Sincerity

Sincerity
Terpaksa berteman



...Hello readers, mohon supportnya untuk novel aku ya.. yuk klik likenya sekarang. jangan lupa Votenya dan save sbg favorit!!...


...thankyou so much buat yang udah like dan baca novelku teruss!!...


...Sukses selalu buat kalian!!...


...Happy reading...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bel berbunyi tanda kelas hari ini selesai dan waktunya pulang.


Helena beserta Kedua sahabatnya itu langsung membereskan tasnya dan bersiap untuk pulang.


Di parkiran sekolah, Helena melihat Agnez dari kejauhan memasuki mobil Xylon.


Ada rasa sedikit cemburu saat melihatnya, Ingat ya! SEDIKIT!


Tapi Helena sadar, itu semua rencananya meskipun ia memang merasa bahwa dirinya juga merindukan Xylon.


'Huh, gara-gara Agnez sama Rasya gue jadi harus nahan rindu' batin Helena sembari menghela nafas berat.


"Are you jealous of Agnez? (Apakah kamu cemburu pada Agnez?)" ujar Acha yang menyadarkan lamunan Helena.


"Apaan sih haha, ya gaklah. Mana ada gua cemburu," sahut Helena mengelak.


"Oh ya? Tapi Lo sadar gak sih, akhir-akhir ini tuh si Agnez lagi deket sama Xylon Rodriguez, Iri deh"


"Udahlah, skip. Lagian juga gua gak peduli dia mau deket sama siapapun, hak dia jugakan"


"Iya sih, yaudahlah gua cabut duluan"


"Eh eh tunggu!! Gue nebeng hehe." Helena Manahan tangan Acha dan meminta tebengan pada sahabatnya itu.


"Lah? Gak bawa mobil?" tanya Acha melihat sekitar parkiran untuk mencari keberadaan mobil Helena.


"Engga, tadikan gua bareng Rasya ke sekolahnya," jawab Helena jujur.


"Rasya?"


"Iya, boleh gak? Kalau gak, gua bareng Yena aja"


"Boleh, Yena juga nebeng Ama gue"


"Asik, ke cafe dulu ya? Gue traktir!" ajak Helena


"Gas!! Buruan ayok." Yena langsung melangkahkan kakinya menuju mobil Acha.


"Tuh anak kalau denger mau ditraktir langsung happy," ucap Helena menggelengkan kepalanya melihat tingkah Yena.


"Namanya juga gratisan, gua juga nih langsung semangat, dah yok buruan! Gua mau bikin Lo bangkrut," canda Acha lalu berjalan menuju mobilnya.


"Dasar," gumam Helena


...*******...


Cafe


Helena, Acha dan Yena, langsung memesan makanan serta minuman di cafe tersebut.


Kemudian, pandangan Helena beralih melihat dua orang yang ia kenal juga berada di cafe ini.


Ya, kedua orang itu adalah Xylon dan Agnez.


'Yahahahah gembel diajaknya di cafe kayak gini doang' batin Helena.


Ada apa dengannya? Apa dia sedang merasa cemburu saat ini? Ingat Hel, itu semua adalah rencanamu!


"Eh, itu kok Xylon sama Agnez disini juga? pacaran mereka?" ujar Yena.


"Gak tau," ketus Helena


"Lah kok kek orang cemburu sih mbak?" ucap Yena.


"Gak ya!!!"


"Masa?"


"Gue cancel aja nih traktirannya?"


"Jangan weh! udah dipesen masa dicancel, gak punya hati lu!" ujar Acha


"Lagian ni orang nyebelin," ucap Helena menunjuk Yena.


"Lagian lu demen banget gituin orang, awas aja kalau lu deket sama siapa gitu misalnya, gue bales!" sahut Helena.


"Yeyeyeyeyeyeye." Yena malah semakin menjadi dan semakin menjahili Helena.


Sementara Helena, ia sudah tidak tahu lagi bagaimana menghadapi sikap sahabatnya yang satu ini. Jadi ia tidak memedulikannya.


Pesanan merekapun tiba lalu mereka bertiga langsung menikmatinya.


Saat tengah menikmati makanan dan minuman mereka, tiba-tiba sebuah suara memanggil ketiga gadis tersebut.


"Helena! Acha! Yena!"


Ketiga gadis itupun menoleh ke arah sumber suara tersebut.


"Agnez?" ujar ketiganya serempak.


Agnez dengan senyum bangganya mendekati Helena, Acha dan Yena bersama Xylon yang tengah digandengnya.


Agnez sengaja melakukan hal itu untuk menyombongkan dirinya pada ketiga temannya itu.


Sementara pengunjung wanita cafe lainnya, sejak awal kedatangan Xylon dan Agnez di cafe tersebut merasa iri dengan Agnez yang bersama dengan Xylon.


"Ternyata Lo masih inget sama kita," sindir Yena


"Hahaha sorry guys, habisnya dari kemarin Ko Xylon ngajak gue jalan mulu." ucap Agnez sombong dengan tangan yang bergelayut manja di lengan Xylon.


'Hih, Lo bisa jalan sama Xylon juga karena gue' batin Helena dengan bersikap pura-pura biasa saja padahal ia ingin secepatnya drama ini selesai.


Xylon menatap wajah Helena yang sepertinya gadis itu tengah kesal. 'Aneh, dia yang maksa buat turutin rencananya, dia yang kesel sendiri' ucapnya dalam hati.


"Oh ya Helena, gimana Lo sama Rasya? Kayaknya akhir-akhir ini kalian lagi deket banget kayak orang pacaran," ujar Agnez pada Helena.


"Oh iya dong, karena sebentar lagi gue bakal seneng-seneng sama dia." sahut Helena melirik Xylon sekilas lalu kembali Menatap Agnez.


Xylon membuang muka dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Ayo Agnez," ujar Xylon pada Agnez.


Sejujurnya ia tidak nyaman dengan tatapan pengunjung cafe lainnya terutama para gadis yang berada di sana.


"Duluan ya guys!" ucap Agnez pada Helena, Yena dan Acha.


"Dih gak jelas cuma mau pamer doang," ucap Acha saat Agnez dan Xylon sudah keluar dari restoran.


"Menggelikan," umpat Yena yang merasa geli melihat sikap Agnez.


"Kok kalian bilang gitu?" tanya Helena yang tentu saja mendengar umpatan kedua sahabatnya.


"Jijik gue liatnya sok manja gitu, hih," jawab Yena.


"Au tuh, lagian seblumnya Xylon deket sama Lo, terus tiba-tiba jadi sama Agnez, PHPin Lo dong berarti!" ujar Acha pada Helena


"Tapi Agnez duluan kok yang kenal Xylon," sahut Helena.


"Biarpun dia duluan yang deket, Xylon keliatan lebih suka sama lu deh," ujar Yena yang ikut kesal dengan Agnez.


"Ya-yaudahlah, biarin aja gua gak mau ambil pusing. Lagian Agnez bestie kita lho," ucap Helena.


"Bestie apanya, dari dulu gua gak suka sama dia, tapi karena Lo aja yang sering ajak tu orang," sahut Acha yang makin kesal. Pasalnya, Acha dan Yena memang tidak menyukai sifat Sombong, iri dan kasar Agnez sejak mereka berteman.


Mereka berteman hanya terpaksa, itupun Helena yang meminta. Sebab, saat itu tidak ada yang mau berteman dengan Agnez kecuali Helena. Oleh karena itu, Yena dan Acha pun harus menerima Agnez sebagai teman mereka.


"Nah true, kalau kita bertiga kan udah kenal lama dari SMP dan gak pernah berantem. Tapi pas Agnez dateng, dia suka seenaknya," timpal Yena membenarkan ucapan Acha.


"Yaudah biarin, sekarang abisin aja makanannya, habis itu kita pulang," ujar Helena yang tidak ingin kedua sahabatnya itu melanjutkan pembicaraan tentang Agnez.


"Eh iya, gue lupa nanya ke Rasya." ucap Yena lalu menepuk jidatnya.


"Nanya apaan?" tanya Helena dan Acha bersamaan.


"Helena sama Rasya pacaran atau gak," jawab Yena.


"Ih gue kira apaan, nih ya gue kasih tau! Gue sama Rasya itu gak pacaran!" ujar Helena


"Tapi, masa iya dari dulu deket gak ada rasa-rasa cinta sih?" ucap Acha.


"Nah makanya, gua juga ngerasa gitu, boong kali lu hel! Soalnya gue yakin lu masih Straight," timpal Yena.


"Ih serah kalian lah." cetus Helena cuek lalu meminum minumannya.