Partner In . . .

Partner In . . .
Na Thur 5



Keesokan harinya.


Arthur sudah berada di rumah orangtuanya. Begitu Arthur sampai, segala jenis ceramah Papa Arlan berikan untuk Arthur dan tak lupa, Papa Arlan juga mengingatkan tentang pertemuannya dengan gadis yang di jodohkan dengan Arthur.


"Ingat, jangan sampe datang terlambat! Jangan buat gadis pilihan Papa itu menunggu kamu, paham kamu!!" Peringatan tegas Papa Arlan berikan pada Arthur.


"Iya Pah." Balas Arthur.


Papa Arlan pun pergi dari hadapan Arthur dan Arthur pun naik ke lantai atas menuju kamarnya.


Sesampainya di dalam kamar, Arthur langsung membaringkan tubuhnya kasar di atas ranjang.


"Sabar yah Cy, sebentar lagi. Gue beresin dulu masalah perjodohan ini." Gumam Arthur.


Tak lama ia mengambil ponselnya untuk menghubungi Dewa, sekedar mengingatkan Dewa tentang pertemuannya dengan gadis yang di jodohkan sang Papa, gadis yang tidak ia ketahui namanya dan yang tak pernah ia lihat wajahnya, sekalipun itu hanya dalam bentuk foto.


Sengaja memang Papa Arlan tidak memberitahu nama dan menunjukkan foto gadis yang di jodohkan untuk Arthur, takut-takut sebelum pertemuan Arthur mencari tau tentang gadis itu dan mendatangi serta mengancam gadis itu untuk menolak perjodohan mereka.


Tapi Papa Arlan tidak tau kalau anaknya punya cara licik lain untuk menghindari perjodohan itu.


💋💋💋


Malam hari pun tiba.


Satu jam sebelum waktu pertemuan yang sudah Papa Arlan jadwalkan, Arthur sudah pergi terlebih dahulu. Kemana lagi dia pergi kalau bukan untuk menjemput Dewa.


Dan disini lah mereka sekarang, di apartemen Dewa.


"Oke. Perfecto." Ucap Arthur saat ia telah selesai mendandani Dewa dengan gaya yang slengean dan urakan seperti gaya Jeki dan Dragon.


"Astaga Thur, kok gini amat sih loe dandanin gue?! Gak berwibawa banget tau gak sih." Dumel Dewa.


"Lah, justru kalau loe gak kelihatan berwibawa itu makin mempermudah cewek itu ilfeel sama loe." Balas Arthur.


"Tapi gak gini juga kali!! Kalau Sagita sampe lihat penampilan gue yang kayak gini, pasti habis gue di ceramahin." Protes Dewa.


"Ya elah Wa, cuma satu malam doang kok!!" Balas Arthur.


Sedangkan di tempat lain, ada Nancy yang juga sedang mendandani Xena dengan gaya seperti tante-tante sosialita. Yang pastinya Nancy bukan mendandani Xena di rumah orangtua Nancy melainkan di butik Maca.


"Kamu beneran mau dandanin adik kamu ini kayak begini?" Tanya Maca saat melihat hasil dandanan Nancy.


Nancy menganggukkan kepalanya mantap.


"Ini tuh ketuaan banget Cy. Gak cocok sama umurnya. Umur adik kamu itu berapa? Biar Maca yang pilihin pakaian yang cocok." Ucap Maca.


"Eh.. gak usah repot-repot Maca. Nancy emang sengaja buat dia kelihatan tua. Kan dia mau ketemu sama laki-laki yang di jodohin sama dia. Tapi dia gak mau di jodohin sama laki-laki itu, makanya dia minta bantuan Nancy buat merubah penampilan dia itu supaya laki-laki itu jadi ilfeel sama dia." Balas Nancy.


Untung saja saat ini Xena berada jauh dari Nancy dan Maca, kalau tidak pasti Xena sudah protes dan ngomel-ngomel mendengar ucapan kakak sepupunya itu.


"Emangnya adik kamu itu umur berapa, kok main di jodoh-jodohin aja sih?" Tanya Maca.


"Masih dua puluh tahun." Jawab Nancy.


Maca menghela nafasnya kasar sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ya udah terserah kamu aja, dandanin aja adik kamu itu seperti yang kamu mau." Balas Maca lagi.


Mereka pun berjalan mendekati Xena.


"Ayo Xen." Ajak Nancy.


"Maca, kami pergi dulu yah. Doain semoga malam ini kami bisa menggagalkan perjodohan ini." Ucap Nancy.


"Iya pasti Maca doain. Ya udah hati-hati." Balas Maca.


Setelah berpamitan, Nancy dan Xena pun keluar dari dalam butik Maca. Dan dengan menggunakan taksi online, mereka pergi ke restoran tempat yang di jadikan pertemuan yang seharusnya untuk Arthur dan Nancy. Tapi kini menjadi tempat pertemuan Dewa dan Xena.


Bersambung...


💋💋💋 Selamat menunaikan ibadah puasa bagi para readers yang menjalankannya. Dan berhubung sedang memasuki bulan Ramadhan, semua novel othor yang sedang on going akan up di malam hari. 🙏🙏🙏 💋💋💋