
Baru saja Bella ingin mengambil ponselnya yang berada di tas, Helena segera menahannya.
"Wait, next time aja deh ke Singaporenya," ujar Helena
"Lho kenapa?" tanya Bella
"Males aja, besok sekolah," jawab Helena berbohong, ia tidak mau kalau Bella bersedih.
"Ohhhh, oke"
"Ya, kasih tau Vio sama Tasya kalau kita gak jadi ke Singaporenya." ujar Helena pada Alya sambil menyalakan mesin mobilnya dan memakai seatbelt.
"Oke." sahut Alya yang langsung mengirim pesan pada Vio bahwa mereka membatalkan rencana ke Singapore.
Helena pun melajukan mobilnya meninggalkan parkiran mall.
diperjalanan
"Sorry banget, gara-gara gue ya pasti gak jadi ke Singaporenya?" ujar Bella
"Enggak kok bel, gua juga baru inget kalau duit gue minggu ini gak cukup buat ke Singapore traktir kalian," sahut Helena yang lagi-lagi mencari alasan dan berbohong. Sebenarnya bisa saja ia meminta uang pada mami atau papinya, tetapi ia hanya mencari alasan saja Agar Bella tidak terus menyalahkan dirinya sendiri.
"ihhh tapi gue tetep gak enak," Kata Bella
"Bella, jangan gitu bel.. Lo mah ishh gak enak mulu," ucap Helena
"Tau nih Bella," timpal Alya
"Ih tapi gue.." belum sempat Arabella selesai berbicara, Helena langsung menyelanya.
"Udah diem deh, gue lagi nyetir," ujar Helena
"Oke gue diem," sahut Arabella yang langsung menutup rapat mulutnya.
Mereka bertiga pun saling diam karena memang tidak ada topik untuk dibicarakan.
"Eh? itukan XRueZ Group" gumam Helena
"Huh? apa?" ujar Alya dan Bella karena memang tidak terlalu jelas mendengar gumaman Helena.
"Itu, XRueZ Group di depan" ucap Helena sambil menunjuk ke arah depan dengan menggunakan dagunya.
Alya dan Bella langsung melihat ke arah depan dan melihat gedung kantor pusat perusahaan XRueZ Group di sisi kiri.
"Ohhh," Alya hanya ber oh ria
"Lu pengen ketemu Xylon?" tanya Bella
"Ya gak lah, ngapain amat," jawab Helena cuek
"Ah masaaaa????, eh itu Xylon" ujar Alya menunjuk Gedung XRueZ Group saat posisi mobil mereka berada tepat di depan gedung tersebut.
"Mana?" tanya Helena menengok ke arah kiri.
"Itu tuh." Alya terus menunjuk ke arah pintu masuk Perusahaan itu.
"Oh iya" ucap Helena
"Cieeeee, nama Xylon di sebut langsung nyariin," goda Bella
"Gak ya, gue cuma pengen tau," ucap Helena. Namun matanya masih melirik ke arah Xylon dari jauh.
Saat itu jalanan sedang macet, jadi Helena bisa melihat Xylon cukup lama.
"eh tapi itu... dia sama cewek, siapa?" ujar Bella
"iya, maybe the employee" ucap Alya
"bukan, itu cewek yang gua ceritain tadi" sahut Helena
"Oh ya?" tanya Alya memastikan
"hm" jawab Helena dengan deheman.
"tapi kayaknya mereka biasa aja deh, vibesnya kayak bukan orang pacaran" tutur Bella
Helena tidak menghiraukan ucapan Bella, ia hanya fokus dengan jalanan yang sudah tidak macet.
"mereka pisah mobil tuh" ucap Bella saat mobil mereka sudah melewati perusahaan tersebut. namun ia masih bisa melihat Xylon dan Gadis tadi.
"bodoamat, gak peduli" cetus Helena
Alya tertawa mendengarnya, ia tahu jika sahabatnya itu sedang kesal karena cemburu.
"Lo kalau jealous, bilang aja" ujar Alya
"gak, ngapain gua cemburu? gua aja bukan siapa-siapanya dia" sahut Helena mengelak
Alya hanya ber oh ria
...----------------...
Selesai mengantar Bella, Helena hendak mengantarkan Alya juga ke kediamannya. Namun ia berniat tidak jadi membatalkan rencananya ke Singapore hari ini.
"tadi katanya enggak" ucap Alya
"tadi gua kasian sama Bella, kalau kita pergi terus ngeliat instastory salah satu dari kita di sosmed, gimana? gua tau dia tuh pengen banget ikut, tapi di larang sama nyokapnya" tutur Helena
"iya juga sih, terus ini mau berdua doang?"
"iya, tapi lu jangan kasih tau yang lain. gua bosen tau di rumah, keluarga gua pada sibuk sama urusannya masing-masing, lah gua doang yang gabut di rumah"
"ayo aja sih gua mah, asal di traktir"
"iyaaa, kalau itu kan gua udah bilang"
"Sip sip"
"yaudah pesen tiket pesawatnya" perintah Helena karena saat ini ia sedang menyetir.
"Oke" sahut Alya yang langsung membuka aplikasi ******** di handphonenya untuk memesan dua tiket pesawat.
Sesampainya di Singapore, Helena dan Alya pergi ke Universal Studios Singapore dan Singapore Flyer, hanya dua tempat itu saja karena tidak ingin berlama-lama di Singapore.
"Lo gapapa gue ajak begini? besok sekolah, takutnya Lo capek, sorry ya" ucap Helena dengan wajah sedikit sedih dan menyesal karena merasa tidak enak dengan Alya.
"gak kok, gua seneng malah, keluarga gue kan lagi pergi ke rumah saudara gue dan mereka nginep, besok baru pulang, jadi gua sendirian di rumah. gue gak ikut karena mau hangout sama kalian kan" tutur Alya.
Helena hanya manggut-manggut menanggapi ucapan Alya.
"eh gua mau ke sana" ucap Helena menunjuk sebuah Gedung yang bertuliskan XYlina.
"lah, pas di Jakarta kenapa diem aja?" ujar Alya
Helena hanya menyengir
mereka pun masuk ke tempat dimana semua berisikan brand favorit Helena.
Helena pun memilih-milih pakaian, tas dan make up. ia membeli itu bukan hanya untuk dirinya sendiri saja, tetapi untuk membelikan oleh-oleh pada Laura dan Shelly.
"Lo gak mau?" tanya Helena
"gak ah, tadi di Jakarta kan udah" jawab Alya
Saat selesai membayar, Helena hendak berbalik dan malah tidak sengaja menabrak seorang wanita.
Brukk
"So-Sorry" ucap Helena
"haha, it's oke... be careful next time" sahut wanita tersebut sembari tersenyum.
"Then I'll excuse myself (Kalau begitu saya permisi)" ucap Helena sambil tersenyum canggung dan hendak menghampiri Alya.
"Wait" seru orang tadi saat Helena ingin melangkahkan kakinya.
"I think I've seen you ((Saya pikir saya pernah melihat Anda)" ucap wanita itu sambil menatap wajah Helena dan mengingat-ingat sesuatu.
"oh hahaha, maybe you're wrong and maybe it's just your feelings (oh hahaha, mungkin kamu salah dan mungkin itu hanya perasaanmu saja)" tutur Helena
"ahhh yeah, sorry for interrupting your time (ahhh ya, maaf mengganggu waktumu)"
"ya, no problem"
Helena pun menghampiri Alya dan mereka segera pergi meninggalkan tempat itu.
Kemudian mereka segera pergi ke bandara menaiki taxi karena memang sudah malam.
"OH MY GOD!!!" teriak Helena membuat Alya dan supir taxi terkejut.
"what's wrong lady? Is there any problem? (ada apa nona? Apakah ada masalah?)" tanya supir taxi.
"iya Helena, Lo ngagetin aja" timpal Alya
"That one was the CEO of the XYlina brand (Yang itu adalah CEO brand XYlina)" ucap Helena
"Who?" tanya Alya
"The person who accidentally collided with me earlier, you saw it didn't you? (orang yang secara gak sengaja tabrakan sama gue sebelumnya, lo ngeliat bukan?)" tutur Helena.
"Seriously, you surprised me and the driver for just that?" ujar Alya
Helena hanya cengengesan, sementara supir taxi hanya menggelengkan kepalanya.
"Tapi Ya, gua gak sempet foto huwaaaaa gua baru nyadar pas kita udah jalan ishh" ucap Helena sambil menggoyangkan-goyangkan lengan Alya.
"Terus gimana? mau balik lagi?"
"Ya gaklah, cuma gua nyesel aja kenapa baru inget kalau dia tuh CEOnya brand XYlina"
"Ya udahlah mau gimana lagi"
"Iya sih... ck" Helena berdecak sebal