Partner In . . .

Partner In . . .
Na Thur 44



Dua puluh menit kemudian.


Arthur pun datang dengan membawa satu kantong plastik hitam yang berisi lima testpack.


Begitu Arthur masuk kedalam rumah, lagi dan lagi, Arthur mendengar suara Nancy yang sedang menangis. Karena apalagi kalau bukan karena Arthur yang lama sekali datang.


Nancy menangis sambil menuduh Arthur yang tidak-tidak. Mama-Papa Arthur pun sampai lepas tangan karena tak berhasil menenangkan Nancy, dan alhasil mereka hanya membiarkan Nancy menangis dalam pelukan Mama Arthur.


"Kenapa lagi sih tuh orang?!" Gerutu Arthur saat mendengar suara Nancy. Dengan langkah panjang, Arthur berjalan menuju ruang tamu.


"Dari mana sih kamu Thur, kok lama banget!!" Omel Mama Arthur.


"Apotik deket sini belum ada yang buka Ma, jadi Arthur nyarinya keluar komplek!" Balas Arthur.


Bugh. Tiba-tiba saja Nancy melempar bantal sofa kearah Arthur.


"Bohong!! Bilang aja loe ketemuan dulu sama selingkuhan loe!!"


"Gak loh Cy!! Gue beneran beli testpack!!" Balas Arthur.


"Nih kalau loe gak percaya!!" Kata Arthur lagi sambil mengeluarkan lima testpack dari dalam kantong plastik.


"Cup.. cup.. cup, udah jangan nangis lagi. Gak mungkin lah Arthur selingkuh, kan Arthur cinta-nya cuma sama kamu. Udah yah jangan nangis lagi yah." Kata Mama Arthur mencoba menenangkan Nancy.


"Sekarang kamu periksa dulu yah, manatau aja memang udah ada cucu Mama di dalam sana." Kata Mama Arthur lagi.


Nancy pun diam lalu menganggukkan kepalanya.


"Thur, temenin." Ucap Nancy manja.


"Tadi aja ngamuk-ngamuk!! Sekarang manja-manja!!" Dumel Arthur dalam hati sambil memutar bola matanya malas.


"Ya udah ayo." Balas Arthur.


Dan mereka pun pergi ke kamar mandi yang ada di dekat dapur.


💋💋💋


Lima menit kemudian.


"Ma... Mama! Sini Ma!!" Teriak Arthur dari dalam kamar mandi.


"Gimana, udah keluar belum garis merahnya?"


"Ini. Coba lihat." Arthur memberikan testpack itu pada Mama-nya.


"Garis dua Pa!!!" Teriak Mama Arthur saat melihat kelima hasil testpack.


"Tuh kan, apa Papa bilang! Nancy hamil kan!!" Balas Papa Arthur.


"Yeay... kita mau nambah cucu." Teriak Mama Arthur kegirangan.


Sedangkan Arthur dan Nancy menganga masih tidak percaya.


"Jadi aku beneran hamil?" Lirih Nancy.


"Jadi pasukan Bang Jago berhasil bertransformasi di goa Nembem?" Lirih Arthur.


"Selamat yah sayang, sebentar lagi kalian mau jadi orangtua." Ucap Mama Arthur sambil memeluk Nancy.


"Kamu belum mandi kan?" Tanya Mama Arthur.


Nancy menganggukkan kepalanya.


"Ya udah sekarang kamu mandi, biar kita ke dokter kandungan." Kata Mama Arthur.


Mama Arthur pun menggiring Nancy menuju kamar anak dan menantunya itu.


Sepeninggal Mama Arthur dan Nancy, Papa Arthur menepuk pundak Arthur yang masih belum percaya dengan kehebatan Bang Jago-nya.


"Selamat yah Thur, udah mau jadi Bapak. Dan selamat menikmati drama ibu hamil." Ucap Papa Arthur.


"Akhirnya kamu merasakan apa yang Papa rasakan saat Mama kamu hamil kamu dulu." Kata Papa Arthur lagi.


"Drama ibu hamil? Berarti nanti Nancy akan terus begini sampe melahirkan?" Tanya Arthur.


Papa Arthur menganggukkan kepalanya.


"Ya anggap aja, itu karma buat kamu karena udah ngerjain Papa waktu kamu masih di dalam perut." Balas Papa Arthur lalu pergi meninggalkan Arthur yang kembali terpaku membayangkan dirinya yang terus ditempeli Nancy ditambah lagi drama tantrum seperti tadi pagi.


Bersambung...