Sincerity

Sincerity
Jemput Helena



"Makanya kalau lagi jalan jangan sambil main hp!!" ujar seseorang


"Sor-" Helena menatap orang yang telah ia tabrak tadi.


"Eh Rasya, Ya sorry," ucap Helena


"It's oke, next time be careful, don't play with your phone while you're walking (gak apa-apa, lain kali hati-hati, jangan main-main sama ponsel lo kalau lagi jalan)," ujar Rasya


"Ya," sahut Helena dingin


Karena Helena dan Rasya satu kelas, mereka pun akhirnya berjalan bersama-sama menuju kelas.


"Ngeliatin Apa sih emangnya tadi?" tanya Rasya sambil berjalan.


"sorry, privacy," ucap Helena


"oh oke"


Saat mereka masuk kelas, ketiga sahabat Helena langsung menyambut Helena dengan teriakan heboh. Siapa lagi kalau bukan Acha, Yena, Agnez.


"Helena!!!" teriak mereka.


"Heboh banget temen-temen Lo," bisik Rasya


"Biasalah fans," balas Helena


Rasya terkekeh mendengarnya.


Setelah itu, Helena duduk di bangkunya, sementara Rasya hanya menaruh tasnya kemudian keluar dari kelas, ntah kemana.


sahabat-sahabat Helena pun langsung mendekat pada Helena dan ia sudah mengerti apa isi pikiran mereka.


"I know what you guys think about me and Rasya (gue tau apa yang kalian pikirin tentang gue dan Rasya)," ujar Helena


"Trust me, Rasya and I are just friends! (percaya dah, Rasya and gue cuma temenan!)" sambungnya.


"Yes, you feel that way, but what about Rasya? I'm sure he likes you helena (Ya, lo ngerasa kayak gitu, tapi gimana dengan Rasya? gue yakin dia suka sama lo helena)," ucap Acha


"like but not love, I also like him because he's a cool person and it doesn't mean I love him (suka tapi bukan cinta, gue juga suka dia karena dia orangnya keren dan bukan berarti gue sayang dia)," jelas Helena


"Oh ya? Then how was your date yesterday with... (Oh ya? terus gimana dating lo kemarin sama...)," ucap Yena yang mendapat pelototan dari Helena dan membuat yena langsung menghentikan ucapannya.


"With?" tanya Agnez yang menunggu lanjutan ucapan Yena.


"Ahahahaha with... with... the person in her dream, Helena told me on the chat app if she dreams of dating someone, yeah that's what I meant haha(ahahahaha with.. with.. orang dalem mimpinya, Helena ngasih tau gue di aplikasi chat kalau dia mimpi pacaran sama seseorang, ya itu maksud gue haha)" sahut yena yang gugup menjelaskannya karena ia terpaksa berbohong.


Helena tersenyum


"Yena is right," timpal Helena


'Nice yena, awas aja kalau Lo ember mulutnya' batin Helena


Jam istirahat pun tiba,


Helena dan teman-temannya pergi ke kantin untuk makan siang.


Saat ia sedang berjalan menuju kantin, tiba-tiba Rasya datang memanggilnya.


"Helena!" seru Rasya menghampiri Helena.


Helena menengok ke arah Rasya dengan wajah dingin seperti biasanya.


"After school we have to go to buy all the preparations for the school party later (sepulang sekolah kita harus pergi beli semua persiapan untuk party sekolah nanti)" ucap Rasya to the point karena ia tahu Helena malas mendengarkan hal-hal yang tidak penting.


"Oke." sahut Helena singkat, lalu ia hendak kembali melanjutkan langkahnya tapi Rasya kembali menahannya.


"Wait," ujar Rasya


"What else? (Apa lagi?)" tanya Helena


"We will go on my motorbike," ucap Rasya


"Ya ya, up to you"


"And one more thing, my friends and I will join you to eat, okay? (Dan satu hal lagi, gue dan teman-teman gue akan gabung sama lo untuk makan, oke?)"


"Up to you (Terserah lo)"


mereka pun sampai dikantin, Helena dan teman-temannya berjalan menuju meja yang kosong.


Rasya dan teman-temannya ikut duduk disana dan mereka mulai memesan makanan.


disaat tengah makan, Rasya terus mengajak bicara Helena dan Helena hanya menanggapi seperlunya.


Arkan yang merupakan salah satu sahabat Rasya tengah bermesraan dan menggoda Acha.


Saat ini Arkan tengah membersihkan sisa makanan di bibir Acha, Helena yang melihatnya merasa geli.


"Ewhh, Can't you guys make out somewhere else? if you want to date don't come here (ewhh, bisa gak kalian pacaran di tempat lain? kalau mau pacaran jangan kesini)," ujar Helena


"I'm not dating, Arkan is the one who keeps approaching me (gue gak pacaran!! Arkan yang terus deketin gue)," sahut Acha yang memang dia tidak ada hubungan apapun dengan Arkan.


Namun, Helena tidak meresponnya, ia sudah tahu jika Arkan menyukai sahabatnya itu dan selalu saja mencari kesempatan untuk dekat dengan Acha.


Helena pun melanjutkan makannya, begitupun yang lain.


di sisi lain


Xylon sedang meeting dengan suatu perusahaan. Setelah meeting selesai, ia mengecek ponselnya dan terlihat beberapa pesan dari Helena.


...Helena...


| Lo ternyata


| oke dah


| tapi Lo dapet no gue dari mana?


07.08 AM


^^^| semua yang tentang Lo gua tau^^^


^^^| jadi ini cuma sekedar no, bukan hal^^^


^^^yang susah buat gua dapetin no lu^^^


^^^03.00 PM^^^


| Sombong


03.01 PM


Xylon tersenyum membacanya.


"Helena? namanya sama seperti anak saya," ucap seorang pria yang tiba-tiba muncul di samping Xylon.


Xylon pun menengok ke arah pria tersebut.


"Ah tuan Roy rupanya" ucap Xylon


Ya, pria yang berada di samping Xylon itu adalah Roy.


Roy tersenyum pada Xylon


"Maaf, saya gak bermaksud membacanya, tadi saya gak sengaja liat sekilas," ujar Roy


"Tidak masalah tuan," Sahut Xylon


"Yasudah kalau begitu saya mau kembali ke kantor." karena tidak ingin mengetahui privasi Xylon, Roy pun segera pamit untuk kembali ke perusahaannya karena masih banyak pekerjaan.


"Senang bekerjasama dengan anda." ucap Xylon sambil menjabat tangan Roy begitupun sebaliknya.


Setelah itu Roy pergi dari sana.


Xylon menatap kepergian Roy sambil memikirnya sesuatu.


diperjalanan, Roy memerhatikan foto yang berada di ponselnya. Foto ia bersama dengan seorang gadis kecil dan seorang anak laki-laki.


kemudian ia menghela nafas dan mata yang sedikit berkaca-kaca.


'Papi kangen kalian'


'Helena, pasti kamu udah besar sekarang'


'Papi pengen banget ketemu sama kamu, andai waktu bisa diulang kembali, Papi gak akan ninggalin kalian'


'papi minta maaf'


batin Roy


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Karena meeting sudah selesai, dan waktu sudah menunjukkan pukul 03.05 PM, Xylon berniat menemui Helena di sekolahnya dan ingin menjemputnya.


Xylon pun masuk ke dalam mobilnya


"Kita ke sekolah," ujar Xylon pada supirnya


"baik tuan" sahut supir yang langsung melajukan mobil menuju Rodriguez internasional senior high school.


"Tapi tuan, apakah anda ada keperluan disana?" tanya Gavin sang Sekretaris.


"iya," jawab Xylon dingin.


"Keperluan apa tuan? kita tidak ada jadwal untuk pergi ke sana dan tidak ada pertemuan apapun juga disana"


"jemput Helena"


"Helena? apakah yang anda maksud adalah Nona Helena Jefferson?"


"hm"


Gavin manggut-manggut


Sesampainya di Rodriguez internasional senior high school, Xylon turun dari mobilnya dan melihat Helena berjalan menuju parkiran bersama dengan teman-temannya.


Helena yang baru saja sampai di parkiran pun melihat Xylon berada di sana sehingga mata mereka saling bertemu.