
Tiga puluh menit kemudian.
Setelah lima belas menit Casper bersemedi didalam goa kramat, Esar dan Millie yang terkulai lemas pun mengistirahatkan tubuh mereka dengan berpelukan.
Lima belas menit berpelukan, tiba-tiba saja Millie merasakan nyeri di bagian bawah perutnya.
"Ssh... au." Ringis Millie.
"Kenapa?" Tanya Esar sambil melepas pelukannya dari tubuh Millie.
"Perut aku nyeri."
"Mau boβ’ker?"
Millie menggelengkan kepalanya.
"Lah terus apa? Laper?"
Millie kembali menggelengkan kepalanya sambil menggigit bibir bawahnya seperti sedang menahan sakit.
"Loe beneran sakit?" Tanya Esar saat melihat raut wajah Millie yang seperti menahan sakit.
"Mmm." Jawab Millie.
"Jangan becanda akh Mill! Gue panik ini!"
"Gue se-ri-us Sar!!!" Lirih Millie. Sangking sakitnya keringat sebiji-biji jagung pun keluar dari pori-pori kulit Millie.
Melihat itu, Esar pun semakin panik dan semakin yakin kalau Millie sedang tidak mengerjai-nya.
Esar pun menyibakkan selimut yang menutupi tubuh-nya sudah semakin kekar. Lalu memungut pakaiannya yang berserak diatas lantai kemudian memakainya.
Setelah memakai pakaiannya kembali, Esar juga memungut pakaian Millie lalu memakaikan pakaian Millie.
"Sakit banget yah?" Tanya Esar sambil memakaikan pakaian Millie.
"Mmmm.."
"Tahan yah. Kita kerumah sakit sekarang." Ucap Esar. Karena sudah panik, Esar sampai tidak sadar kalau pakaian yang ia pakai dan ia pakaikan pada Millie terbalik.
"Tunggu sini yah, gue ambil kunci mobil dulu yah." Ucap Esar.
"Mmm..."
Dengan setengah berlari, Esar keluar dari dalam kamar lalu naik kelantai atas menuju kamar atas. Sesampainya di kamar atas, Esar langsung mengambil kunci mobil dan dompet kemudian keluar dari dalam kamar lalu turun ke lantai bawah dan masuk lagi ke kamar yang ada di lantai bawah.
"Ayo." Ucap Esar. Esar pun menggendong Millie ala bridal style keluar dari kamar dan dari unit apartemennya.
πππ
Rumah Sakit.
Setelah lima belas menit membelah jalanan dari apartemen ke rumah sakit dengan cara kebut-kebutan akhirnya mobil yang Esar kendarai tiba juga di rumah sakit.
Setelah mobil terparkir sempurna di depan ruang UGD, Esar pun keluar dari dalam mobil dan mengeluarkan Millie dari dalam mobil lalu berlari masuk ke dalam ruang UGD sambil berteriak memanggil tenaga medis yang berjaga malam itu.
Mendengar teriakan Esar, para perawat yang berjaga malam itu pun berlarian menghampiri Esar.
"Baringkan disini Tuan." Kata salah satu perawat yang menghampiri Esar. Dan Esar pun membaringkan Millie di brankar yang perawat itu tunjuk.
Tak lama setelah Millie berbaring, dokter pun datang memeriksa kondisi Millie.
"Berikan suntikan penghilang rasa sakit. Lalu hubungi dokter obgyn." Perintah dokter muda yang memeriksa Millie.
"Baik dok." Jawab perawat.
Sedangkan Esar langsung menatap dokter muda itu dengan raut wajah kaget bercampur bingung.
"Dokter obgyn? Untuk apa?" Tanya Esar.
"Nanti saja, biar dokter obgyn yang menjelaskan." Jawab dokter muda itu.
Tak sampai sepuluh menit menunggu, akhirnya dokter obgyn yang berjaga di ruang bersalin pun datang.
"Ada apa?" Tanya dokter obgyn pada dokter muda itu.
Dokter muda itu pun menjelaskan pada dokter obgyn hasil pemeriksaan dan diagnosa-nya pada dokter obgyn.
Setelah mendengar penjelasan dokter muda, dokter obgyn pun melakukan pemeriksaan pada Millie.
"Tuan, apa kalian baru melakukan hubungan intim?" Tanya dokter obgyn itu to the point.
"Iya. Memangnya kenapa dok? Apa saya salah melakukan hubungan intim dengan istri saya?"
"Tidak salah! Tapi Anda kan tahu kalau kehamilan istri Anda itu masih muda, masih rawan keguguran." Balas dokter obgyn itu.
Dan jelas saja, ucapan dokter obgyn ity berhasil membuat Esar ternganga. Bukan hanya Esar, Millie yang sedari tadi diam karena lemas juga ikut ternganga mendengar ucapan dokter obgyn itu.
Bersambung...