
...Hello readers, mohon supportnya untuk novel aku ya.. yuk klik likenya sekarang. jangan lupa Votenya dan save sbg favorit!!...
...thankyou so much buat yang udah like dan baca novelku teruss!!...
...Sukses selalu buat kalian!!...
...Happy reading...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rodriguez Internasional senior high school
"Hey you! why lately you seem closer to Rasya? (Hei you! kenapa akhir-akhir ini lo keliatan lebih deket sama Rasya?)" ujar Yena menepuk pundak Helena lalu merangkulnya.
"Are you and Rasya dating?" timpal Acha yang ikut bergabung menginterogasi Helena.
Sementara Helena, ia hanya menaikkan bahunya tak acuh.
"Gak sopan," kesal Acha yang melihat Helena seperti itu.
Helena tersenyum menatap kedua sahabatnya lalu berkata, "Just ask Rasya, will He and I be dating or not (tanyain aja ke Rasya, apa dia and gue akan dating atau gak)"
"Oke," sahut Yena
"Arkan!!!" seru Acha yang malah memanggil Arkan, orang yang dirumorkan menyukainya.
Helena dan Yena saling memandang. Mereka merasa bingung, Helena menyuruhnya bertanya pada Rasya, tapi kenapa Arkan yang dipanggil?
"Why you did call Arkan?" ujar Helena dan Yena bersamaan.
"Ssssttt!" Acha menempelkan jari telunjuknya di bibir kedua sahabatnya itu.
"I just want to pay off the debt to Arkan (gue cuma mau ngelunasin hutang ke Arkan)," ucapnya.
Helena maupun Yena melongo mendengarnya.
"Did you become so poor that you had to borrow money from Arkan? (apa lo jadi miskin banget sampe-sampe lo harus minjem uang dari Arkan?)" ujar Yena.
"That's right, anyways.. You still have me, Yena and Agnez. Why did you borrow the money from Arkan anyway? (bener tuh, anyways.. lo masih punya gue, Yena dan Agnez. Kenapa lo minjem uang dari Arkan?)," timpal Helena.
"Hishh!! It is not like that!!! I..." ucapan Acha terhenti saat Arkan datang menghampiri Acha dan lebih terkejutnya lagi, Rasya juga ikut dengan Arkan.
"Why?" tanya Arkan saat posisinya sudah berada di samping Acha.
Acha membalikkan badannya menghadap Arkan.
"Nih," Acha menyerahkan uang 5 lembar 100 ribuan pada Arkan.
"What's this?"
"Pay debt (Bayar hutang)"
"You don't have to pay (lo gak perlu bayar)"
"I'll still pay, so don't argue! take your money (gue bakal tetap bayar, jadi jangan ngebantah! ambil duit lo)"
"Huh, Oke." Arkan menerima uang tersebut lalu memasukkannya ke dalam kantong.
"But when we get home from school, I'll make you owe again (Tapi pas kita pulang dari sekolah, gue bakal bikin lo ngutang lagi)," lanjutnya sembari mengedipkan sebelah matanya.
"Ishh," Acha hendak memukul Arkan. Namun, dengan cepat laki-laki itu menghindar dan sedikit berlari untuk kembali ke mejanya.
"Arkan crazy," kesal Acha
Helena dan Yena tertawa bersama melihatnya.
"You guys too! Do not laugh! (Kalian juga! Jangan tertawa!)" ujar Acha pada kedua sahabatnya yang masih menertawakan dirinya.
Kemudian, Acha beralih menatap Rasya dan bertanya, "You! why here? (lo! kenapa di sini?)"
"I just want to talk to Helena (gue cuma mau ngomong sama Helena)," jawab Rasya.
Acha hanya ber oh ria.
"Hel, Tonight I have a surprise for you," ujar Rasya pada Helena.
"Really?" tanya Helena memastikan.
"Ya," sahut Rasya tersenyum manis.
"Sabar, Lo kan masih bocil Yen!" -Author
"Gue tandain lu thor!" -Yena
"Awas aja kalo gue gak dapet jodoh disini, gue bikin novel sendiri" -Yena
"Silahkan, w tidak melarang. Bye sj!" -Author
...Skip skip skip...
Setelah mengatakan hal itu dengan Helena, Rasya kembali ke tempat duduknya karena bel sebentar lagi berbunyi.
"Cie mau diajak dating," goda Acha
"Shut up!" cetus Helena
"Ah, I also want to date but with Kim Seokjin (Ah, gue juga mau ngedate tapi sama Kim Seokjin)" ucap Yena.
"Bodoamat," ketus Helena.
"Jahat!" kesal Yena memanyunkan bibirnya.
Acha terkekeh
"Oh ya Cha, Why are you in debt to Arkan?(Oh ya Cha, kenapa lo ngutang ke Arkan?" tanya Helena pada Acha.
"So this is it, since yesterday Arkan always asked me out. Then yesterday, he took me to dinner with him but he forced him to pay for it. Since I'm a good person, I ended up paying for yesterday's one. (Jadi begini, dari kemarin Arkan selalu ngajak gue dating. terus kemarin, dia ngajak gue makan malam sama dia tapi dia maksa buat bayarnya. Karena gue orang baik, akhirnya gue bayar buat yang kemarin)" jelas Acha.
"Cieee....." goda Helena dan Yena
"Ihhh, you guys are annoying like Arkan! (Ihhh, kalian nyebelin kayak Arkan!)" kesal Acha.
Helena dan Yena pun kembali tertawa.
"Hey Helena! You're always being coerced by Xylon too aren't you? (Hei Helena! lo juga selalu dipaksa sama Xylon bukan?)" ujar Acha menatap Helena.
"Y-yes, but... ah why are you the one who always takes revenge anyway! (Y-ya, tapi... ah kenapa sih lo yang selalu balas dendam!)" kesal Helena. Seperti biasa, Acha selalu bisa mencari celah untuk membalikkan ucapan Helena.
Acha tertawa
"Feel it! don't like being teased, do you?Hahaha (rasain tuh! nggak suka digoda kan? Hahaha)" ucapnya yang masih tertawa.
Helena hanya bisa menatap sahabatnya itu dengan kesal.
"Then where is Rasya going? (terus kemana Rasya pergi?)" tanya Yena sembari menaik turunkan alisnya.
"For sure to Helena's heart too Hahahahahahahahaha (Pasti ke hati Helena juga Hahahahahahahahaha)." ujar Acha yang terus tertawa.
Helena menatap ke arah Rasya, takut laki-laki itu mendengar.
Rasya juga menatap ke arah Helena lalu tersenyum. Helena yang melihat itu malah tersenyum kikuk lalu menatap tajam kedua sahabatnya dan langsung menjitak mereka.
"Awhh, are you crazy?" ujar Yena sembari mengusap-usap kepalanya yang terkena jitakan Helena, begitupun Acha.
"Helena is going crazy from being busy choosing between Xylon or Rasya (Helena jadi gila karena sibuk milih antara Xylon atau Rasya)" ucap Acha yang tidak ada kapoknya menggoda Helena.
"You two have gone mad! (Kalian berdua udah gila!)" kesal Helena.
Yena dan Acha masih tertawa. Tetapi Helena, ia melihat ke arah tempat duduk sahabatnya satu lagi yang sejak tadi tidak ikut mengobrol dan bercanda dengan mereka. siapa lagi kalau bukan Agnez. tempat duduk Agnez cukup jauh dengan meja Helena, tetapi ia masih bisa melihat Agnez yang sejak tadi hanya bermain handphone dan tidak memedulikan sekitar.
Melihat hal itu, tatapan Helena menjadi sendu lalu berkata dalam hatinya, 'Kenapa lu berubah sih? padahal sebelumnya lu gak gini Nez'
Menyadari hal itu, Acha dan Yena langsung terdiam dan ikut melihat ke arah Agnez. Setelah itu, tatapan mereka kembali beralih pada Helena.
"Why hasn't Agnez been talking to us since earlier? (Kenapa Agnez gak ngomong sama kita dari tadi?)" tanya Acha pada Helena dan Yena.
"If I had known, I would have told you straight away! (kalau gue tau, gue bakal langsung ngasih tau lo!)" ketus Yena.
"Then you Helena? do you know?" ujar Acha beralih pada Helena.
"I don't know," sahut Helena
To be continued
Chapter ini agak prik ya guys haha, habisnya author agak puyeng jg klo yg serius² bgt, soalnya author orangnya suka bercanda hehe