
Saat keluar dari toilet, Helena tidak sengaja menabrak seorang wanita.
Brukk
"Ma..af"
"Heh kamu ternyata," ucap wanita itu.
Helena tidak meresponnya dan hendak pergi meninggalkan wanita itu.
"Tunggu dulu." wanita itu menahan lengan Helena
"Mau apa lagi sih Lo? Kurang puas hancurin keluarga gua huh!!" bentak Helena pada wanita tersebut.
"Berani kamu ngebentak saya?!"
"Beranilah, ngapain coba gak berani sama cewek kayak lo doang," ucap Helena
"Kok gak ada sopan-sopannya sama orang tua? Cih mami kamu pasti gak bener ngedidik kamu," ketus wanita itu
"Eh cewek gak tau diri! Cewek murahan! Pelakor!! Dengerin baik-baik ya!, Lu kalo ngomong jangan sembarangan dan gak usah sok tau bisa gak sih!?" bentak Helena kembali
"Haha Pantesan mas Roy ninggalin kalian, ternyata begini sifat aslinya hahahaha, kasar, gak tau sopan santun, cih." ucap wanita yang berada di hadapan Helena itu.
Ya, wanita tersebut bernama Carine, Carine adalah istri kedua Roy Jefferson yang tak lain adalah papi kandung Helena.
Ucapan Carine membuat hati Helena sakit dan kembali mengingat kejadian di masa lalunya yang begitu pahit.
ia mencoba menahan emosinya agar tidak melukai wanita yang berada di hadapannya ini. Hal itu membuatnya sesak dan akhirnya mengeluarkan air mata.
"Stop, gua mohon sama Lo jangan ganggu kehidupan gua lagi, gua juga gak ganggu kehidupan Lo sama keluarga Lo kan? Jadi gua mohon banget sama Lo , jangan ganggu gue lagi! Atau kalau Lo nekat tetep ganggu gua dan keluarga gua lagi, gua gak akan tinggal diem! Dulu emang gua masih kecil saat Lo berusaha nyakitin nyokap gue, tapi sekarang gue gak akan tinggal diem kalau Lo macem-macem, pegang omongan gua!!" ucap Helena
"Haha Kamu tau Helena? Sebenernya aku udah tau kalau Harry sakit kanker, tapi aku sengaja bikin mas Roy gak pulang dan gak inget kalian haha"
'Harry?.. Harry...' -helena
Helena menangis mendengar nama itu, kemudian ia pergi dari sana karena sudah tidak tahan.
Carine tersenyum puas
"Kita liat nanti Helena, aku bakal singkirin kamu dari kehidupan mas Roy," gumamnya
Setelah itu Helena kembali ke tempat dimana teman-temannya masih berada disana.
Karena sudah tidak mood untuk ikut mengobrol kembali, Helena memutuskan untuk pergi dari restoran itu setelah mengambil handphonenya.
"Gua duluan," ucapnya singkat lalu pergi
"Woy kok mendadak pergi??" teriak Alya
Helena tidak menggubrisnya dan tetap melanjutkan langkahnya yang terburu-buru keluar dari restoran itu.
Saat berada di luar restoran, Helena merogoh saku celananya untuk mengambil kunci mobil. namun, tidak ada.
"kunci mobil gue kemana?" gumamnya yang masih mencari-cari kunci mobil di setiap saku celana dan hoodienya.
"Helena!" seseorang memanggilnya dan menghampiri Helena.
'Xylon?' batin Helena
"Helena, mau kemana?" tanyanya saat sudah berada di depan Helena.
Helena hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Xylon, ia justru malah menangis.
Xylon mendekat lalu memegang kedua bahu Helena
"Ada apa?" tanyanya
Helena menggeleng
Xylon menghela nafas, ia baru sadar jika disini bukan tempat yang pas untuk Helena bercerita.
"Yaudah kita pergi dari sini ya?" ucapnya lalu menggandeng tangan Helena dan menuntunnya masuk ke dalam mobil.
Xylon membukakan pintu mobilnya untuk Helena masuk.
Setelah Helena masuk, Xylon pun ikut masuk dan mulai melajukan mobilnya meninggalkan parkiran restoran itu.
Akhirnya setelah beberapa menit, mereka tiba di sebuah danau dan turun dari mobil Xylon.
Helena pasrah dan hanya mengikuti Xylon, pikirannya kacau sampai ia tidak peduli kemana Xylon akan membawanya.
"Kita udah sampai," ucap Xylon
Helena hanya terdiam
Kemudian Xylon menengok ke arah Helena yang tidak menjawabnya.
"Helena?" panggil Xylon
"Hm?"
"I want to ask," ucap Xylon
"Apa?"
"Sebenarnya ada apa tadi? Kenapa pergi gitu aja dari sana?" tanya Xylon
"Tadi.. tadi gak ada apa-apa kok," jawab Helena berbohong.
"Gua tau lo bohong tapi kalau gak mau cerita gapapa karna gua gak akan maksa"
Helena kembali terdiam
"Gua emang gak tau masalah lo apa, tapi asal lo tau kalau roda dunia itu pasti berputar, gak selamanya masalah terus nimpa lo, akan ada saatnya lo bahagia, jadi jangan sedih," ucap Xylon sembari menghapus air mata Helena.
"Iya, gua tau," Helena menepis tangan Xylon.
Kemudian Helena menghela nafas dalam-dalam.
"Gua tau itu semua, makanya disaat lagi bahagia, pasti akan ada kesedihan yang bakal datang setelah itu kan? Gak selamanya bahagia juga, kehidupan kayak rollercoaster emang, gua kira setelah gua dan mami buka lembaran baru, gua bisa lupain masalalu." lanjutnya
"Xylon," panggil Helena
Xylon menatap Helena
"Gua kira lo orang yang sombong," ujar Helena menatap mata Xylon.
Xylon tersenyum
"Dan gua kira lo orang yang dingin," balas Xylon
Dingin?
Memang Setiap orang yang bertemu dengan Helena pertama kali akan mengatakan jika Helena adalah orang yang dingin dan cuek, namun jika sudah lama mengenalnya, Helena adalah orang yang ramah dan suka bercanda.
"Ya gak ada terus-terus, emang lo cuek dan dingin," sahut Xylon
"Gak kebalik?"
"Gak"
"Huhhh"
Xylon tersenyum melihat Helena
Kemudian keduanya berbincang-bincang ringan, Xylon sengaja membawa Helena ke danau agar Helena bisa menangkan dirinya.
Hingga Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore
"Udah tenang?" tanya Xylon
Helena menatap Xylon.
"Udah tenang? udah gak nangis lagi kan? udah bisa pulang sekarang?" tanya Xylon kembali
"Oh, I-iya," sahut Helena
Kemudian Xylon mengulurkan tangannya untuk menggandeng Helena.
Helena kebingungan, raut wajahnya seolah bertanya-tanya.
"Ayo," ucap Xylon
"H-hah? Eh, maksudnya iya ayo," sahut Helena
'duh, kok jadi nervous' batin Helena
Lalu Helena menerima uluran tangan Xylon dan mereka berjalan sambil bergandengan.
mereka pun masuk ke dalam mobil Xylon.
"Eh iyaa..." Helena menepuk jidatnya
"Kenapa?" tanya Xylon menengok ke arah Helena
"Kunci mobil gua gimana?" Bukannya menjawab, Helena malah bertanya tentang kunci mobilnya.
"Ya gak tau, lagian ditinggal"
"Bukan ditinggal!, tapi jatoh!!!!"
"Yaudah tanya temen lo"
"Oh Iya"
'wait, ini kenapa gue sama dia jadi deket ya?' batin Helena
Setelah itu Helena membuka handphonenya dan ternyata sudah ada beberapa pesan dari Alya.
Alya
| Hel, ini kunci mobil lo jatoh
2.10 PM
Kemudian Helena menelepon Alya
...📞📞📞...
"Halo"
"Halo Helena? Lo kemana tadi? Sekarang lagi dimana?kenapa Lo pergi gitu aja? Lo tau gak semuanya khawatir?"
"Tadi gue ada urusan, Ini mau pulang"
"Bohong, gua tau kenapa lo pergi tadi"
Helena terdiam mendengar ucapan Alya
"Gua tau kalau Tante Carine ada di situ kan?" Sambung Alya
"Kalo udah tau kenapa nanya?"
"ya gak, gua cuma mastiin"
"Yaudah jangan kasih tau ke siapa-siapa! Satu lagi, lo gak usah sebut-sebut nama cewek itu lagi, muak gua Ama dia"
"Oke sorry, btw Lo gapapa kan?"
"Iya gua gapapa. Oh iya Al, mobil gua Lo bawa pulang aja eh tapi Lo belum ada SIM ya"
"Nah tu lu tau"
Ya, Alya memang belum memiliki SIM karena usianya masih 16 tahun, sama seperti Arabella. Dan untuk usia Natasya, ia berusia 18 tahun, umurnya lebih tua dari yang lain dan sebentar lagi akan lulus SMA.
"Kalau gitu suruh Tasya aja bawa mobil gua atau ntar orang suruhan gua yang ambil, lo pada masih di restoran kan?"
"Masih, nungguin Lo Ama ko Xylon"
"Oh gitu, sorry gara-gara gua lo pada jadi nungguin"
"Iya gapapa kali, sans aja yang penting lo gapapa"
"Kalau gitu bawa aja mobil gua, nanti supir gua ambil. bilang Tasya ya"
"Oke oke"
"Eh gua mau nanya ama lo, Lo tau ada tu cewek emangnya tadi kalian ketemu?"
"Engga, gua cuma liat dia keluar dari restoran"
"Oh gitu, yaudah gua tutup ya telfonnya"
"Sip, Lo hati-hati"
"Iya makasih"
"Yo Sama-sama"
...📞📞📞📞📞...
Setelah itu Helena mematikan teleponnya.
Terlihat Xylon yang masih fokus menyetir.
"Xylon! Eh maksudnya Koko," panggil Helena.
Xylon memang keturunan Chinese, sama seperti Denzel kakak tirinya dan Kenzie. Oleh karena itu, Helena memanggilnya Koko karena umur Xylon yang lebih tua juga darinya.