Partner In . . .

Partner In . . .
Na Thur 53



Mie instan sederhana nan pucat pun terhidang di meja.


"Uuuuu... lezatos..." ucap Arthur, air liurnya sampai menggenang melihat hasil mie instannya.


Sedangkan Nancy mengkerutkan wajahnya keheranan melihat Arthur yang begitu berselera dengan mie instan super pucatnya itu.


Arthur meletakkan mangkong mie-nya diatas meja makan lalu mendaratkan bokongnya di kursi meja makan lalu mulai menyerok mie-nya dengan garpu lalu menyeruputnya.


Ssrrrruuuppp... suara seruputan mie begitu jelas di telinga Nancy.


"Uenaaak tenan." Ucap Arthur.


"Cih..." decih Nancy sambil mencebik sudut bibirnya.


"Enak loh ini Cy. Mau gak?" Tawar Arthur.


"Gak akh."


"Enak beneran ini, mau gak?"


Kata Arthur sambil menyodorkan mie yang sudah ia serok dengan garpu ke arah Nancy.


Menghirup aroma yang menguar dari mie instan berhasil menggugah selera Nancy.


"Mau gak?" Tanya Arthur sekali lagi.


Hap... Nancy melahap mie yang ada di hadapannya.


Mata Nancy membulat begitu mie masuk kedalam mulutnya.


"Enak kan?" Tanya Arthur saat melihat ekspresi Nancy.


"Enak Thur, enak banget." Balas Nancy.


"Mau lagi?"


Nancy pun menganggukkan kepalanya.


"Tapi suapin." Rengek Nancy manja.


Arthur pun menyuapi Nancy, setelah menyuap Nancy barulah ia memasukkan mie ke dalam mulutnya.


Nancy yang tadi menghujat mie instan buatan Arthur, malah dirinya yang lebih banyak memakan mie instan yang tadi Nancy bilang pucat pasi seperti kurang darah.


Mie pun tersisa seserok lagi. Arthur pun bersiap memasukkan mie itu kedalam mulutnya.


Melihat itu Nancy tidak terima, ia langsung menahan tangan Arthur dan mengarahkan garpu yang Arthur pegang ke arah mulutnya.


"Iikh.. loe kan udah banyak Cy!!! Buat gue ini!!"


"Gak mau, buat gue pokoknya!!"


"Iiikh.. ngalah dong sama istri!!"


"Gak ada!! Loe tadi bilang gak mau, tapi malah loe yang paling banyak makan!! Pokoknya buat gue ini!!"


Mereka pun saling tarik menarik, Nancy menarik tangan Arthur untuk mendapatkan mie yang tinggal seserok, sedangkan Arthur menarik tangannya sendiri menjauh dari mulut Nancy.


Hap.. cepat-cepat Arthur memasukkan mie itu kedalam mulutnya.


Mata Nancy membulat saat melihat mie terakhir itu masuk kedalam mulut Arthur.


"Arthur!!! lepehin gak!!!" Nancy mencengkram dagu Arthur memaksa Arthur membuka mulutnya.


Sedangkan Arthur makin merapatkan mulutnya.


Kesal karena Arthur tak mau mengalah, Nancy pun mengeluarkan jurus super jitu semua perempuan.


Jurus apalagi kalau bukan jurus sengatan kenikmatan.


Nancy naik ke pangkuan Arthur lalu menggesek-gesekkan goa Nembem-nya pada Bang Jago.


Mata Arthur membulat, pipinya menggelembung dan wajahnya memerah merasakan pergerakan goa Nembem diatas Bang Jago-nya.


Dan karena ulah Nancy itu pun, Bang Jago pun berhasil bangun dari bobok gantengnya dan mengeluarkan taringnya.


"Ayo Sayang buka mulutnya." Kata Nancy dengan suara yang menggoda.


Tapi bukannya membuka mulutnya, Arthur malah menarik tengkuk Nancy dan mendaratkan bibirnya ke bibir Nancy lalu mentransfer mie yang ada di dalam mulut Arthur ke dalam mulut Nancy.


Sambil mentransfer mie dari mulutnya, Arthur juga mengunyah tipis-tipis bibir Nancy. Nancy pun membalas kunyahan tipis-tipis Arthur sambil juga mengunyah mie yang Arthur transfer kedalam mulutnya.


Kunyahan bibir yang tadinya tipis dan lembut makin lama makin kasar dan dalam, tangan Arthur juga tak bisa lagi diam dan berkelana menjelajahi gunung Enendayan.


Niat Nancy yang awalnya hanya ingin menggoda iman Arthur demi mendapatkan mie dari mulut Arthur, kini malah imannya yang ikut tergoda dan menikmati jelajahan tangan besar Arthur pada gunung Enendayannya.


Tak puas hanya menjelajahi gunung Enendayan dengan tangannya, dengan gerakan cepat Arthur membuka sleepwear yang Nancy pakai lalu menjelajah gunung Enendayan dengan lidahnya.


"Sssh... ah..." des•ah Nancy saat lidah Arthur berliuk-liuk di puncak gunung Enendayan-nya.


Bersambung...