedekatan anda dengan nona Helena. dan Kemungkinan mereka akan menargetkan nona Helena sebagai ancaman nanti, karena seperti yang tuan tahu bahwa keluarga Bailey sangat licik," sambungnya
"Kalau begitu, suruh beberapa orang kita untuk jaga Helena!" perintah Xylon
"Tapi tuan, sepertinya tuan Adelard sudah menempatkan bodyguard untuk menjaga anak-anaknya," tutur Gavin
"Kerjakan saja perintah saya!" seru Xylon
"Baik tuan," sahut Gavin
"Oh ya tuan, ada satu informasi lagi!" sambungnya.
"Apa?" tanya Xylon
"Nyonya Jefferson alias istri dari tuan Roy Jefferson adalah adik kandung Dalen Bailey, itu artinya bisa jadi perusahaan Jeffer Group sengaja bekerja sama dengan perusahaan kita dan mungkin saja ini salah satu rencana mereka, tuan," tutur Gavin
"Baik, amankan bagian finansial dan cari tahu sedetail mungkin tentang Roy Jefferson!" ujar Xylon.
Padahal sebelumnya, ia pernah menyuruh Dev untuk mencari tahu tentang Roy Jefferson hanya untuk mengetahui lebih banyak tentang Helena. Namun, sekarang ia lebih waspada karena apa yang di katakan oleh sekretarisnya ada benarnya juga, meskipun Xylon tidak yakin jika Roy akan melakukan hal itu.
"Baik tuan, kalau begitu saya pamit untuk melanjutkan pekerjaan," ucap Gavin yang di jawab anggukan oleh Xylon.
Gavin keluar dari ruangan tersebut bersamaan dengan suara dering ponsel Xylon.
Terlihat nama Greisy yang memanggil. Xylon pun mengangkat teleponnya.
...📞📞📞...
"Halo?"
"Hm"
"Are you okay?"
"Yes, you don't worry"
"okay, actually I'm just making small talk haha (oke, sebenarnya aku hanya berbasa-basi haha)"
"I started to think, are you really my friend? (Aku mulai berpikir, apakah kamu benar-benar temanku?)"
"Hahahahaha never mind, I'm kidding. But I'm not really worried because I'm sure you can handle it (Hahahahaha sudahlah, aku bercanda. Tapi aku tidak terlalu khawatir karena aku yakin kamu bisa mengatasinya)"
"Hm, so why did you call me?"
"I just wanted to tell you about Helena"
"Helena?What's wrong with Helena? Is she hurt? Did something happen? What happened to her? Quickly explain Greisy!! (Helena? Ada apa dengan Helena? Apa dia terluka? Apa terjadi sesuatu? Apa yang terjadi padanya? Cepat jelaskan Greisy!!)"
"Are you crazy? Nothing happened to Helena, you calm down! (Kamu gila? Tidak ada yang terjadi pada Helena, kamu tenang!)"
Xylon bernafas lega
"Thank God, then what's wrong with Helena? Say it quickly! (Syukurlah, lalu ada apa dengan Helena? Katakan dengan cepat!)"
Greisy mulai menceritakan tentang pertemuannya dengan Helena pada Xylon.
Setelah Greisy selesai menceritakan itu, Xylon langsung tersenyum, wajahnya begitu bahagia seakan semua masalahnya sudah hilang.
"Helena is not a stupid and jealous girl, she is actually a wise girl and you are very right about her, No wonder you love that girl so much. your choice is right (Helena bukan gadis bodoh dan pencemburu, dia sebenarnya gadis yang bijaksana dan kamu sangat benar tentang dia, Tidak heran kamu sangat mencintai gadis itu. pilihanmu benar)"
"Of course, thank you Greisy"
"Yes, you're welcome"
"You are also a good girl, hurry up and find the right man for you (Kamu juga gadis yang baik, cepatlah dan temukan pria yang tepat untukmu)"
"No, I don't want to chase men anymore. I just want to be like Helena who is loved by a man who really loves her (Tidak, aku tidak ingin mengejar laki-laki lagi. Aku hanya ingin seperti Helena yang dicintai oleh seorang pria yang sangat mencintainya)"
"Be yourself, you will be special in the eyes of the right man who really loves you (Jadilah dirimu sendiri, kamu akan istimewa di mata pria yang tepat yang sangat mencintaimu)"
mendengar itu, Greisy terkekeh dan membuat Xylon merasa bingung.
"Why? Why are you laughing? Is there something funny about what I said? (Mengapa? Mengapa kamu tertawa? Apakah ada yang lucu dengan apa yang aku katakan?)"
"No. It's just that I remember that Helena also said to me like what you said just now, exactly what she said. I hope you guys are really matched (Tidak. Hanya saja Aku ingat bahwa Helena juga mengatakan kepada aku seperti apa yang kamu katakan tadi, persis apa yang dia katakan. Aku harap kalian benar-benar cocok)"
"I hope so. By the way thank you for always helping me"
"Relax, we're friends so it's only natural that we help each other (Tenang, kita ini teman jadi wajar jika kita saling membantu)"
"Hm, You're right"
"Hey, why are you suddenly not cold and talkative? is it because we're talking about Helena? hahahahaha (Hei, kenapa kamu tiba-tiba tidak dingin dan banyak bicara? apakah karena kita sedang membicarakan Helena? hahahahaha )"
"I don't know, I will hang up because I have to continue my work (aku tidak tahu, aku akan menutup telepon karena aku harus melanjutkan pekerjaan aku)."
"Alright, don't forget about our company cooperation."
"Yes, all right. Can I hang up Miss Greisy?"
"Hahahaha yes, you can"
...📞📞📞...
Xylon pun mematikan sambungan teleponnya dan kembali mengingat apa yang Greisy ceritakan tadi.
'Itu artinya gua udah bisa ketemu sama Helena' batinnya
To be continued
Hello readers, mohon supportnya untuk novel aku ya.. yuk klik likenya sekarang. jangan lupa Votenya..
thankyou so much buat yang udah like dan baca novelku teruss!!
Sukses selalu buat kalian!!