Sincerity

Sincerity
Cedera tumpul abdomen



"Nah, sekarang kamu mau ngomong apa?" tanya Helena pada Xylon saat yang lainnya sudah tak terlihat lagi.


"Jelasin apa yang udah terjadi sampai kamu di hotel itu," perintah Xylon.


"Aku... aku diajak Rasya," jawab Helena.


"Rasya? kenapa kamu mau diajak Rasya ke sana?"


Helena menghela nafasnya lalu menceritakan bagaimana kejadian ia bisa berada di hotel tersebut dan bagaimana ia bisa menemukan Shelly disana.


Xylon merasa kagum mendengar kecerdikan Helena.


"Kamu udah ngerencanain itu semua sebelum pergi sama dia?" tanyanya.


"Enggak, itu mendadak aja dapet ide kayak gitu, aku emang sering bawa obat tidur kemana-mana," jawab Helena.


Xylon manggut-manggut


Merekapun saling diam beberapa saat sampai Xylon kembali membuka suara.


"Helena!" panggil Xylon.


"Hm?" jawab Helena dengan deheman.


"Kenapa mau aja dipeluk Galang sama Kenzie?"


"Suka-suka gue lah"


"Ck. harusnya kamu tolak"


"Ya kenapa gitu lho, kamu jealous ya?"


"Hm"


Helena tertawa mendengarnya.


"Jangan ketawa!" ujar Xylon.


"Ya sorry-sorry... lagian pake jealous segala. Inget! aku bukan pacar kamu, jadi aku masih bebas meluk siapa aja!"


Ah benar, Xylon bukan siapa-siapa Helena, jadi ia tidak berhak melarang Helena dekat dengan siapapun.


'Anjrit' batin Xylon.


"Oke, aku bakal ngeresmiin hubungan kita hari ini juga," cetusnya.


"Eh, what?"


Helena terkejut mendengarnya.


"Budeg"


"Gak ya!!!"


Xylon tidak menggubrisnya, tetapi perlahan ia mendekat pada Helena dan membuat gadis itu merasa sedikit gugup. Namun, Helena berusaha untuk bersikap sok tenang.


Perlahan, Xylon mengusap luka yang ada di wajah Helena.


"Sakit?" tanyanya dengan suara yang begitu sopan masuk ke telinga.


"Enggak, biasa aja," jawab Helena jujur.


Xylon tersenyum lembut padanya lalu membawa Helena kepelukannya.


"Aku yakin aku beneran sayang sama kamu, Helena. Kamu itu beda dari yang lain, kenapa?"


"Kenapa apanya? perasaan, aku biasa aja," ucap Helena.


"Tapi luar biasa di mata aku"


"Ck, udah ah jangan gombal. Lebay tau!"


"Ya terserah, intinya penilaian aku begitu"


"Ya ya ya, lepas ah. kalau orang lain ngeliat, malu!"


"Enggak bakal lah," ucap Xylon.


"Ekhem," deheman seseorang telah menyelamatkan Helena.


Refleks, Xylon langsung melepas pelukannya dengan Helena dan melihat ke arah sumber suara itu.


"Papi?"


"Om Adelard"


ujar Helena dan Xylon bersamaan.


"Ganggu ya? yaudah Papi masuk lagi," ucap Adelard yang hendak masuk kembali ke kamar Shelly.


"Ih apa sih Pi, enggak kok. dah yuk kita masuk, bye Xylon!" baru satu langkah berjalan, tiba-tiba Helena merasakan sakit pada bagian perutnya.


"Akhhhh," pekik Helena.


"Jangan bercanda, udah malem!" ujar Adelard.


"Bilang aja masih mau sama aku," timpal Xylon.


Adelard dan Xylon menganggap Helena hanya bercanda tentang perutnya yang sakit. Tetapi, Helena terus memegangi perutnya sambil meringis kesakitan.


"Enggak, ini beneran sakit!!!" Helena memegangi perutnya kuat dan terjatuh di lantai.


Xylon dan Adelard langsung merasa panik melihatnya.


"Sebentar, aku panggil dokter ya!" ucap Xylon yang segera bangkit dan mencari dokter atau suster.


Sementara Adelard menggendong putrinya dan mendudukkannya di kursi depan kamar rawat Shelly.


"Ssshhhh sakit Pi..." lirih Helena sembari memegangi perutnya dengan kuat dan menekannya, berharap rasa sakitnya sedikit hilang.


"Sabar sayang," ucap Adelard menenangkan putrinya.


"Ck, Xylon kelamaan," lanjutnya dengan bergumam.


Akhirnya, Xylon pun datang dengan dokter dan seorang suster yang memang sedang berjaga malam ini.


"Dok, tolongin putri saya!" ujar Adelard.


"Tolong bawa Nona Helena ke UGD," ucap sang dokter pada Adelard.


Adelard hendak mengangkat putrinya. Namun, Xylon segera menggendong Helena terlebih dahulu. Xylon menggendong Helena ala bridal style lalu mengikuti dokter dan suster.


Beberapa menit kemudian


Dokter keluar dari ruang UGD setelah memeriksa Helena dan memberinya antibiotik. Kemudian, Xylon dan Adelard pun langsung menghampiri sang dokter.


"Nona Helena mengalami cedera tumpul abdomen yang terjadi karena benturan keras pada perutnya," jelas Pak Dokter yang sudah tau apa yang akan ditanyakan kedua pria dihadapannya itu.


"Apa Nona Helena mengalami kecelakaan atau pukulan dan tendangan yang keras pada bagian perutnya?" sambung dokter yang bertanya pada Xylon dan Adelard.


"Ya, ada orang yang celakain dia," sahut Xylon.


Dokter menganggukkan kepalanya paham lalu berkata, " Baik kalau begitu, sepertinya Nona Helena harus dibawa ke rumah sakit besar untuk mendapat penanganan medis yang lebih baik, karena disini alat dan fasilitas tidak selengkap disana, tapi tuan Williams dan tuan muda Rodriguez tenang saja karena saya sudah memberi antibiotik pada Nona Helena," jelas Pak Dokter Kembali.


Ya, rumah sakit tempat Shelly dan Helena berada saat ini adalah rumah sakit biasa, Ah lebih tepatnya klinik karena dalam pikiran Xylon dan anak buahnya adalah penanganan yang cepat untuk Shelly saat itu. Jadilah mereka memilih rumah sakit terdekat di daerah tersebut.


"Tapi penyakitnya gak parah kan dok?" tanya Adelard.


"Hmm... untuk itu kemungkinan iya tapi kita tunggu hasilnya karena masih dalam pemeriksaan dan harus menunggu sebentar. intinya saya minta pada tuan Williams untuk segera membawa Nona Helena ke rumah sakit yang besar dan melakukan operasi laparotomi"


"Baik dok, terimakasih banyak," ucap Xylon dan Adelard.


"Sama-sama, saya akan segera membawa hasil labnya, permisi tuan." ucap Pak Dokter yang kemudian pergi meninggalkan Adelard dan Xylon untuk mengambil hasil lab pemeriksaan Helena.


TBC


Please like dan komen yang menarik ♥