Partner In . . .

Partner In . . .
Na Thur 11



Dewa menarik tangan Xena sampai beberapa meter dari gedung mall. Mereka berjalan di trotoar tanpa tujuan. Dewa tidak sadar telah membawa Xena sejauh ini.


Sama seperti Xena yang shock, Dewa juga sebenarnya shock dengan apa yang baru saja ia lakukan pada Xena dan itu baru ia sadari setelah dirinya keluar dari mall.


"Apa yang gue lakuin tadi!!! Kenapa juga gue nyium bibir nih cewek!!!" Gumam Dewa.


Sedangkan Xena ia masih juga belum sadar, seperti orang yang sedang dalam pengaruh hipnotis, Xena pasrah saat Dewa menarik tangannya.


Tiiin... Tiiin. Suara klakson mobil yang bersahut-sahutan mampu mengembalikan kesadaran Xena.


Xena yang sadar pun langsung menyentakkan tangannya dari tangan Dewa. Dan tangan Xena yang menyentak tangannya pun menyadarkan Dewa. Dewa pun memutar tubuhnya kebelakang untuk berhadapan dengan Xena.


"Kamu mau bawa aku kemana, hah!!" Bentak Xena.


"Loe yang ngikutin gue, kenapa loe jadi nuduh gue!!" Balas Dewa yang juga tidak sadar kalau sedari tadi ia menggenggam tangan Xena.


"Jelas-jelas kamu yang narik-narik tangan aku!!!" Bentak Xena lagi.


Dewa pun mengernyitkan keningnya untuk mengingat-ingat kejadian setelah ia mencium bibir Xena.


"Sorry, gue gak sadar!!!" Balas Dewa dengan entengnya.


"Ya udah sana pergi!!" Usir Dewa.


Mata Xena membulat saat Dewa mengusirnya. Xena yang kesal langsung menendang kaki Dewa.


BUGH.


"Arrrgh..." teriak Dewa kesakitan sambil mengelus kakinya.


"Loe kenapa sih!!! Bar-bar banget jadi cewek!!!" Bentak Dewa.


"Laki-laki kayak kamu emang pantes di bar-bar'in!!!" Balas Xena.


"Enak aja kamu nyuruh aku pergi!!! Kamu yang udah bawa aku sampe disini, masa iya aku disuruh balik ke mall sendirian!!! Anter aku lagi!!!" Balas Xena lagi dengan nada yang meninggi.


Dewa melihat gedung mall yang ada di belakang mereka.


"Males, udah jauh!!!" Tolak Dewa.


"Iiikh ngeselin!!!" Geram Xena. Xena pun mengepalkan tangannya dan hendak memukul Dewa. Namun belum juga kepalan tangan Xena mendarat di wajah maupun tubuhnya, cepat-cepat Dewa menangkap tangan Xena.


"Mau gue cium lagi kayak tadi?" Ancam Dewa.


"Huuuuaaaaaah....." Teriak Xena menangis tanpa mengeluarkan airmata.


Mendengar Xena berteriak, membuat Dewa menjadi panik. Bagaimana tidak panik, gara-gara Xena sekarang mereka menjadi pusat perhatian para pejalan kaki yang lain.


"Ssst... diem!!! Malah drama lagi disini!!!" Omel Dewa.


"Huuuuaaaaah...." teriakkan Xena semakin keras karena Dewa malah mengomelinya.


"Bener-bener yah nih cewek." Geram Dewa dalam hati.


Dewa pun mendekati Xena dan membekap mulut Xena dengan tangannya lalu membawa Xena ke taman yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.


💋💋💋


Meninggalkan Xena dan Dewa yang sedang berdrama. Di dalam mall tepatnya di arena bermain yang ada di mall, ada Arthur dan Nancy yang masih asyik bermain. Sangking asyiknya bermain, mereka berdua sampai melupakan para sepupu mereka yang mereka suruh untuk menggantikan mereka.


"Aduuuh Thur, capek gue!! Nyerah... nyerah!!!" Ucap Nancy sambil duduk di lantai karena kelelahan habis memainkan game dance.


Arthur pun turun dari alat permainan dan ikut duduk di samping Nancy.


"Sama. Gue juga capek banget!!" Balas Arthur dengan nafas yang tak kalah ngos-ngosan.


Untuk beberapa detik mereka terdiam untuk mengatur nafas.


Arthur menoleh kearah Nancy.


"Cantik." Lirih Arthur pelan.


Nancy pun menoleh.


"Hah? Loe bilang apa?" Tanya Nancy yang tidak mendengar jelas kata-kata Arthur.


"Gue bilang apa? Gue gak bilang apa-apa kok." Balas Arthur berbohong. Ia terlalu malu mengakui kecantikan Nancy.


Nancy pun kembali mengalihkan pandangannya dari Arthur.


Mata Arthur menangkap keringat Nancy yang mengalir dari kening Nancy. Dengan punggung tangannya, Arthur menyeka keringat yang mengalir di wajah Nancy.


Sontak Nancy pun kembali menoleh ke arah Arthur. Mata mereka pun saling beradu. Arthur menatap dalam mata Nancy begitupun dengan Nancy yang menatap dalam mata Arthur.


Bersambung...