Partner In . . .

Partner In . . .
Bab 33



Dan dari belakang empat orang bertubuh tinggi itu ada tiga orang yang siap membongkar kebusukan Tuan Charles dan Jasmine.


Mereka bertiga adalah Papa Irlan, Mathew dan Arthur.


"Apa kabar Tuan Charles? Sudah lama yah kita tidak bertemu? Saya tidak menyangka kalau kita akan bertemu lagi dalam keadaan seperti ini." Ucap Papa Irlan.


"Papa..." lirih Esar melihat sang Papa.


"Lepaskan tua bangka itu!!!" Perintah Papa Irlan pada Esar dengan suara tegas.


Esar pun melepaskan pitingan tangannya dari leher Tuan Charles.


"Tuan Mathew.." panggil Papa Irlan dengan suara penuh penekanan seolah memberi kode pada Mathew untuk menunjukkan bukti kebusukan Tuan Charles dan Jasmine.


Mathew yang paham pun langsung menunjukkan bukti kebusukan Tuan Charles dan Jasmine yang sudah mereka kumpulkan hanya dalam waktu beberapa jam saja pada Esar.


Mata Esar membelalak melihat semua bukti niat terselubung Tuan Charles dan Jasmine.


"Apa sekarang mata mu sudah terbuka?" Tanya Papa Irlan tegas.


"Menyusahkan saja!!! Seandainya kamu mendengarkan Millie, kami tidak perlu repot-repot datang kesini!!!" Omel Papa Irlan.


"Maaf Pah." Hanya kata maaf yang bisa Esar ucapkan.


"Simpan maaf mu itu!! Karena seharusnya kata maaf itu untuk Millie!!! Bukan untuk Papa!!!" Bentak Papa Irlan.


Papa Irlan menghela nafasnya.


"Pagi, Siang, Sore, Malam Papa selalu berdoa agar Naya tidak mendapat karma atas kesalahan yang Papa lakukan terhadap Mama mu dulu, eh.. ternyata malah kamu yang meneruskan kebodohan Papa itu!!!" Gerutu Papa Irlan.


"Kan Om Irlan berdoanya cuma buat Naya. Harusnya doain dua-dua nya Om, yang satu supaya gak kena karma yang satu supaya gak buat karma." Celetuk Arthur dari belakang Papa Irlan.


Mendengar celetukan Arthur, jelas membuat Papa Irlan memutar lehernya menengok Arthur. Papa Irlan pun memberikan tatapan tajam pada Arthur.


"Maaf Om." lirih Arthur sambil menundukkan kepalanya.


Sedangkan Esar, otaknya langsung teringat akan Millie.


"Gue harus minta maaf sama Millie!!" Gumam Esar dalam hati. Esar pun keluar dari dalam apartemen Jasmine meninggalkan semua orang yang ada disana.


Sepeninggal Esar, Papa Irlan pun langsung mengeksekusi Tuan Charles dan Jasmine.


Kembali ke Esar.


Kini Esar sudah berada di perusahaan IYG.


Dengan langkah panjang dan terburu-buru ia berjalan menuju ruang kerjanya untuk bertemu dengan Millie karena menurutnya saat ini Millie masih ada bersama sang mama di ruang kerjanya.


Ceklek. Esar membuka pintu ruang kerjanya.


Kosong. Sudah tidak ada lagi Millie dan sang mama.


"Kemana mereka?" Gumam Esar.


Esar pun keluar dari ruang kerjanya dan bertanya pada sekretarisnya.


"Jerry, apa kau melihat mama ku dan Nona Millie?" Tanya Esar.


"Tadi Nyonya Nia dan Nona Millie keluar bersama Nona Nancy, Tuan Gry." Jawab Jerry.


"Kemana?"


"Kalau itu saya tidak tau Tuan Gry."


Esar pun mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi sang mama tapi sang mama malah mereject panggilan dari Esar.


"Shiiit!!!" Umpat Esar sambil meninju udara.


Esar pun masuk kembali keruang kerjanya dan duduk di sofa tempat mamanya tadi duduk.


"Bodoh!!! Kenapa gue gak dengerin omongan Millie!!!" Monolog Esar.


Tiba-tiba saja matanya teralihkan dengan papper bag yang berisi ponsel yang ada di atas meja. Ponsel yang ingin ia berikan pada Millie.


"Gue harus minta maaf sama Millie!!" Gumam Esar.


Esar pun berdiri dari sofa dan keluar dari ruang kerjanya, tak lupa ia membawa papper bag yang berisi ponsel untuk Millie. Kini tujuannya adalah apartemen.


💋💋💋


Sedangkan di tempat lain, tepatnya di sebuah mall, ada Mama Nia, Millie dan Nancy yang sedang bersenang-senang. Mereka sedang di salon untuk memanjakan diri mereka.


"Aunty, habis ini kita shopping yah." Ajak Millie. Tak terlihat kesedihan dalam diri Millie. Mungkin bersedih berlama-lama tidak ada dalam kamus Millie.


"Baik sayang."


"Biar Millie yang traktir."


"Woah... uang dari mana kamu mau mentraktir kami?" Tanya Mama Nia.


"Tenang Aunty, adalah pokoknya." Jawab Millie sambil tersenyum licik.


Kartu siapa lagi yang akan di pakai Millie kalau bukan kartu suami Nini Madam. Nini Madam, siap-siap lah dirimu kebakaran bulu kuduk karena si pelakor akan menguras habis uang suami mu.


Setelah kurang lebih dua jam di salon, Mama Nia, Millie dan Nancy pun pergi berbelanja. Dan setelah dua jam pilih sana pilih sini, mereka pun membayar belanjaan mereka. Dan benar saja Millie lah yang membayar belanjaan mereka bertiga. Total belanjaan semuanya mencapai tiga ratus juta lebih.


Di negara Aki Edwin dan Nini Madam berada.


TRING. Bunyi notifikasi m-banking di ponsel Aki Edwin.


Karena di negara Aki Edwin masih pukul tiga subuh, jadi pesan dari m-banking itu belum di buka.


Tiga jam kemudian.


Nini Sarah bangun lebih dulu dari sang suami. Saat baru menurunkan kakinya di lantai, tiba-tiba saja ponsel suaminya berbunyi. Nini Sarah pun melihat sejenak nama si pemanggil di ponsel suaminya. Ternyata orang suruhan Aki Edwin.


"Sayang.. Mr. X menelpon mu." Kata Nini Sarah sambil menepuk pelan wajah suaminya.


"Angkat lah. Aku masih mengantuk." Jawab Aki Edwin dengan suara yang berat.


Nini Sarah pun mengambil ponsel suaminya dan menggeser tombol hijau.


"Halo." Sapa Nini Sarah.


"Selamat pagi Nyonya, maaf mengganggu tidur anda. Saya hanya ingin menyampaikan kalau Tuan Esar sudah tau tentang kebusukan wanita itu dan Nona Millie juga sudah terlihat baik-baik saja." Kata Mr. X memberi laporan.


"Kau sepagi ini menelpon hanya untuk mengabari hal yang tidak penting ini? Tanpa kau beritahu aku juga tau kalau Millie pasti baik-baik saja!!! Memangnya kau pikir cucu ku wanita lemah, hah!!!" Omel Nini Sarah.


Mendengar istrinya mengomel Aki Edwin membuka matanya sesaat lalu memejamkannya lagi karena tau pasti si penelpon sedang mengabari tentang Millie dan istrinya itu sedang cemburu.


"Maaf Nyonya, saya hanya di beri perintah Tuan Adiguna untuk melaporkan kondisi Millie setelah bertengkar dengan Tuan Esar."


"Haish!!! Ya sudah!!" Nini Madam pun mengakhiri panggilan telepon itu.


Saat panggilan sudah berakhir, Nini Madam melihat ada pesan m-banking di layar ponsel suaminya.


"M-banking lagi?" Gumam Nini Sarah.


"Pasti bule tengil itu lagi yang menghabiskan uang suami ku!!" Gumam Nini Sarah lagi.


Karena penasaran, Nini Sarah pun membuka pesan m-banking itu dan mata Nini Sarah langsung membulat saat melihat jumlah uang yang Millie habiskan.


"M I L L I I I I E E!!!!!" Teriak Nini Sarah.


Dan teriakan Nini Sarah berhasil menggemparkan seisi kediaman utama Adiguna.


Bersambung...